Evaluasi Program Tanggung Jawab Sosial Bidang Lingkungan Pt Pertamina (Persero)
View/ Open
Date
2015Author
Lestari, Annisa Dieni
Hermawan, Aji
Kirbrandoko
Metadata
Show full item recordAbstract
Dalam lima tahun terakhir, industri ritel di Indonesia telah mengalami
perkembangan yang sangat signifikan. PT. Margaria Group, sebuah perusahaan ritel
barang dan jasa yang berbasis di Yogyakarta, memutuskan untuk melakukan perubahan
pada struktur organisasinya di bulan Januari 2014 mendatang. Meski demikian,
sebagian besar perubahan organisasi gagal karena kurangnya pemahaman manajemen
mengenai bagaimana seharusnya mengimplementasikan perubahan. Maka dari itu,
sebuah strategi manajemen perubahan yang efektif sangat diperlukan untuk dapat
melakukan perubahan dan membantu perusahaan dalam mencapai tujuan jangka
panjangnya. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Menganalisa jenis perubahan
yang akan dilakukan oleh PT. Margaria Group; 2) mengidentifikasi faktor pendorong
perubahan internal dan eksternal; 3) menentukan tingkat dampak dari faktor-faktor
pendorong perubahan tersebut kepada perusahaan; 4) menganalisa dampak potensial
dari perubahan struktur organisasi yang direnanangkan; 5) mengidentifikasi resistensi
potensial yang dapat muncul dari perubahan tersebut; dan 6) memformulasikan program
manajemen perubahan untuk PT. Margaria Group.
Perubahan pada struktur organisasi perusahaan diklasifikasikan sebagai perubahan
transisional oleh para responden. Lima pendorong perubahan eksternal yang
diidentifikasi adalah perlunya diferensiasi, meningkatnya daya beli konsumen, industri
yang dinamis dan selalul berubah, perkembangan teknologi, dan switching cost
pelanggan yang insignifikan. Sementara itu, komunikasi yang kurang efektif akibat
struktur organisasi yang kurang jelas, beban kerja yang berlebih, portofolio bisnis yang
terus berkembang, regenerasi yang terhambat, dan manajemen hands-on dipilih sebagai
lima pendorong perubahan internal utama. Tiga dari pendorong perubahan tersebut
(perlunya diferensiasi, industri yang dinamis, dan komunikasi yang inefektif) dinilai
memiliki dampak ‘sangat tinggi’ oleh para responden, sedangkan tujuh sisanya dinilai
berdampak ‘tinggi’ pada performa perusahaan dan karyawannya.
Analisa dampak potensial perubahan menggunakan metode Star Model
menunjukkan bahwa dalam kelima aspek organisasi (strategi, struktur, proses,
penghargaan, dan orang), responden menunjukkan kepercayaan diri dan keyakinan yang
besar dalam perubahan struktur organisasi yang telah direncanakan. Namun demikian,
responden juga menilai perubahan pada struktur organisasi tidak akan dapat mengurangi
keterlibatan direktur eksekutif dalam kegiatan operasional sehari-hari perusahaan secara
efektif, memunculkan fungsi kontrol dan evaluasi yang lebih efektif dari divisi FAT,
serta menciptakan kesempatan kerja dan kemajuan karier berdasarkan kompetensi.
Bentuk resistensi potensial yang dapat diidentifikasi dalam penelitian ini meliputi
ketakutan, biaya, pola pikir, perbedaan persepsi, komunikasi yang inefektif, kurangnya
pelatihan, sumber daya terbatas, dan keengganan untuk terlibat dalam pengambilan
keputusan. Sedangkan program manajemen perubahan utama yang diajukan adalah
perencanaan matang, dukungan manajemen, komunikasi yang efektif, memotivasi
karyawan, visi dan tujuan yang jelas, kontrol dan umpan balik, serta lingkungan yang
mendukung. Dari 18 program manajemen perubahan yang diajukan dalam FGD,
terdapat 15 program yang dikategorikan sebagai program ‘win’ dan ‘worry’ menurut
kalkulasi skor DICE (Sirkin et al. 2005), yaitu program 1, 3, 4, 5, 6, 7, 10, 11, 12, 13,
14, 15, 16, 17, dan 18.
Collections
- MT - Business [4063]
