Strategi Pengembangan Usaha Kopi Spesial Pada Pt. Sinar Mayang Lestari
View/ Open
Date
2015Author
Aknesia, Vharessa
Daryanto, Arief
Kirbrandoko
Metadata
Show full item recordAbstract
Hasil penelitian National Coffee Association (NCA) memperlihatkan bahwa
konsumsi kopi spesial saat ini sudah mencapai 30% dari konsumsi kopi di Amerika
(Gaille 2013). Pola konsumsi masyarakat dunia saat ini sudah bergeser dari
peminum kopi menjadi penikmat kopi. Konsumsi kopi diprediksi akan terus
berkembang seiring pertumbuhan masyarakat kelas menengah. Penetrasi coffee
shop specialty yang tumbuh sejak tujuh tahun terakhir juga memiliki peranan dalam
peningkatan konsumsi kopi (Hidayat 2014).
Indonesia memiliki beragam jenis kopi Arabika spesial yang tidak dimiliki
oleh negara lain. Salah satu kopi spesial yang perlu dikembangkan adalah kopi
Arabika Java Preanger yang berasal dari daerah Jawa Barat. Perusahaan yang saat
ini memproduksi dan mengembangkan kopi tersebut adalah PT Sinar Mayang
Lestari. PT Sinar Mayang Lestari didirikan pada 12 November 2012 untuk
memperkenalkan jenis kopi Arabika Java Preanger ke pasar lokal dan
internasional.
Penelitian ini memiliki dua tujuan yaitu : (1) menganalisis keunggulan
bersaing yang dimiliki oleh PT Sinar Mayang Lestari dan (2) merumuskan alternatif
strategi bagi PT Sinar Mayang Lestari untuk mengembangkan usahanya di masa
yang akan datang.
Analisis rantai nilai menunjukkan bahwa perusahaan saat ini masih memiliki
ketergantungan yang terhadap aktor-aktor yang berada di luar perusahaan. Jenis
varietas yang digunakan dan banyaknya jumlah tanaman belum menghasilkan turut
menjadi penyebab rendahnya produktivitas. Faktor cuaca juga ikut mempengaruhi
tingkat produksi tanaman kopi. Perusahaan saat ini mengalami kesulitan dalam
menyeragamkan mutu akibat lokasi beberapa petani mitra dan agen cukup jauh dari
lokasi pabrik.
Pendekatan berbasis sumberdaya dengan kerangka kerja VRIO digunakan
untuk mengindentifikasi keunggulan yang dimiliki perusahaan saat ini. PT Sinar
Mayang Lestari memiliki keunggulan bersaing yang bersifat sementara terhadap
sumberdaya teknologi dan reputasi. Keunggulan tersebut perlu terus dikembangkan
agar menjadi keunggulan bersaing berkelanjutan. Pada analisis transfer nilai terlihat
bahwa nilai tambah yang dihasilkan oleh produk turunan dari biji kopi menjadi
secangkir kopi memiliki jumlah yang terbesar di antara semua tahapan rantai nilai.
Hal ini dapat menjadi pertimbangan bagi perusahaan dalam pengembangan usaha
ke depannya.
Faktor strategis eksternal dan internal dimasukkan ke dalam matriks SWOT
untuk dikombinasikan dan menghasilkan enam alternatif strategi bagi perusahaan.
Pilihan strategi tersebut dipilih dengan menggunakan AHP untuk mementukan
bobot prioritasnya. Strategi yang menjadi prioritas utama adalah memperbanyak
produksi kopi jenis natural dan honey, kemudian diikuti dengan strategi
membangun coffee center di lokasi perkebunan untuk sharing knowledge dan
inovasi kepada petani petani, meningkatkan kompetensi SDM di bidang
perkebunan, pasca panen, dan promosi, membangun sistem manajemen secara
bertahap, integrasi ke depan dengan membangun usaha kopi roasting dan bubuk
dan memaksimalkan kemampuan lahan dan SDM yang dimiliki melalui riset dan
pengembangan.
Collections
- MT - Business [4062]
