Dampak Branchless Banking Terhadap Kinerja Keuangan Pt.Bank Muamalat Indonesia Tbk
View/ Open
Date
2015Author
Sarah, Hidayati
Fahmi, Idqan
Beik, Irfan Syauqi
Metadata
Show full item recordAbstract
Masyarakat Indonesia masih banyak yang belum bisa mengakses
pelayanan jasa keuangan perbankan. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh
Bank Indonesia dan World Bank pada tahun 2011 bahwa hanya separuh dari
penduduk Indonesia yang memiliki akses ke sistem keuangan formal. Indeks
Financial Inclusion menunjukkan negara Indonesia memiliki peringkat terendah
sebesar 19,6% jika dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya (Bank Indonesia
2013).
Branchless Banking merupakan bagian dari program financial inclusion,
yaitu memberikan jasa keuangan yang dilakukan di luar kantor cabang bank
dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi serta agen ritel bukan
bank. Branchless Banking merupakan solusi yang dapat menghemat biaya dalam
memberikan pelayanan perbankan untuk mereka yang tinggal di daerah terpencil.
Model Branchless Banking yang diterapkan seperti di negara Brazil menggunakan
agen retail seperti supermarket, apotek, dan agen retail lainnya. Dengan
menggunakan model tersebut ternyata hanya mengeluarkan biaya setengah persen
dari biaya mendirikan kantor cabang (Khattab 2012).
Peraturan mengenai Branchless Banking di Indonesia baru dikeluarkan
akhir Desember 2014 oleh Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan.
Sebenarnya Branchless Banking bukan hal baru bagi Bank Muamalat Indonesia,
Bank Syariah pertama di Indonesia ini sudah bekerja sama dengan PT Pos
Indonesia untuk menjadi agen sejak tahun 2004. Saat itu misi yang dilakukan oleh
Bank Muamalat adalah menjaring masyarakat di unserved area agar menabung di
bank syariah.
Penelitian ini memiliki dua tujuan yaitu: (1) menganalisis dampak
Branchless Banking terhadap kinerja keuangan Bank Muamalat Indonesia dan (2)
merumuskan alternatif strategi bagi Bank Muamalat Indonesia untuk
meningkatkan kinerja keuangan melalui Branchless Banking.
Dampak Branchless Banking terhadap kinerja keuangan Bank Muamalat
Indonesia berdasarkan hasil paired sample t-test, kinerja keuangan yang meliputi
solvabilitas, profitabilitas, dan efisiensi yang diwakili oleh Capital Adequacy
Ratio (CAR), Return on Asset (ROA), dan Biaya Operasional dan Pendapatan
Operasional (BOPO) berbeda signifikan sebelum dan sesudah Branchless
Banking. Sedangkan likuiditas yang diwakili oleh Financing to Deposit Ratio
(FDR) tidak berbeda signifikan sebelum dan sesudah Branchless Banking. Pada
hasil uji tersebut menunjukkan bahwa CAR, ROA, dan BOPO sesudah Branchless
Banking lebih baik dibandingkan sebelum Branchless Banking.
Alternatif strategi yang dihasilkan dari analisis SWOT bagi Bank
Muamalat untuk meningkatkan kinerja keuangan melalui Branchless Banking
adalah (1) melakukan pembiayaan kepada Usaha Kecil dan Mikro, (2) transaksi
melalui mobile banking, (3) memperluas jaringan kerjasama dengan Bank
Perkreditan Rakyat (BPR) dan Lembaga Keuangan Mikro (LKM), (4) meningkatkan perlindungan nasabah, (5) membuat produk Basic Saving Account
tanpa biaya minimum, (6) memfasilitasi agen untuk melakukan promosi dan
sosialisasi kepada masyarakat, dan (7) mereduksi agen yang sudah dekat dengan
kantor cabang Bank Muamalat Indonesia.
Collections
- MT - Business [4063]
