Kajian Usahatani Jagung (Perbandingan Pola Kemitraan dan Pola Mandiri Di Kabupaten Jember)
View/ Open
Date
2015Author
Mukti, Masetya
Achsani, Noer Azam
Subagja, Hariadi
Metadata
Show full item recordAbstract
Kabupaten Jember sebagai salah satu sentra produksi jagung Nasional.
Terdapat beberapa perusahaan pembenihan jagung berskala besar yang ada di
Jember, yaitu PT. Dupont Indonesia (Pioneer), PT. Bisi International Tbk.,
Syngenta dan Monsanto. Sehingga petani jagung dibedakan menjadi dua
berdasarkan pola yaitu pola kemitraan yang mengikuti perusahaan pembenihan
dan pola mandiri. Kedua pola tersebut memiliki beberapa perbedaan mengenai
penggunaan faktor produksi dan Pendapatannya.
Penelitian ini secara umum bertujuan untuk melakukan kajian usahatani,
menganalisa sejauh mana usahatani baik dari pola kemitraan maupun pola mandiri
dapat menguntungkan dan meningkatkan pendapatan petani. Secara khusus tujuan
penelitian ini adalah menganalisis efisiensi faktor-faktor produksi usahatani pola
kemitraan dengan pola mandiri, menganalisis pendapatan petani jagung yang
mengikuti pola kemitraan dengan pola mandiri, dan mengkaji usahatani jagung
dengan membandingkan pola kemitraan dan mandiri.
Desain penelitian ini adalah survei, sumber data penelitian ini diperoleh
dengan penyebaran kuisioner secara langsung dan wawancara tatap muka kepada
responden yaitu petani jagung pola mandiri sebanyak 40 responden yang terbagi
20 responden petani jagung pola kemitraan dan 20 responden petani jagung pola
mandiri menggunakan metode Proportionate Stratified Random Sampling.
Hasil penelitian dengan menggunakan analisis fungsi produksi CobbDouglas memperlihatkan pada usahatani jagung baik pola kemitraan dan pola
mandiri, semua faktor produksi yaitu tenaga kerja (X1), pupuk (X2), pestisida (X3),
luas lahan (D1) dan benih (D2) secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan
terhadap produksi (Y). Secara parsial, pada usahatani jagung pola kemitraan
variabel yang memiliki pengaruh signifikan adalah pupuk (X2), pestisida (X3) dan
luas lahan (D1), sedangkan untuk usahatani jagung pola mandiri variabel yang
memiliki pengaruh signifikan adalah pupuk (X2), luas lahan (D1) dan benih (D2).
Berdasarkan analisis pendapatan, diperoleh nilai rata-rata keuntungan
usahatani jagung di Kabupaten Jember pada pola kemitraan sebesar Rp.
10.129.715,00 per Ha dan pada pola mandiri sebesar Rp. 11.603.928,00 per Ha.
Nilai R/C ratio pada pola kemitraan adalah 3,21, sedangkan pada pola mandiri
adalah 3,03.
Kajian usahatani Jagung antara pola kemitraan dan pola mandiri terdapat
perbedaan di dalam beberapa aspek, yaitu aspek permodalan, lahan, produksi, dan
pemasaran.
Collections
- MT - Business [4063]
