Analisis Kelayakan Usaha Peternakan Ayam Broiler Modern dan Tradisional (Studi Kasus Peternakan Pola Kemitraan Pt.Prospek Mitra Lestari Di Kabupaten Jember)
View/ Open
Date
2014Author
Amalia, Firda Rachma
Daryanto, Arief
Rujito, Hari
Metadata
Show full item recordAbstract
Studi kelayakan merupakan studi menilai proyek yang akan dikerjakan di
masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisisis apakah usaha
ayam broiler dengan pola kemitraan pada PT Prospek Mitra Lestari (PML) layak
untuk diteruskan. Penelitian ini menganalisisis dua model kandang tradisional
(tradisional) dan kandang modern (close) dengan skala yang berbeda yaitu 10,000
ekor dan 14,500 ekor layak atau tidak secara finansial, selain itu penelitian ini
bertujuan untuk membandingkan antara kandang tradional dan kandang modern
dengan estimasi selama sepuluh tahun untuk untuk memberikan rekomendasi atau
masukan pemilihan kandang kepada peternak atau peternak pemula. Analisis
sensitivitas didasarkan pada data penenerimaan dan pengeluaran terbaru dari
peternak pada tahun 2012.
Hasil analisis kelayakan usaha peternakan pola kemitraan dengan jenis
kandang modern dan tradisional kapasitas 14,500 ekor layak dijalankan atau
dikembangkan. Nilai NPV kandang modern bernilai positif yaitu Rp
1,100,218,647, sedangkan NPV kandang tradisional sebesar Rp 740,741,904.
Nilai IRR kandang modern sebesar 46% dan tradisional sebesar 33% melebihi
discount rate 10%. Analisis B/C >1 pada kandang modern dan tradisional sebesar
13% dan 11%. Analisis payback period kandang modern selama dua tahun enam
bulan. Kandang tradisional selama tiga tahun tujuh bulan. Nilai GPM kandang
modern sebesar 12% dan kandang tradisional sebesar 11%. Analisis ROI pada
kandang modern kapasitas 14,500 ekor sebesar 8% dan kandang tradisional
sebesar 5%. Hasil analisis kelayakan usaha peternakan pola kemitraan dengan
jenis kandang modern dan tradisional kapasitas 10,000 ekor layak dijalankan atau
dikembangkan. Nilai NPV kandang modern bernilai positif yaitu Rp 645,328,729,
sedangkan NPV kandang tradisional sebesar Rp 77,202,009. Nilai IRR kandang
modern sebesar 43% dan tradisional sebesar 17% melebihi discount rate 10%.
Analisis B/C >1 pada kandang modern dan tradisional sebesar 10% dan 3%.
Analisis payback period kandang modern selama dua tahun delapan bulan,
kandang tradisional selama empat tahun empat bulan. Nilai GPM kandang modern
sebesar 11% dan kandang tradisional sebesar 4%. Analisis ROI pada kandang
modern sebesar 6% dan kandang tradisional sebesar 2%.
Kelayakan usaha ayam peternakan broiler pola kemitraan kandang
tradisional dan kandang modern dengan estimasi sepuluh tahun ke depan
menunjukkan bahwa kandang modern paling layak dibandingan dengan kandang
tradisional. Hal ini dapat dilihat dari nilai NPV, IRR, PP, B/C, GPM dan ROI
kandang modern lebih besar dibandingkan kandang tradisional. Analisis
sensitivitas menunjukkan bahwa kandang tradisional sangat sensitif terhadap
perubahan harga dibandingkan dengan kandang modern, hal ini ditunjukkan pada
kandang tradisional kapasitas 10,000 ekor menghasilkan nilai terkecil yaitu peka
terhadap kenaikan biaya sebesar 2% dan penurunan harga jual ayam sebesar 1.7%
Collections
- MT - Business [4063]
