Strategi Pengembangan Pengolahan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (Studi Kasus Di Pt.Xyz)
View/ Open
Date
2015Author
Ilham, Muhammad
Daryanto, Arief
Fahmi, Idqan
Metadata
Show full item recordAbstract
Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan di
Indonesia dan memiliki kontribusi yang besar yang terlihat dalam dominasi
ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dalam struktur penerimaan
negara dari sektor nonmigas. Kegiatan pengolahan kelapa sawit menjadi CPO
akan menghasilkan bahan yang tidak termanfaatkan seperti limbah padat berupa
tandan kosong (TKS), fiber/sabut, cangkang sawit dan limbah cair. Limbah cair
tersebut merupakan sumber pencemar potensial yang dapat memberikan dampak
serius bagi lingkungan bila tidak ditangani dengan baik. Namun sebaliknya,
pengolahan limbah cair pabrik kelapa sawit yang tepat dapat memberikan banyak
manfaat, baik bagi perusahaan maupun terhadap lingkungan. PT. XYZ merupakan
perusahaan yang memiliki kebun kelapa sawit dengan kapasitas pabrik 60
ton/jam. Kapasitas produksi PKS tersebut menghasilkan limbah cair sebesar 36-48
m³/jam, dan bila pabrik beroperasi 16-18 jam/hari maka pabrik akan
menghasilkan limbah cair sebesar 576-864 m³/hari. PT. XYZ selama ini baru
memanfaatkan 45% limbah cair yang dihasilkannya untuk pupuk organik,
sedangkan 55% disimpan di kolam penampungan dan menjadi tidak
termanfaatkan. Limbah cair di kolam penampungan yang tidak dimanfaatkan
berpotensi dalam kerusakan lingkungan, sehingga PT. XYZ harus melakukan
pengembangan pengolahan limbah cair untuk mengurangi kerusakan lingkungan
serta mendapatkan manfaat lebih dari pemanfaatan limbah cair yang dihasilkan.
Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk 1)
Menggambarkan proses pengolahan limbah cair pabrik kelapa sawit PT. XYZ; 2)
Menganalisis faktor-faktor yang menjadi kekuatan dan kelemahan, serta peluang
dan ancaman yang mempengaruhi perkembangan pengolahan limbah cair pabrik
kelapa sawit di PT. XYZ; dan 3) Merumuskan strategi alternatif dan prioritasnya
bagi PT. XYZ dalam pengembangan pengolahan limbah cair pabrik kelapa sawit.
Penelitian ini dilaksanakan di PT. XYZ dan dilakukan selama enam bulan mulai
November 2013 hingga April 2014. Metode pengumpulan data dalam penelitian
ini dilakukan melalui studi pustaka, wawancara secara langsung dengan
responden ahli dan memiliki kompetensi di bidang yang dikaji, kemudian
observasi atau pengamatan secara langsung pada obyek penelitian, serta pengisian
kuesioner yang terdiri dari tiga tahap dan perhitungan matriks IFE dan EFE yakni
dengan pemberian skor oleh para responden untuk kemudian dilakukan tabulasi
skor rata-rata guna menetapkan bobot untuk faktor internal dan faktor eksternal.
Pengambilan contoh dilakukan dengan menggunakan teknik pengambilan contoh
tanpa peluang (non probability sampling) dengan penentuan responden secara
sengaja (purposive sampling) melalui pendekatan expert judgement. Adapun
teknik pengolahan dan analisis data yang dilakukan adalah dengan analisis
deskriptif, analisis faktor eksternal dan internal, analisis SWOT, dan penyusunan
Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM).
Hasil kajian deskriptif mengenai identifikasi proses pengolahan limbah cair
di PT. XYZ menunjukkan bahwa terdapat empat tahapan dalam proses pengolahan limbah cair, yakni: 1) Fat Pit (Kolam Perangkat Minyak); 2) Cooling
Pond (Kolam Pendingin); 3) Aerobic Pond (Kolam Aerobik); dan 4) Settling
Pond atau area pengendap akhir. Adapun untuk identifikasi dari faktor strategis
internal dan eksternal, didapatkan hasil bahwa terdapat tujuh faktor strategis
internal yang terdiri dari kekuatan dan kelemahan, meliputi: 1) Kepastian pasokan
bahan baku; 2) Sumber daya manusia yang handal; 3) Nilai yang ekonomis dan
ramah lingkungan; 4) Kapasitas tampung kolam limbah yang luas; 5) Kurangnya
perawatan instalasi pengolahan limbah; 6) Tidak tersedianya anggaran dalam
pengembangan pengolahan limbah; dan 7) Belum maksimalnya pemanfaatan
limbah. Untuk identifikasi faktor strategis eksternal, didapatkan hasil bahwa
terdapat tujuh faktor strategis eksternal yang terdiri dari peluang dan ancaman,
meliputi: 1) Adanya regulasi tentang pengolahan limbah dan pemanfaatan energi
terbarukan; 2) Adanya program pengembangan budidaya kelapa sawit
berkelanjutan (ISPO: Indonesia Sustainable Palm Oil); 3) Meningkatnya
perkembangan teknologi pengolahan limbah cair pabrik kelapa sawit; 4)
Meningkatnya permintaan energi dunia dan kecenderungan berkurangnya
ketersediaan energi dari fosil; 5) Proses perizinan yang lama dari pemerintah
daerah; 6) Tersedianya energi alternatif terbarukan yang murah (cangkang); dan
7) Tingkat kesadaran penggunaan energi alternatif yang masih rendah.
Berdasarkan hasil dari matriks evaluasi faktor internal, dari empat faktor kekuatan
PT. XYZ kekuatan utama yang dimiliki perusahaan adalah adanya prospek
pengembangan limbah cair yang ekonomis dan ramah lingkungan, sedangkan dari
tiga faktor kelemahan yang dimiliki PT. XYZ, kelemahanya utama perusahaan
adalah tidak tersedianya anggaran dalam pengembangan pengolahan limbah. Total
skor terbobot adalah 3.061 yang berarti posisi internal PT. XYZ cukup kuat
sehingga mampu bersaing dengan perusahaan di industri sejenis. Berdasarkan
hasil evaluasi faktor eksternal dapat dilihat bahwa dari empat faktor peluang yang
ada, peluang yang harus diprioritaskan untuk ditindaklanjuti adalah program
pengembangan budidaya kelapa sawit berkelanjutan (ISPO : Indonesia
Sustainable Palm Oil), sedangkan dari tiga faktor ancaman, hal yang harus
diprioritaskan untuk ditangani adalah tersedianya energi alternatif terbarukan yang
murah (cangkang). Total skor terbobot adalah 3.000 yang berarti PT. XYZ cukup
responsif terhadap isu-isu strategik eksternal tersebut. Berdasarkan analisis
SWOT, didapatkan hasil berupa 3 strategi SO (Strength – Opportunity), 2 strategi
WO (Weakness – Opportunity), 1 Strategi ST (Strength – Threat) dan 1 strategi
WT (Weakness – Threat). Berdasarkan hasil analisis QSPM, prioritas strategi
terbaik yang dapat dilakukan saat ini adalah 1) Mengembangkan konsep eliminasi
limbah; 2) Bekerjasama dengan Direktorat Pengolahan dan Pemanfaatan Hasil
Pertanian (PPHP) untuk pendampingan pada proses pengolahan limbah cair; 3)
Menganggarkan dana untuk program pengembangan pengolahan limbah cair; 4)
Mengadakan program sosialisasi kepada seluruh stake holder tentang pengolahan
limbah cair menjadi biogas; 5) Membangun instalasi pembangkit listrik tenaga
biogas dari limbah cair; dan 6) Memperbaiki sistem manajemen pengolahan
limbah; dan 7) Meningkatkan kesadaran pemanfaatan energi terbarukan yang
berasal dari limbah cair.
Collections
- MT - Business [4063]
