Analisis Strategi Pengembangan Usaha Batik Warna Alami Cv Naf Mandiri Sukses
View/ Open
Date
2014Author
Luthfianingtyas, Dian
Nurmalina, Rita
Rifin, Amzul
Metadata
Show full item recordAbstract
Batik merupakan karya cipta asli masyarakat Indonesia dan berasal dari
kreativitas tangan orang-orang yang berperan penting dalam menciptakan
selembar kain polos hingga menjadi batik nan indah. Pemerintah melalui
kemenperin mendorong industri batik nasional agar mampu melakukan produksi
ramah lingkungan untuk menjawab permintaan pasar global. Saat ini, batik masih
tergolong pada kelompok industri yang belum ramah lingkungan karena dominan
masih menggunakan pewarna buatan atau sintetis. Penggunaan pewarna alami
memerlukan bantuan modal cukup besar sehingga para perajin kebanyakan
menggunakan pewarna sintetis agar dapat menekan harga dan akhirnya harga
batik dapat terjangkau masyarakat diberbagai lapisan. Kemenperin melalui Balai
Batik mendorong pengembangannya penggunaan pewarna alami ramah
lingkungan untuk diperluas lagi.
CV Naf Mandiri Sukses memproduksi batik ramah lingkungan di
Kabupaten Temanggung dengan karakter warna alami yang diberi merek Laras
Tirto. Batik warna alami Laras Tirto dibuat dengan menggunakan tumbuhan
penghasil warna alami pada tekstil sebagai bahan dasar pewarnaan. Tanaman
penghasil warna alami yang digunakan dalam proses pewarnaan CV Naf Mandiri
Sukses terdiri atas tanaman tembakau, indigofera, kayu tingi, kayu jolawe, kayu
mahoni, kunyit, kayu nangka, daun mangga, dan tegeran.
CV Naf Mandiri Sukses mengawali usaha batik warna alami sejak tahun
2011. Perkembangan usaha CV Naf Mandiri Sukses mengalami dinamika bisnis
yang fluktuatif. Faktor utama minimnya peminat batik warna alami dikarenakan
harga produk tergolong mahal, kualitas warna yang dihasilkan kurang cerah, serta
sosialisasi kepada masyarakat terhadap adanya produk batik ramah lingkungan di
daerah Temanggung sendiri masih belum maksimal.
Kelemahan dari CV Naf Mandiri Sukses adalah (1) pada kelompok mitra
kerja dan penjualan langsung dengan mengusung brand Laras Tirto, penjualan
yang dilakukan perusahaan belum maksimal sehingga produksi yang dilakukan
tidak maksimal, (2) Terkadang konsumen yang melakukan order barang memesan
produk dengan jumlah yang sangat besar sehingga perusahaan harus
mempersiapkan tenaga pembatik dari desa binaan dengan jumlah yang besar pula.
Permasalahan utama adalah sebagian besar memiliki pekerjaan sampingan
sehingga perusahaan harus mengatur waktu seefisien mungkin. Pada kondisi
inilah yang menyebabkan perusahaan mengalami kendala dalam memproduksi
barang-barangnya karena bergantung pada waktu yang diluangkan oleh pembatik
kepada perusahaan. Pemasaran batik warna alami Laras Tirto di dalam negeri juga
belum dikembangkan oleh CV Naf Mandiri Sukses karena kurang maksimal
promosi dan keterbatasan jumlah produk.
Berdasarkan hasil penelitian identifikasi faktor internal perusahaan,
kekuatan yang dimiliki perusahaan adalah batik yang unik dan ramah lingkungan,
memiliki unit pelayanan pelanggan yang baik, memiliki hak paten batik warna alami, produsen tunggal batik warna alami di Temanggung dan bahan baku
pewarna mudah didapatkan. Sedangkan kelemahan yang dimiliki perusahaan
adalah promosi belum maksimal, sistem pengelolaan administrasi perusahaan
belum baik, teknologi produksi masih sederhana, keterbatasan sumber pendanaan
usaha internal, harga batik warna alami mahal, tidak memiliki tenaga pembatik
sendiri dan SDM belum terampil.
Hasil analisis faktor eksternal perusahaan yang mempengaruhi
pengembangan usaha batik warna alami Laras Tirto terdiri dari peluang dan
ancaman. Peluang tersebut antara lain potensi pasar ekspor masih luas, program
pemerintah mendukung kewajiban memakai batik, program pembinaan dan
pelatihan dari Disperindagkop dan Bapeda Temanggung, inovasi teknologi yang
semakin baik, persaingan diantara perusahaan sejenis rendah dan order barang
dalam jumlah besar dari konsumen semakin meningkat. Ancaman yang perlu
diperhatikan oleh CV Naf Mandiri Sukses, antara lain pemasok sutra dan
primisima cenderung menaikkan harga, pesaing mudah masuk pasar, antusias
masyarakat terhadap batik warna alam masih rendah, tingkat inflasi yang
fluktuatif dan harga batik printing murah.
Perumusan alternatif strategi yang diperoleh dengan mengkombinasikan
analisis faktor internal dan eksternal perusahaan, maka dihasilkan beberapa
alternatif strategi strategi yang terkait dengan pengembangan usaha batik warna
alam yang dapat dilakukan oleh CV Naf Mandiri Sukses antara lain 1)
Peningkatan kapasitas produksi (2) Pengembangan pasar (3) Peningkatan kegiatan
promosi (4) Peningkatan kualitas tenaga kerja (5) Pemanfaatan teknologi mutakhir
(6) Penambahan modal usaha (7) Merekrut dan melatih tenaga pembatik (8)
Mengembangkan desain motif batik yang exclusive (9) Mencari alternatif
pemasok bahan baku kain sutera dan primisima dan (10) Mengelompokkan
penjualan menjadi dua yaitu reguler dan premium.
Alternatif strategi yang diusulkan berdasarkan permasalahan yang terjadi
saat ini di perusahaan yaitu (1) Peningkatan kapasitas produksi (2) Pengembangan
pasar (3) Peningkatan kegiatan promosi (4) Peningkatan kualitas tenaga kerja (5)
Pemanfaatan teknologi mutakhir (6) Penambahan modal usaha (7) Merekrut dan
melatih tenaga pembatik (8) Mengembangkan desain motif batik yang exclusive
(9) Mencari alternatif pemasok bahan baku kain sutera dan primisima dan (10)
Mengelompokkan penjualan menjadi dua yaitu reguler dan premium.
Collections
- MT - Business [4063]
