Analisis Risiko dan Strategi Mitigasi Pada Proyek Epc Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro Di Pt.Xyz
View/ Open
Date
2014Author
Roeshardianto, Prabono
Siregar, Hermanto
Anggraeni, Lukytawati
Metadata
Show full item recordAbstract
Permintaan energi listrik di Indonesia meningkat setiap tahunnya. Salah satu
prioritas utama yang dilakukan pemerintah dalam menghadapi peningkatan
permintaan tersebut adalah dengan mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga
Minihidro. Sementara dalam proses pembangunannya, umumnya investor
menunjuk kontraktor EPC untuk membangun pembangkit tersebut. Dalam proses
EPC, ditemukan banyak potensi risiko yang dihadapi perusahaan. PT XYZ adalah
salah satu perusahaan yang menghadapi permasalahan tersebut.
Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi, menganalisis/mengukur
tingkat kepentingan risiko dan menyusun strategi mitigasi risiko atas risiko yang
melekat pada proyek EPC pembangunan PLTM di PT XYZ. Tujuan pertama
(identifikasi risiko) dijawab menggunakan kajian pustaka dan diskusi terhadap
stakeholder. Peneliti mengidentifikasi sebanyak 53 faktor risiko yang dihadapi PT
XYZ dalam pekerjaan proyek EPC pembangunan PLTM. Peneliti membaginya
dalam 5 aspek, yaitu : aspek finansial sebanyak 4 variabel risiko, aspek administrasi
kontrak sebanyak 4 variabel risiko, aspek pelaksanaan proyek (proses EPC)
sebanyak 36 variabel, aspek lingkungan sebanyak 6 variabel dan aspek regulasi
pemerintah sebanyak 3 variabel.
Tujuan kedua (mengukur tingkat kepentingan risiko) dijawab menggunakan
metode Relative Important Index (RII). Hasil penelitian memperoleh penilaian
sangat penting terhadap 22,64% dari 53 variabel risiko yang telah di identifikasi
pada tahap pertama. Adapun tiga variabel tertinggi yaitu : availability dan reliability
plant yang rendah; perubahan nilai tukar mata uang; pengalaman dan kemampuan
detailer dan desainer yang rendah.
Tujuan ketiga (prioritas strategi mitigasi) dijawab menggunakan metode AHP.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pada tahap strategi, Pembenahan SDM menjadi
perhatian utama yang harus difokuskan oleh perusahaan. Pembenahan kedua yang
harus dilakukan adalah perbaikan pada proses Engineering.
Collections
- MT - Business [4062]
