Strategi Peningkatan Daya Saing Tembakau Besuki Na-Oogst Berbasis Perbankan Kinerja Mutu Di Pt Indonesia Bintang Biru
View/ Open
Date
2014Author
Utami, Sari Wiji
Daryanto, Arief
Rujito, Hari
Metadata
Show full item recordAbstract
Tembakau Besuki Na-Oogst (BesNO) merupakan salah satu komoditas
perkebunan unggulan berorientasi ekspor di Kabupaten Jember sebagai bahan
baku pembuatan cerutu. Kualitas tembakau cerutu dari Kabupaten Jember hampir
90% diminati pasar ekspor internasional. Salah satu upaya peningkatan daya saing
industri tembakau BesNO adalah melalui perbaikan kinerja mutu secara
berkelanjutan untuk menghasilkan produk berkualitas.
PT Indonesia Bintang Baru (PT IBB) merupakan salah satu eksportir
tembakau yang memperoleh bahan baku tembakau dan mengolahnya untuk
diekspor. Tembakau yang diproses diantaranya tembakau BesNO dan tembakau
Besuki Voor-Oogst (BesVO). PT IBB mengalami penurunan volume ekspor
tembakau BesNO sebagai dampak menurunnya kinerja mutu perusahaan pada
tahun 2013. Perusahaan harus membayar biaya fumigasi tambahan dalam jumlah
besar kepada konsumen Belgia dikarenakan ditemukan hama Lasioderma
melebihi ambang batas yang dipersyaratkan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) menganalisis kondisi dan gambaran
sistem manajemen rantai pasokan tembakau BesNO di PT IBB; 2) menganalisis
faktor-faktor yang mempengaruhi dan penyebab permasalahan kinerja mutu
tembakau BesNO di PT IBB; 3) merumuskan strategi peningkatan daya saing
berdasarkan rekomendasi perbaikan kinerja mutu tembakau BesNO di PT IBB.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2013 sampai dengan Februari
2014 berlokasi di PT IBB, Jember. Data yang digunakan mencakup data primer
dan sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara dengan responden. Data
sekunder diperoleh dari UPT PSMB-LT Jember, serta data internal perusahaan.
Pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Analisis data
yang digunakan meliputi analisis deskriptif, analisis lingkungan perusahaan,
analisis diagram mutu Ishikawa dan analisis Analitycal Hierarchy Process (AHP).
Berdasarkan analisis diagram mutu Ishikawa, masalah penurunan kinerja
mutu PT IBB, dapat ditinjau empat permasalahan utama antara lain: 1)
manajemen (management); 2) bahan baku (materials); 3) sumberdaya manusia
(man power); dan 4) permesinan (machines). Analisis Analytical Hierarchy
Process (AHP) menghasilkan empat alternatif prioritas strategi antara lain: 1)
strategi peningkatan kualitas sumberdaya manusia (0.592); 2) strategi peningkatan
sistem proses terintegrasi (0.220); 3) strategi peningkatan sarana proses produksi
(0.119); dan 4) strategi peningkatan kegiatan research and development (0.069).
Collections
- MT - Business [4062]
