Analisis Integrasi Harga Minyak Bumi, Harga Vegetable Oil Dn Produksi Biodiesel
View/ Open
Date
2015Author
Kaban, Benny Giovanni Chriesty
Achsani, Noer Azam
Priyarsono, Ds
Metadata
Show full item recordAbstract
Konsumsi energi dunia terus meningkat setiap tahun sejalan dengan
perkembangan teknologi dan kegiatan ekonomi yang semakin pesat. WEC (2014)
menunjukkan bahwa pada tahun 2011, 82% energi dunia dihasilkan oleh energi
fosil dimana minyak bumi merupakan jenis energi fosil yang paling banyak
digunakan terutama dalam bidang transportasi. Untuk mengatasi masalah
keterbatasan persediaan minyak bumi ini, para ilmuan telah menemukan sumber
energi alternatif yang bisa digunakan sebagai pengganti minyak bumi yang
dikenal sebagai biodiesel. Bahan baku untuk pembuatan biodiesel berasal dari
vegetable oil. Sehingga, hal ini tentu saja berdampak juga pada perkembangan
vegetable oil yang merupakan bahan baku utama pembuatan biodiesel (Peri dan
Baldi 2010).
Penggunaan biodiesel sebagai alternatif sumber energi baru yang fungsinya
dapat melengkapi ataupun menggantikan peran minyak bumi menyebabkan
terciptanya hubungan ekonomi antar komoditas tersebut (Applanaidu et al. 2011).
Keterkaitan yang timbul antara minyak bumi, biodiesel dan vegetable oil yang
dilatar belakangi pada keterbatasan persediaan minyak bumi sehingga
menyebabkan timbulnya kenaikan permintaan biodiesel yang berbahan dasar
vegetable oil, menyebabkan terjadinya integrasi antara pasar minyak bumi,
biodiesel dan vegetable oil.
Dalam kaitannya dengan Indonesia, penelitian ini melihat bagaimana
integrasi antara minyak bumi, vegetable oil, dan biodiesel pada level internasional
ditransmisikan terhadap negara Indonesia. Untuk melihat dampak tersebut pada
kondisi di Indonesia akan dilihat pengaruhnya terhadap kondisi harga CPO di
Indonesia serta bagaimana nilai Inflasi di Indonesia merespon hal tersebut. Hal ini
perlu dilakukan untuk melihat bagaimana respon kondisi dalam negeri Indonesia
sehingga dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan untuk pengambilan
keputusan oleh berbagai pihak, seperti investor, perusahaan-perusahaan, serta
pemerintah Indonesia.
Berdasarkan hasil penelitian ini, pada bagian pertama penelitian yang
difokuskan untuk melihat integrasi variabel pada tingkat internasional, dari hasil
analisi IRF dan FEVD diketahui bahwa fluktuasi harga CPO dunia merupakan
variabel yang paling berpengaruh terhadap fluktuasi variabel lain pada jangka
panjang.
Sementara itu dalam melihat dampak integrasi ini di Indonesia dapat
disimpulkan bahwa fluktuasi harga CPO Indonesia sangat dipengaruhi oleh
fluktuasi harga CPO dunia, fluktuasi harga CPO Indonesia sendiri, dan fluktuasi
harga minyak bumi dengan prosentasi fluktuasi paling besar berasal dari fluktuasi
harga CPO dunia sebesar 76.90% pada jangka pendek dan 70.30% pada horizon
50 bulan kedepan, sedangkan fluktuasi harga CPO Indonesia yang diakibatkan
oleh fluktuasi produksi biodiesel dunia masih sangat kecil menunjukkan bahwa penggunaan CPO Indonesia sebagai bahan baku pembuatan biodiesel di Indonesia
saat ini masih sangat rendah.
Apabila dilihat dari dampaknya pada makroekonomi dapat diketahui bahwa
fluktuasi nilai inflasi Indonesia sangat dipengaruhi oleh fluktuasi nilai inflasi
Indonesia pada bulan sebelumnya. Sementara itu, pengaruh fluktuasi variabel lain
dalam penelitian ini yang hanya berpengaruh kecil terhadap fluktuasi nilai inflasi
Indonesia dapat disimpulkan bahwa fluktuasi variabel-variabel lain yang ada pada
penelitian ini tidak menimbulkan dampak besar terhadap perekonomian di
Indonesia.
Collections
- MT - Business [4062]
