Evaluasi Implementasi E-Government Di Badan Koordinasi Penanaman Modal
View/ Open
Date
2015Author
Romayah, Siti
Suroso, Arif Imam
Ramadhan, Arief
Metadata
Show full item recordAbstract
Evaluasi e-Government dilakukan untuk meningkatkan efisiensi,
efektivitas, transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan dan
pelayanan publik. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) merupakan
salah satu instansi pemerintah yang mempunyai peranan penting dalam
memberikan pelayanan publik terkait dengan penanaman modal. Tugas BKPM
yaitu melaksanakan koordinasi kebijakan dan pelayanan perizinan dan
nonperizinan di bidang penanaman modal berdasarkan ketentuan peraturan
perundang-undangan. BKPM memberikan layanan publik kepada investor
domestik dan investor asing. Khusus pelayanan publik kepada investor asing hal
ini dapat menjadi gambaran kemudahan berusaha di Indonesia di mata negara
lain. Dalam mendukung pelayanan publik di BKPM didukung oleh Sistem
Pelayanan Informasi dan Perizinan Investasi Secara Elektronik (SPIPISE)
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi e-Government
(e-Gov) di BKPM. Evaluasi tersebut dibagi ke dalam tiga tahapan analisis yaitu
melalui investigasi sumberdaya sistem informasi dengan metode kualitatif
deskriptif, analisis tingkat kematangan dengan menggunakan evaluasi
Pemeringkatan e-Government Indonesia (PeGi) serta analisis kualitas sistem dan
kualitas informasi berdasarkan McLean dan DeLone (2003) dengan menggunakan
analisis Importance Performance Analysis (IPA).
Berdasarkan hasil investigasi sumber daya sistem informasi yaitu
hardware, software, netware, dataware sudah baik, namun SDM perlu
ditingkatkan baik dalam kualitas maupun kuantitas untuk mengelola sumber daya
sistem informasi yang ada, berdasarkan penilaian PeGi secara keseluruhan e-Gov
di BKPM mencapai level kategori baik, namun level tersebut dikategorikan baik
terendah dan terancam kurang, dari lima dimensi PeGI, kelemahan pada dimensi
perencanaan dan kebijakan, sedangkan dimensi kelembagaan, infrastruktur,
aplikasi dengan kategori baik. Selanjutnya, berdasarkan analisis IPA, kualitas
sistem yang kinerjanya rendah dan menjadi prioritas perbaikan bagi BKPM adalah
keandalan sistem, kecepatan akses, proses download sistem serta efisiensi dari
sistem, sedangkan kinerja yang rendah pada kualitas informasi yaitu pada atribut
kekinian, tepat waktu dan dari informasi yang disajikan.
Perbaikan menitikberatkan pada perencanaan teknologi informasi dan
komunikasi (TIK), pemetaan dan peningkatan kualitas dan kuantitas SDM di
bidang TIK, serta peningkatan kualitas sistem dan kualitas informasi sangat
diperlukan untuk menunjang kesuksesan implementasi e-Gov di BKPM.
Collections
- MT - Business [4062]
