Analisis Daya Saing dan Model Pemasaran Sentra Industri Usaha Kerajinan Sangkar Burung Perkutut
View/ Open
Date
2014Author
Savitri, Diah Arum
Sumarwan, Ujang
Kurniawan, Bagus Putu Yudhia
Metadata
Show full item recordAbstract
Usaha kerajinan sangkar burung perkutut merupakan kompetensi inti
Kabupaten Jember yang terpusat di Desa Dawuhan Mangli, Kecamatan
Sukowono. Dalam perkembangannya industri ini menghadapi persaingan yang
ketat, selain itu harga jual semakin rendah sedangkan harga bahan baku penunjang
menjadi semakin mahal. Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis daya saing,
(2) menganalisis market size, (3) menganalisis alternatif dan prioritas strategi
pemasaran untuk sentra industri usaha kerajinan sangkar burung perkutut di Desa
Dawuhan Mangli Jember. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif.
Analisis yang digunakan adalah Porter’s Diamond Theory, analisis BCG
(Boston Consulting Group), analisis siklus hidup produk (PLC), SWOT, dan
AHP(Analytical Hierarchy Process). Analisis daya saing menggunakan teori
berlian dari porter menunjukkan daya saing sentra industri kerajinan sangkar
burung perkutut Desa Dawuhan Mangli Kabupaten Jember masih lemah. Terdapat
9 komponen yang memiliki kelemahan sedangkan 7 komponen memiliki
kelebihan. Komponen utama dalam Sistem Berlian Porter yang telah mendukung
satu sama lain adalah faktor sumberdaya dengan komponen kondisi permintaan
domestik dan juga faktor-faktor sumberdaya dengan komponen industri terkait
dan pendukung. Sementara pada komponen penunjang, komponen pemerintah
hanya mendukung komponen faktor sumberdaya, berbeda dengan komponen
kesempatan yang telah mendukung semua komponen utama. Hasil analisis siklus
hidup produk sentra industri kerajinan sangkar burung perkutut berada pada tahap
pertumbuhan.
Tingkat pertumbuhan pasar dan bagian pasar relatifnya yang di
formulasikan pada diagram BCG berada pada posisi Question Marks artinya
bisnis ini memiliki peluang untuk tumbuh dan berkembang tetapi diperlukan
aliran kas yang cukup agar dapat meningkatkan pasar relatifnya. Berdasarkan
analisis SWOT dan AHP didapatkan 7 strategi pemasaran dengan skala
prioritasnya antara lain: memperkuat permodalan, pembentukan kelompok PSBP,
pendidikan dan Pelatihan, pembuatan gudang dan workshop, pembentukan
kelembagaan pemasaran dan bahan baku, meningkatkan promosi, meningkatkan
kualitas dan diversifikasi produk.
Collections
- MT - Business [4063]
