Pengujian Pecking Order Theory dan Analisis Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Struktur Modal Emiten Sektor Pertanian
View/ Open
Date
2015Author
Noor, Tajudin
Sinaga, Bonar M
Maulana, Tb Ahmad Nur
Metadata
Show full item recordAbstract
Sektor pertanian di Indonesia merupakan salah satu sektor yang memiliki
posisi strategis dalam upaya pembangunan nasional. Namun berdasarkan data
penyaluran kredit bank umum menurut jenis penggunaan dan sektor ekonomi yang
dikeluarkan oleh Bank Indonesia, didapatkan bahwa jumlah penyaluran kredit dari
bank umum untuk lapangan usaha pertanian masih relatif rendah. Hasil Kajian
Stabilitas Keuangan yang diterbitkan oleh Bank Indonesia juga menyatakan bahwa
leverage ratio sektor pertanian di Indonesia pada periode tahun 2001-2009
cenderung semakin rendah. Rendahnya leverage ratio pada sektor pertanian
mengindikasikan penggunaan dana eksternal melalui instrumen utang masih relatif
rendah.
Dalam rangka memenuhi kebutuhan dananya, perusahaan harus mencari
alternatif sumber pendanaan yang efisien melalui kebijakan struktur modal yang
optimal. Struktur modal yang optimal terjadi apabila struktur modal yang
ditetapkan dapat meminimumkan biaya penggunaan modal secara keseluruhan atau
biaya modal rata-rata.Struktur modal perusahaan dapat dilihat melalui besarnya
komposisi utang jangka panjang, utang jangka pendek, saham preferen, dan saham
biasa yang digunakan untuk mendanai kegiatan operasional perusahaan.
Pecking order theory menyatakan bahwa penentuan struktur modal yang
optimal didasarkan pada keputusan pendanaan secara hierarki berdasarkan biaya
modal yang paling murah yang bersumber pada dana internal, baru kemudian
menggunakan sumber dana eksternal (utang dan saham). Perusahaan yang
menggunakan urutan pendanaan sesuai dengan pecking order theory dianggap
sebagai sinyal dari manajemen bahwa perusahaan memiliki prospek yang baik.
Pemenuhan kebutuhan dana dari utang saja dapat meningkatkan risiko finansial,
dikarenakan ketergantungan yang tinggi terhadap pihak luar. Namun apabila dana
dipenuhi dari penjualan saham saja, maka perusahaan harus mengeluarkan biaya
yang sangat mahal. Oleh sebab itu diperlukan keseimbangan dalam penggunaan
kedua sumber pendanaan tersebut.
Kebijakan tentang struktur modal yang optimal bagi suatu perusahaan telah
lama menjadi bahan penelitian pada banyak negara, namun masih menjadi
permasalahan yang menarik untuk dibahas. Kondisi ini mendorong peneliti untuk
menganalisis penerapan pecking order theory dalam menentukan kebijakan struktur
modal perusahaan di sektor pertanian yang terdaftar di BEI. Metode analisis regresi
data panel pooled least square (PLS) digunakan dalam analisis pembuktian
penerapan pecking order theory, dengan variabel independen berupa defisit
pendanaan internal dan variabel dependen berupa long term debt.
Dalam penelitian ini juga dilakukan analisis pengaruh karakteristik
perusahaan terhadap struktur modal perusahaan sektor pertanian yang terdaftar di
BEI dengan menggunakan metode analisis regresi data panel fixed effect model
(FEM). Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah
profitabilitas, ukuran perusahaan, pertumbuhan perusahaan, struktur aktiva, dan
likuiditas, dengan variabel independen yang digunakan adalah leverage. Penelitian ini dinilai pentingkarena kebijakan struktur modal perusahaan akan berpengaruh
secara langsung terhadap posisi finansial perusahaan.
Hasil pembuktian konsep pecking order theory menunjukkan bahwa defisit
pendanaan internal berpengaruh positif secara signifikan terhadap perubahan utang
jangka panjang pada tingkat signifikansi 10%. Sedangkan hasil analisis regresi
antara karakteristik perusahaan (profitabilitas, ukuran perusahaan, pertumbuhan
perusahaan, struktur aktiva, dan likuiditas) menunjukkan bahwa ukuran perusahaan
dan pertumbuhan perusahaan berpengaruh positif secara signifikan terhadap
struktur modal, sedangkan variabel profitabilitas dan likuiditas memiliki pengaruh
negatif signifikan terhadap struktur modal. Variabel struktur aktiva dalam
penelitian ini tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap leverage pada
tingkat signifikansi 10%.
Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa emiten di sektor
pertanian telah mengikuti kaidah pecking order theory melalui pemanfaatan sumber
pembiayaan eksternal yang paling murah terlebih dahulu (utang). Hasil analisis juga
memberikan gambaran bagi manajer perusahaan di sektor pertanian untuk
mengendalikan karakteristik perusahaan, khususnya ukuran perusahaan,
profitabilitas, pertumbuhan perusahaan, dan likuiditas dalam rangka
mengoptimalkan struktur modal perusahaan.
Collections
- MT - Business [4063]
