Analisis Kinerja Pd.Bpr (Bank Perkreditan Rakyat) Pasar Bogor Dengan Metode Balance Scorecard
View/ Open
Date
2014Author
Wibowo, Aryanto Fery
Maarif, M. Syamsul
Hartoyo, Sri
Metadata
Show full item recordAbstract
Kinerja organisasi publik pada era sekarang ini menjadi sorotan banyak
pihak. Pelayanan publik yang prima menjadi tuntutan mutlak bagi organisasi
publik dimana yang termasuk didalamnya adalah instansi pemerintah, baik
pemerintah pusat maupun daerah. Hal ini menyebabkan organisasi publik diukur
keberhasilannya melalui efektivitas dan efisiensi dalam memberikan pelayanan
kepada masyarakat. Balanced scorecard merupakan metode penilaian kinerja
dengan mekanisme berfokus kepada strategi karena penerapannya memungkinkan
semua unit dalam organisasi memberikan kontribusi secara terukur pada
pelaksanaan strategi organisasi untuk mencapai visi, misi dan tujuannya.
Balanced Scorecard sebagai alat analisis didalam menganalisa kinerja PD. BPR
(Bank Perkreditan Rakyat) Pasar Bogor. Bertujuan untuk mengukur kinerja
intansi, bagaimana pelaksanaan pengukuran dan apa yang dihasilkan menjadi
masukan bagi instansi untuk perbaikan di periode anggaran berikutnya. Objek
penelitian yang diambil adalah semua pegawai instansi. Metode yang dipakai
dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara dan survei. Jumlah total
responden ada 43 orang, yaitu semua pegawai instansi. Metode pengolahan data
menggunakan analisis deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan kinerja PD. BPR
Bank Pasar Bogor tahun 2013 termasuk kedalam kategori excellent, hal ini sesuai
dengan perolehan total skor keseluruhan dari perspektif balanced scorecard
sebesar 90.60%. Perspektif finansial berkontribusi sebesar 27.78%, perspektif
pelanggan sebesar 28.89%, perspektif proses bisnis internal sebesar 22.22% dan
perspektif pembelajaran dan pertumbuhan sebesar 21.11%. Aspek yang perlu
ditingkatkan sebagai upaya yang dilakukan instansi untuk meningkatkan kinerja
adalah dengan memperhatikan sasaran strategi pada perspektif pembelajaran dan
pertumbuhan, walaupun dinilai mampu dalam memberikan kepuasan kerja
pegawai namun perlunya meningkatkan motivasi pegawai demi tercapainya target
dan misi perusahaan.
Beberapa saran yang direkomendasikan untuk melakukan beberapa hal
sebagai berikut : 1) Pedoman bagi instansi dalam menggunakan penilaian kinerja
balanced scorecard : perspektif keuangan dalam konteks efisiensi operasi,
perspektif pelanggan sebagai kegiatan utama perusahaan, perspektif proses bisnis
internal dalam konteks metodologi dan pola operasi, dan perspektif pertumbuhan
dan pembelajaran sebagai motivasi dan pelatihan SDM. 2) Perlu melakukan
perumusan kembali dalam penentuan sasaran strategi dan juga penentuan lagging
indicator dan leading indicator apabila tidak relevan pada kondisi saat itu.
Collections
- MT - Business [4063]
