Strategi Usaha Ayam Buras Pedaging Cv.Lan Moy Farm
View/ Open
Date
2015Author
Fransisko, Julianto
Purwadaria, Hadi K.
Rifin, Amzul
Metadata
Show full item recordAbstract
Ayam buras pedaging atau ayam kampung (Gallus domesticus) pada
awalnya adalah sebutan di Indonesia bagi ayam peliharaan yang tidak ditangani
dengan cara budidaya massal serta tidak berasal dari ras yang biasanya di hasilkan
untuk komersial. Pengembangan ternak ayam buras/ayam kampung sebagai
produk pangan komplemen dalam penyediaan daging unggas dewasa ini memiliki
prospek yang cukup baik. Keunggulan ayam buras pedaging adalah rasa
dagingnya yang khas, mempunyai pangsa pasar tersendiri. Besarnya pangsa pasar
ayam buras pedaging tercermin dari semakin banyaknya restauran yang
menggunakan daging ayam buras pedaging. Meskipun permintaan akan ayam
buras terus meningkat, namun pertumbuhan ayam buras sangatlah berjalan lambat
bahkan cenderung terus menurun terutama di daerah Jawa Barat.
Ketersediaan ayam buras pedaging yang masih kurang saat ini jika
dibandingkan dengan kebutuhan konsumsi merupakan permasalahan yang perlu
diperhatikan mengingat daging ayam merupakan bahan pangan yang penting bagi
sumber protein masyarakat. Selain itu, untuk mendukung pemenuhan ketersediaan
ayam buras pedaging maka perlu dilakukan peningkatan produksi pada pelaku
usaha ayam buras pedaging. Salah satu perusahaan ayam buras pedaging di
Bogor, Jawa Barat adalah CV. Lan Moy Farm. Perusahaan ini telah melakukan
usaha ayam buras pedaging selama 14 tahun. Saat ini perusahaan memiliki
kendala dalam mengembangkan bisnisnya untuk memenuhi kebutuhan permintaan
daging ayam. Dalam mengelola usahanya perusahaan saat ini masih menggunakan
sistem pemeliharaan yang masih tradisional. CV. Lan Moy Farm perlu melakukan
perumusan strategi yang berguna dalam membantu mengembangkan usaha dan
menghadapi permasalahan usaha saat ini. Tujuan penelitian ini adalah 1)
menganalisis faktor lingkungan internal dan eksternal yang berpengaruh terhadap
produksi ayam buras pedaging pada CV. Lan Moy Farm, 2) merumuskan
alternatif strategi yang dapat meningkatkan produksi ayam buras pedaging pada
CV. Lan Moy Farm, dan 3) menentukan prioritas alternatif strategi yang
digunakan untuk meningkatkan produksi CV. Lan Moy Farm.
Penelitian ini dilakukan dengan deskriptif kualitatif dalam bentuk studi
kasus pada CV. Lan moy Farm. Penggunaan jenis penelitian pendekatan studi
kasus ditujukan untuk mengambarkan informasi yang lebih rinci permasalahan
dari objek yang diteliti. Penelitian ini mempelajari dan menganalisis rantai nilai
pada CV. Lan Moy Farm. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari
data primer dan data sekunder, baik berupa kualitatif maupun kuantitatif. Data
primer diperoleh dengan melakukan wawancara dan kuesioner kepada responden.
Data sekunder diperoleh dari dokumen-dokumen perusahaan, berupa laporan
tahunan perusahaan. Teknik pengolahan dan analisis data terdiri dari analisis
deskriptif dan analisis lingkungan perusahaan. Alat bantu analisis yang digunakan
untuk merumuskan strategi adalah analisis SWOT-AHP.
Hasil penelitian pada analisis rantai nilai diperoleh bahwa terdapat dua saluran
pola kegiatan pasokan daging ayam buras pedaging hingga konsumen. Saluran
tersebut yaitu 1) peternak, pengepul, rumah potong ayam (RPA), supermarket/restoran, dan konsumen 2) peternak, pengepul, pasar tradisional. Pola
rantai nilai yang ada menggambarkan bahwa saat ini seluruh kegiatan penjualan
daging ayam buras pedaging di perusahaan melalui tangan pengepul. pengepul
menyalurkan seluruh hasil produksi ke rumah potong ayam dan pasar tradisional.
Analisis selanjutnya pada lingkungan internal perusahaan diperoleh hasil,
kekuatan yang dimiliki oleh perusahaan adalah sumber daya manusia yang
berpengalaman pada peternakan tradisional, keuntungan meningkat rata-rata 10%
per tahun, memiliki lahan peternakan yang belum digunakan, dan nilai penjualan
yang stabil. Sedangkan kelemahan perusahaan adalah keterampilan SDM masih
kurang, tingkat kematian ayam tinggi, dan harga pokok produksi ayam buras
pedaging tinggi. Analisis pada lingkungan eksternal perusahaan diperoleh peluang
yang dapat dimanfaatkan adalah adanya dukungan pemerintah terhadap
peternakan rakyat ayam buras pedaging, permintaan ayam buras pedaging di
Jabodetabek terus meningkat, dan peningkatan pendapatan masyarakat yang
signifikan. Kemudian ancaman yang dapat mempengaruhi perusahaan adalah
adanya perusahaan pesaing, adanya produk substitusi daging ayam ras dan
pejantan yang lebih murah, keterbatasan pasokan day old chicks (DOC), dan
serangan wabah penyakit.
Hasil analisis lingkungan eksternal dan internal perusahaan kemudian
dilakukan perumusan strategi. Hasil rumusan strategi yang diperoleh dari analisis
tersebut yaitu strategi peningkatan volume produksi ayam buras pedaging (SO),
Strategi peningkatan kemampuan sumber daya manusia (WO), memproduksi
DOC secara mandiri (ST), strategi pemasaran langsung (ST), dan Strategi
peningatan biosecurity (WT). Analisis lanjutan untuk menentukan prioritas
strategi menggunakan analisis SWOT-AHP diperoleh urutan strategi yaitu
memproduksi DOC secara mandiri, peningkatan bisosecurity, peningkatan
volume produksi ayam buras pedaging, peningkatan kemampuan SDM, dan
pemasaran langsung.
Collections
- MT - Business [4063]
