Strategi Keunggulan Bersaing Teh Walini Ready To Drink
View/ Open
Date
2014Author
Putrianti, Oktri
Daryanto, Arief
Maulana, Agus
Metadata
Show full item recordAbstract
Teh merupakan salah satu produk unggulan Indonesia yang sudah diakui
dunia karena tingginya tingkat katekin (sebagai anti oksidan) dibandingkan
dengan teh negera lain. Pada tahun 2011 Indonesia termasuk peringkat delapan
besar dunia produsen teh setelah China, India, Kenya, Srilanka, Turki, Vietnam
dan Iran. Perkebunan teh yang menghasilkan teh terbesar di Indonesia adalah
PTPN VIII yang berada di wilayah Provinsi Jawa Barat. Provinsi Jawa Barat
menyumbang hampir 80 persen pasokan teh nasional.
Produksi teh Indonesia saat ini semakin menurun karena semakin
berkurangnya areal teh akibat adanya konversi kepada komoditas lain dan adanya
penurunan produktivitas tanaman. Hal tersebut berdampak pada perusahaan teh
nasional terutama PTPN VIII. Dengan kondisi tersebut maka untuk meningkatkan
value added dari produk teh, PTPN VIII melakukan Pengembangan komoditi teh
yang berkonsentrasi pada strategi intensifikasi dan strategi vertikal. Strategi
intensifikasi meliputi optimalisasi teknologi dan metode baru dalam
meningkatkan produktivitas tanaman dan kualitas bahan baku panen. Sedangkan
strategi yang bersifat vertikal merupakan strategi membangun industri hilir teh.
Pembentukan Industri Hilir Teh Walini PTPN VIII akan mampu meningkatkan
nilai tambah dari produk teh itu sendiri. Meningkatnya nilai tambah dari produk
PTPN VIII maka keuntungan yang diperoleh juga meningkat, sehingga akan
meningkatkan nilai perusahaan. Dengan menghasilkan produk olahan teh dalam
bentuk teh seduh dan teh celup, PTPN VIII mampu meningkatkan nilai tambah
lebih dari 200 persen dibandingkan dijual dalam bentuk raw material. Produk baru
dari PTPN VIII yang dimunculkan pada tahun 2009 yaitu ready to drink mampu
memberikan nilai tambah lebih dari 3000 persen. Tujuan dari penelitian ini yaitu
1) Menganalisis faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi volume
penjualan Teh RTD Walini, 2) Merumuskan strategi bersaing IHT Walini untuk
meningkatkan volume penjualan Teh RTD Walini, 3) Menentukan strategi
prioritas yang tepat yang dapat diterapkan oleh IHT Walini dalam upaya
meningkatkan volume penjualan Teh RTD Walini.
Dengan menggunakan analisis IFE dan EFE, faktor kekuatan, kelemahan,
peluang dan ancaman dari produk RTD Walini dapat di identifikasi. Kekuatan
yang dimiliki RTD Walini adalah ketersediaan bahan baku, keamanan produk,
kualitas produk, teh minuman kesehatan, teh walini merupakan teh organik dan
perkebunan teh yang luas. Pangsa pasar rendah, riset and development rendah,
regional market (fokus di Bandung), Tidak mampu memproduksi sendiri, jumlah
anggota spreading sedikit dan produk kurang variatif menjadi kelemahan dari
RTD Walini. Peluang yang dimiliki RTD Walini adalah adanya pesaing yang
hanya berorientasi pada harga, pola hidup masyarakat, dan calon konsumen yang
semakin banyak. Produk olahan teh sejenis, produk susbtitusi, pesaing dengan
harga rendah, dan adanya konsumen yang sensitif terhadap harga menjadi
ancaman bagi produk RTD Walini.
Penelitian ini menunjukkan bahwa perusahaan harus menerapkan strategi
pertumbuhan sesuai dengan kekuatan dan peluang bisnis yang ada. Perusahaan harus mampu memanfaatkan keunggulan bersaing dengan memanfatkan berbagai
kekuatan dan peluang yang dimiliki. Strategi pertumbuhan yang yang dapat
digunakan meliputi pengembangan pasar, penetrasi pasar, pengembangan produk
dan integrasi.
Strategi prioritas yang harus dijalankan oleh Walini untuk meningkatkan
penjualan IHT Walini adalah dengan memperluas pangsa pasar. Prioritas strategi
tersebut dipilih berdasarkan tingkat kesesuaian dengan faktor strategis internal
dan eksternal. Melaksanakan kegiatan promosi dengan menggunakan kombinasi
berbagai saluran distribusi merupakan cara yang dapat diaplikasikan secara
langsung dalam meningkatkan pangsa pasar produk RTD yang dihasilkan oleh
IHT Walini. Kegiatan promosi dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya
melalui berbagai kegiatan atau event-event dan melalui iklan agar mampu menarik
minat konsumen. Perluasan pangsa pasar yang harus dilakukan oleh IHT Walini
adalah dengan memasarkan produk yang sudah ada dengan usaha pemasaran yang
lebih gencar. Pasar Jawa Barat yang menjadi target pasar utama harus tetap
dipertahankan dan lebih ditingkatkan lagi efektivitas pemasarannya.
Pengembangan pasar dengan memperkenalkan produk RTD ke wilayah geografis
baru selain Jawa Barat yang memiliki kemampuan ekonomi menengah ke atas
seperti kota-kota besar yang ada di Indonesia menjadi langkah yang harus
dilakukan. IHT Walini harus gencar melakukan promosi ke wilayah tersebut
dengan meningkatkan kerja sama dengan distributor yakni PT Atridistribusindo.
Langkah selanjutnya adalah tetap menjaga kualitas produk dan meningkatkan
pelayanan kepada konsumen agar konsumen memiliki kepuasan yang tinggi
terhadap produk RTD sehingga pangsa pasar yang diraih oleh RTD akan semakin
meningkat.
Collections
- MT - Business [4063]
