View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh Kebijakan Bisnis Operator Telekomunikasi Indonesia Terhadap Kinerja Keuangan dan Resiko Kebangkrutan

      Thumbnail
      View/Open
      full text (3.373Mb)
      Date
      2015
      Author
      Arlinda
      Achsani, Noer Azam
      Saptono, Imam Teguh
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Merger dan akuisisi merupakan salah satu strategi perusahaan untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja keuangan, pertumbuhan dan diversifikasi usaha. Merger dan akuisisi dalam penelitian ini adalah merger dan akuisisi yang dilakukan antar perusahaan dalam industri yang sama. Tujuan lain dari merger dan akuisisi ini adalah agar perusahaan dapat bertahan dalam persaingan bisnis yang ketat, contohnya bisnis telekomunikasi Indonesia yang telah mengalami penetrasi pasar lebih dari 100% dan cenderung jenuh. Beberapa contoh perusahaan telekomunikasi Indonesia yang telah melakukan merger dan akuisisi atau diakuisisi adalah Telkom Indonesia, Indosat, SmartFren dan Bakrie Telecom. Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisa dampak dari merger dan akuisisi terhadap kinerja keuangan dengan menggunakan beberapa rasio keuangan, nilai tambah perusahaan dan nilai saham fundamental sebagai proxy, DSC dan Altman Z-Score sebagai proxy kesulitan keuangan dan pangsa pasar terhadap lima besar operator telekomunikasi Indonesia. Analisis menggunakan Uji T berpasangan, menunjukkan ada perbedaan yang signifikan untuk ROA dan MVA pada Bakrie Telecom, MVA dan total Debt to Equity Ratio pada SmartFren dan beberapa rasio keuangan, EVA, MVA, PER dan PBV untuk Indosat dan Telkom. Perbedaan dampak pada beberapa variabel ini disebabkan oleh perbedaan durasi pasca merger dan akuisisi untuk tiap perusahaan yang diamati. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa DSC sebagai proxy lebih tepat untuk menggambarkan kesulitan keuangan selama lima perusahaan-perusahaan ini Indonesia dibandingkan dengan Altman Z-Score. Tulisan ini juga menunjukkan tidak ada perubahan dalam pangsa pasar untuk lima perusahaan setelah merger dan akuisisi.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167257
      Collections
      • MT - Business [4063]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository