Pengaruh Service, Product Quality dan Perceived Value Terhadap Kepuasan dan Repurchase Konsumen Kedai Sop Durian Lodaya Di Bogor
Abstract
Durian merupakan salah satu produk pertanian yang sangat terkenal di
Indonesia. Data tahun 2002 sampai 2010 menunjukkan bahwa konsumsi durian di
Indonesia mengalami kenaikan kurang lebih 25.53% setiap tahunnya. Tahun 2011
konsumsi durian mengalami penurunan sebesar 66.67% dibandingkan dengan
tahun sebelumnya (BPS 2011). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (2011),
diprediksi pada tahun 2012 sampai 2013, konsumsi durian nasional mengalami
fluktuasi dan cenderung menurun. Diversifikasi produk-produk olahan berbahan
dasar durian sangat dibutuhkan untuk menarik minat masyarakat terhadap durian.
Saat ini banyak dijumpai berbagai jenis olahan makanan yang berbahan dasar
durian seperti surabi durian, es durian, kue durian, permen durian, bajigur durian,
dan yang paling baru dan sedang diminati adalah sop durian. Persaingan akan
mendorong para pebisnis melakukan bisnis yang lebih baik, berbeda dengan yang
lain, dan mempunyai daya tarik tersendiri.
Kualitas produk (product quality) dan kualitas pelayanan (service quality)
yang baik akan menjadikan konsumen loyal dan selalu membeli produk di
perusahaan tersebut, sehingga perusahaan dapat memahami kebutuhan dan
harapan konsumennya dan akan berdampak terhadap kepuasan konsumen.
Kepuasan konsumen menjadi faktor paling kritis dalam prioritas pemasaran
karena akan menyebabkan konsumen kembali berkunjung. Menurut Ryu dan Han
(2012) yang menyatakan bahwa kombinasi yang tepat dari aspek tangible dan
intangible kan menghasilkan persepsi kualitas layanan kafe yang baik, hingga
berujung pada kepuasan konsumen. Beberapa variabel diteliti untuk menentukan
pengaruhnya terhadap kepuasan konsumen, sehingga nantinya dapat diketahui
variabel mana yang perlu dikembangkan untuk meningkatkan kepuasan
konsumen. Jenis restoran dan karakteristik konsumen memiliki perbedaan
terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumennya. Berdasarkan
hal tersebut, terdapat premis yang menyatakan bahwa konsumen yang merasa
puas dengan suatu produk dan atau layanan yang diberikan diduga akan
melakukan pembelian ulang (repurchase), mencoba produk dan atau jasa lain
yang ditawarkan perusahaan, merekomendasikan keunggulan produk dan atau jasa
perusahaan kepada pihak lain (positive word of mouth) dan cenderung loyal
kepada perusahaan (Anderson et al. 1994; Andreassen dan Lindestad 1998; Naser
et al. 1999).
Kedai Sop durian yang sangat terkenal dan sedang berkembang saat ini
adalah Kedai Sop Durian Lodaya (KSDL), yang berlokasi di Jl. Bangbarung, Kota
Bogor. Hasil wawancara dengan manajemen KSDL bahwa secara umum segmen
konsumen yang menjadi target KSDL terdiri dari pelajar, mahasiswa, dan
karyawan dengan rentang usia antara 15-30 tahun. Narasumber juga menyatakan
bahwa keluhan terbanyak dari konsumen adalah mengenai variasi menu, lahan
parkir yang terlalu sempit, dan ketersediaan tempat duduk yang kurang.
Peneletian mengenai hal tersebut belum pernah dilakukan di KSDL, maka untuk
membuktikan kebenaran dari permasalahan tersebut peneliti merasa perlu untuk melakukan penelitian mengenai “Pengaruh Service, Product Quality, dan
Perceived Value terhadap Kepuasan dan Repurchase Konsumen Kedai Sop
Durian Lodaya di Bogor”.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang
mempengaruhi kepuasan dan repurchase konsumen, menganalisis tingkat
kepuasan dan repurchase konsumen, merumuskan implikasi manajerial untuk
meningkatkan kepuasan konsumen serta menimbulkan repurchase konsumen di
KSDL. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 140
responden dengan menggunakan teknik convenience sampling. Variabel yang
digunakan pada penelitian ini berupa variabel laten eksogen (X) dan variabel
endogen (Y). Metode yang digunakan untuk mengolah data yaitu Structural
Equation Modelling (SEM) dengan menggunakan alat bantu berupa software
(LISREL) versi 8.51. Tingkat kepuasan konsumen KSDL dapat digunakan indeks
kepuasan konsumen atau Customer Satisfaction Index (CSI) dengan teknik
pembobotan pada tiap indikator yang digunakan sebagai penyusun kepuasan.
Metode ini menggunakan alat bantu berupa software (SPSS) versi 21.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar konsumen KSDL
adalah berjenis kelamin wanita dengan kelompok usia antara 20-30 tahun serta
kelompok usia kurang dari 20 tahun yang berprofesi sebagai pegawai swasta.
Pengeluaran rata-rata perbulan antara Rp 1.000.000 hingga Rp 2.000.000.
Sebagian besar konsumen KSDL membelanjakan uangnya antara Rp 50.000
hingga Rp 75.000 hanya dalam waktu berkunjung rata-rata kurang dari 60 menit.
Hasil analisis SEM menunjukkan bahwa semua variabel penyusun kepuasan
berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen di KSDL. Secara berurutan
pengaruh dari yang terbesar sampai yang terkecil adalah product quality,
assurance, tangible, responsiveness, reliability, emphaty, dan perceived value.
Hasil pengolahan CSI menunjukkan bahwa tingkat kepuasan konsumen di KSDL
sebesar 64,88%. Angka tersebut termasuk kedalam kategori puas. Kepuasan
konsumen KSDL yang berpengaruh signifikan terhadap repurchase akan dapat
membantu menaikkan tingkat kepuasan kosumen. Hal ini terlihat dari kesediaan
konsumen untuk membeli kembali.
Manajemen KSDL harus selalu memperhatikan dan melakukan penambahan
variasi menu. Indikator lain yang harus diperhatikan adalah ketersediaan lahan
parkir (X4) pada variabel tangible. Manajemen KSDL harus memperluas lahan
parkir demi kenyamanan parkir konsumen sehingga akan berdampak
meningkatnya kepuasan konsumen. Sesuai kondisi di lapangan bahwa
ketersediaan tempat duduk (X3) juga harus diperbanyak. Diharapkan untuk
penelitian selanjutnya variabel yang diteliti dapat diambil dari teori-teori lain yang
membentuk kepuasan konsumen seperti menggunakan teori 7P dalam pemasaran
yaitu product, price, place, promotion, people, process, dan physical evidence.
Collections
- MT - Business [4063]
