Strategi Pengembangan Klaster Industri Kelapa Sawit Indonesia Berbasiskan Konektivitas Perdagangan Internasional
View/ Open
Date
2014Author
Aryanthi, Dwi
Gumbira-Sa'Id, E.
Djohar, Setiadi
Metadata
Show full item recordAbstract
Indonesia merupakan negara produsen dan pengekspor kelapa sawit terbesar
di dunia yang memiliki tiga kawasan klaster industri kelapa sawit yaitu yaitu
kawasan Sei Mangkei (Sumatera Utara), Duma (Riau), dan Maloy (Kalimantan
Timur). Ketiga kawasan tersebut saat ini belum terkoneksi dengan baik dengan
pasar domestik dan pasar internasional. Sehingga, untuk melakukan pengiriman
harus dilakukan transhipment yang menyebabkan produk-produk kelapa sawit
Indonesia kalah bersaing dengan produk kelapa sawit Malaysia terutama untuk
produk-produk hilir kelapa sawit. Berdasarkan hal ini, diperlukan suatu strategi
untuk mengembangkan klaster industri kelapa sawit Indonesia yang berbasiskan
perdagangan internasional.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi aktual KIKS
Indonesia (Sei Mangkei, Dumai, dan Maloy), khususnya infrastruktur pendukung
dan konektivitas di ketiga wilayah tersebut, menentukan faktor-faktor (internal
dan eksternal) yang mempengaruhi pengembangan KIKS Indonesia, dan
merumuskan prioritas strategi yang tepat untuk mengembangkan KIKS Indonesia
sehingga dapat bersaing di pasar global dan Indonesia dapat menjadi pintu masuk
perdagangan global khususnya Asia. Penelitian ini menggunakan Model “Berlian”
Porter yang telah diadopsi sesuai dengan kondisi di ketiga wilayah KIKS
Indonesia, menggunakan analisis kesenjangan, dan Analytical Hierarchi Process
(AHP).
Berdasarkan hasil analisis faktor lingkungan prioritas penentu utama dalam
pengembangan klaster industri kelapa sawit adalah Infrastruktur Pendukung (jalan
raya, rel kereta api, dan fasilitas pelabuhan serta akses menuju pelabuhan dan
KIKS di ketiga wilayah). Aktor penentu utama dalam pengembangan klaster
industri kelapa sawit di adalah pemerintah. dengan tujuan prioritas penentu yang
utama adalah menciptakan konektivitas internasional. Terdapat tiga strategi yang
dapat dikembangkan dalam upaya pengembangan klaster industri kelapa sawit di
Indonesia pada masa yang akan datang. Strategi utama yang dibutuhkan dalam
pengembangan klaster industri kelapa sawit yaitu peningkatan infrastruktur.
Strategi tersebut dapat dilakukan jika pemerintah, pihak swasta, akademisi, dan
masyarakat mampu bekerjasama dan terintegrasi. Pemerintah dalam konteks
terdiri dari kementrian perekonomian, kementrian perindustrian dan perdagangan,
kementrian perhubungan laut, PT PELINDO, dan Pemda setempat. Pihak swasta
dalam konteks ini yaitu perusahaan yang memproduksi dan mengelola kelapa
sawit dan perusahaan shipping line.
Collections
- MT - Business [4063]
