Model Pengembangan Employee Engagement Pada Unit Operasional Pt.Bumitama Gunajaya Agro
Date
2015Author
Prihutami, Nurul Dwi
Hubeis, Musa
Puspitawati, Herien
Metadata
Show full item recordAbstract
Employee engagement telah menjadi topik terhangat dan menjadi prioritas
pertumbuhan pada sejumlah organisasi. Mayoritas organisasi saat menyadari
bahwa karyawan yang puas, belum tentu menjadi karyawan terbaik dalam hal
loyalitas dan produktivitas. Karyawan yang terlibat secara intelektual dan
emosional akan terikat dengan organisasi yang tercermin dari antusiasme
karyawan dalam bekerja. Antusiasme ini terbentuk karena karyawan merasa
engaged sehingga berpotensi untuk menampilkan perilaku yang engaged. Perilaku
engaged memberikan dampak positif bagi organisasi, baik dari segi pertumbuhan,
perkembangan dan keuntungan organisasi.
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor internal dan
eksternal yang berfokus kepada manusia, mengkaji tingkat engagement karyawan
pada unit operasional serta memformulasikan model pengembangan dari
alternatif-alternatif strategi terbaik yang selaras dengan visi dan misi perusahaan.
Teknik pengambilan contoh yang digunakan adalah contoh acak secara
proporsional menurut stratifikasi, diberikan kepada 529 responden. Terdapat tiga
tahapan yang digunakan untuk mengidentifikasi strategi. Pertama, matiks Internal
Factor Evaluation (IFE) dan External Factor Evaluation (EFE) dengan tujuan
untuk menganalisis faktor-faktor kunci dari faktor internal dan eksternal. Kedua,
faktor-faktor kunci tersebut dikombinasikan menggunakan matriks Strenghts,
Weaknesses, Oppotunities, dan Threats (SWOT). Setelah semua tahapan tersebut,
Quantitative Strategic Planning Matix (QSPM) dipilih untuk menghasilkan
prioritas strategi yang dapat diaplikasikan pada perusahaan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan karyawan
operasional sudah berada pada kategori “engaged”. Hasil penelitian
menggunakan pendekatan teori Gallup dan Aon Hewitt menunjukkan karyawan
dengan kategori “engaged” (72%), kategori “not-engaged” (12%) dan kategori
“actively-disengaged” (16%). Dimensi tertinggi pembentuk employee
engagement pada unit operasional secara keseluruhan adalah komunikasi (76%)
dan terendah pada dimensi pengalaman kerja sehari-hari (64%). Faktor terkuat
yang dimiliki perusahaan adalah sistem Human Capital (HC) terstruktur dan
aplikatif, sedangkan faktor terlemah adalah leadership rendah. Peluang terbesar
yang dimiliki perusahaan adalah komoditas kelapa sawit memiliki
produktivitas/ha tinggi, sedangkan yang menjadi ancaman terbesar adalah adanya
pengaruh dari pihak Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Identifikasi yang
dilakukan terhadap faktor-faktor internal dan eksternal menunjukkan alternatif
strategi utama yang cocok untuk diimplementasikan dalam kurun waktu dekat ini
pada unit operasional adalah berfokus kepada career path dan succession
planning.
Collections
- MT - Business [4063]
