Hubungan Efektivitas Sistem Penilaian Kinerja Dengan Kinerja Karyawan Pada Kantor Pusat Pt.Pp (Persero) Tbk.
View/ Open
Date
2014Author
Maisyara, Juliana
Ma'Arif, M.Syamsul
Hartoyo, Sri
Metadata
Show full item recordAbstract
PT PP (Persero) Tbk merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara
(BUMN) yang bergerak di bidang jasa konstruksi antara lain menangani proyekproyek infrastruktur dan gedung-gedung bertingkat. PT PP (Persero) Tbk
senantiasa memberikan perhatian khusus kepada karyawannya, karena menyadari
pentingnya kontribusi sumber daya manusia yang dimilikinya terhadap
pencapaian tujuan perusahaan. Salah satu cara perusahaan untuk meningkatkan
kinerja dan juga motivasi karyawannya adalah dengan mengadakan penilaian
kinerja.
Penelitian ini ada tiga tujuan yaitu: (1) untuk menganalisis efektivitas sistem
penilaian kinerja yang diterapkan PT PP (Persero), Tbk menurut persepsi
karyawan, (2) untuk menganalisis hubungan jabatan karyawan dengan kondisi
sistem penilaian kinerja di PT PP (Persero) Tbk, (3) untuk menganalisis hubungan
sistem penilaian kinerja dengan kinerja karyawan di PT PP (Persero) Tbk. Batasan
penelitian ini adalah karyawan di kantor pusat PT PP (Persero) Tbk.
Pengambilan contoh dilakukan dengan menggunakan proportional stratified
random sampling dengan membagi karyawan menjadi dua tingkatan yaitu
karyawan pimpinan dan karyawan pelaksana. Kuesioner dibagikan kepada 70
responden. Analisis data digunakan dengan menggunakan analisis rataan skor
untuk menentukan efektivitas penilaian kinerja berdasarkan persepsi karyawan.
Uji Khi Kuadrat digunakan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan persepsi
karyawan pimpinan dengan karyawan pelaksana. Analisis Rank Spearman
digunakan untuk menentukan hubungan sistem penilaian kinerja dengan kinerja
karyawan. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan SPSS 20.
Sistem penilaian kinerja yang dianalisis dibagi menjadi tiga aspek yaitu: (1)
Masukan penilaian kinerja, (2) Proses penilaian kinerja, (3) Keluaran penilaian
kinerja. Faktor yang dianalisis pada masukan penilaian kinerja adalah adanya
unsur penilai, karyawan yang dinilai, dan instrumen penilaian. Aspek proses
penilaian kinerja terdiri dari metode, prosedur, frekuensi, dan komunikasi dalam
penilaian kinerja. Sedangkan faktor yang dianalisis pada aspek keluaran penilaian
kinerja yaitu insentif, gaji, pelatihan, promosi, pengembangan karir, motivasi
karyawan, dan diskusi hasil penilaian kinerja.
Berdasarkan analisis dengan menggunakan teknik rataan skor ditemukan
bahwa persepsi karyawan pimpinan mengenai aspek penilai, karyawan yang
dinilai, dan instrumen penilaian berada pada kriteria setuju dan sangat setuju
Sedangkan persepsi karyawan pelaksana mengenai aspek penilai, karyawan yang
dinilai, dan instrumen penilaian berada pada kriteria cukup setuju dan setuju.
Berdasarkan hasil tersebut kondisi masukan penilaian kinerja belum dapat
memenuhi persyaratan sistem penilaian kinerja yang baik.
Berdasarkan analisis dengan menggunakan teknik rataan skor ditemukan
bahwa persepsi karyawan pimpinan mengenai aspek metode, prosedur, frekuensi,
dan komunikasi dalam penilaian kinerja berada pada kriteria setuju dan sangat
setuju Sedangkan persepsi karyawan pelaksana mengenai aspek metode, prosedur, frekuensi, dan komunikasi dalam penilaian kinerja berada pada kriteria cukup
setuju dan setuju. Berdasarkan hasil tersebut kondisi proses penilaian kinerja
belum dapat memenuhi persyaratan sistem penilaian kinerja yang baik.
Berdasarkan analisis dengan menggunakan teknik rataan skor ditemukan
bahwa persepsi karyawan pimpinan mengenai aspek insentif, gaji, pelatihan,
promosi, pengembangan karir, motivasi karyawan, dan diskusi hasil penilaian
kinerja berada pada kriteria setuju dan sangat setuju Sedangkan persepsi karyawan
pelaksana mengenai aspek insentif, gaji, pelatihan, promosi, pengembangan karir,
motivasi karyawan, dan diskusi hasil penilaian kinerja berada pada kriteria cukup
setuju dan setuju. Berdasarkan hasil tersebut kondisi keluaran penilaian kinerja
belum dapat memenuhi persyaratan sistem penilaian kinerja yang baik.
Hasil dari uji Khi Kuadrat ditemukan bahwa tidak terdapat hubungan nyata
jabatan dengan persepsi karyawan mengenai kondisi aspek masukan (penilai dan
instrumen penilaian), proses (prosedur, frekuensi, dan komunikasi), dan keluaran
penilaian kinerja (insentif, gaji, pelatihan, karir, motivasi karyawan). Akan tetapi,
terdapat hubungan nyata jabatan dengan persepsi karyawan mengenai aspek
masukan (karyawan yang dinilai), proses (metode penilaian kinerja), dan keluaran
penilaian kinerja (promosi dan diskusi kinerja).
Dengan uji statistik Rank Spearman ditemukan bahwa sistem penilaian
kinerja memiliki hubungan yang bersifat positif dan signifikan dengan kinerja
karyawan. Nilai koefisien korelasi antara sistem penilaian kinerja dan kinerja
karyawan adalah 0,702. Hasil dari korelasi Rank Spearman menandakan bahwa
perbaikan pada sistem penilaian kinerja akan berimplikasi pada peningkatan
kinerja karyawan.
Implikasi manajerial dibagi menjadi tiga aspek yaitu aspek teknis,
manajemen, dan sosial. Secara aspek teknis, perbaikan pada kondisi masukan
penilaian kinerja dengan cara meningkatkan sosialisasi formulir penilaian kinerja.
Perusahaan harus mempertahankan dan senantiasa memperbaiki proses penilaian
kinerja yang telah diterapkan, meliputi prosedur, komunikasi, serta frekuensi
pelaksanaan penilaian kinerja. Sedangkan untuk metode penilaian kinerja,
sebaiknya penilai tidak hanya memperhatikan hasil akhir saja melainkan proses.
Perusahaan harus mempertahankan dan senantiasa memperbaiki output penilaian
kinerja terutama dalam hal pemberian insentif atau bonus kepada karyawan yang
memiliki kinerja yang baik. Selain itu, sebaiknya perusahaan mengaitkan
pengembangan karir karyawan sebagai salah satu bentuk apresiasi terhadap
kinerja karyawan. Secara aspek manajemen, usaha perbaikan dapat dilakukan
dengan cara menyelenggarakan pelatihan penilaian kinerja bagi para penilai,
melibatkan seluruh karyawan dalam proses pembentukan sistem penilaian kinerja,
komunikasi antara atasan dan bawahan ditingkatkan. Secara aspek sosial, proses
pelaksanaan penilaian kinerja dirasa adil oleh karyawan apabila prosedur-prosedur
penilaian kinerja sesuai dengan etika dan standar moral serta hasil penilaian
kinerja sesuai dengan kinerja karyawan tersebut maka akan berpengaruh terhadap
kepuasan karyawan yang kemudian akan meningkatkan kinerja karyawan.
Collections
- MT - Business [4063]
