Analisis Perilaku Dunia Usaha Dalam Mengadopsi Inovasi Teknologi Tanaman Pangan
Abstract
Inovasi teknologi memiliki peranan penting dalam dimensi ekonomi suatu
negara. Di negara-negara maju, telah terbukti inovasi memberikan peran kunci
sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran. Penciptaan inovasi
tak lepas dari peran lembaga penelitian dalam menghasilkan teknologi (invensi),
yang kemudian dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang memiliki nilai manfaat
ekonomi lebih (inovasi).
Berbagai inovasi dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan),
salah satunya adalah di bidang tanaman pangan. Penyebarluasan informasi inovasi
yang telah dihasilkan oleh Balitbangtan dilakukan dengan berbagai kegiatan
promosi. Kegiatan promosi yang dilaksanakan diharapkan akan semakin
memperbanyak teknologi yang dapat diadopsi (lisensi) oleh dunia usaha. Pada
kenyataannya, kegiatan promosi yang telah dilaksanakan belum mampu
mendongkrak peningkatan jumlah lisensi yang diadopsi oleh dunia usaha.
Penyerapan yang rendah oleh dunia usaha, selayaknya menjadi evaluasi bagi
kegiatan promosi yang telah dilaksanakan. Berdasarkan fakta di atas, pada
penelitian ini dilakukan analisis persepsi faktor-faktor yang memengaruhi tingkat
adopsi inovasi. Selanjutnya mengukur seberapa besar pengaruh sikap, normanorma subyektif, dan kontrol keperilakuan yang dirasakan, terhadap niat dunia
usaha dalam melakukan adopsi inovasi teknologi tanaman pangan. Selanjutnya
dirumuskan alternatif strategi pemasaran, yang dapat digunakan untuk
meningkatkan jumlah inovasi yang dapat diadopsi oleh dunia usaha.
Data dan informasi yang digunakan dalam penelitian ini, diperoleh dengan
teknik wawancara dan kuesioner. Teori perilaku terencana (TPB), digunakan
untuk menganalisis sikap dunia usaha dalam melakukan adopsi inovasi. Data yang
diperoleh diolah dengan menggunakan regresi berganda dengan menggunakan
Minitab 16. Sedangkan persepsi faktor-faktor yang memengaruhi tingkat adopsi
diolah dengan perhitungan Excel dan dilakukan analisis deskriptif. Alternatif
strategi yang diperoleh merupakan hasil diskusi grup terfokus.
Hasil pengujian menunjukkan, bahwa kesiapan organisasional merupakan
faktor yang menjadi penentu pertama dalam tingkat adopsi. Perilaku dunia usaha
yang diuji pada penelitian ini menunjukkan, bahwa sikap dalam mengadopsi
inovasi oleh dunia usaha secara positif dipengaruhi oleh komponen sikap terhadap
perilaku, norma subyektif, dan kontrol terhadap perilaku. Alternatif strategi
pemasaran yang disarankan dalam upaya meningkatkan jumlah adopsi inovasi,
yaitu dengan lebih meningkatkan kerjasama dengan institusi terkait dalam
kegiatan pemasaran, sehingga institusi tersebut akan memberikan saran inovasi
yang bisa diadopsi oleh dunia usaha. Dari penelitian ini juga dapat dikembangkan
penelitian lanjutan berupa pengaruh sosial dan kebijakan yang belum dimasukan
dalam penelitian ini, serta dampak ekonomi atas adopsi yang telah diadopsi.
Collections
- MT - Business [4063]
