Rancang Bangun Prototipe Sistem Pendukung Keputusan Pengembangan Layanan Teknologi Internet Banking Di Pt.Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
View/ Open
Date
2014Author
Gautama, Ilham Arief
Seminar, Kudang Boro
Yuliati, Lilik Noor
Metadata
Show full item recordAbstract
Laju perkembangan sistem informasi mempengaruhi hampir dari semua
kegiatan manusia, baik dari kehidupan sehari-hari maupun dunia bisnis.
Perkembangan teknologi dan sistem informasi yang sangat pesat ini juga secara
langsung berkaitan dengan perkembangan internet serta pertumbuhan pengguna
internet itu sendiri dalam satu dekade terakhir. Perkembangan tersebut nyatanya
telah menyebabkan terjadinya perubahan yang signifikan pada industri perbankan
khususnya dalam pola pengambilan keputusan pada pelaksana teknis maupun
pimpinan pada semua jenjang. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (Bank
BRI) yang merupakan bank dengan jaringan terbesar di Indonesia telah
memanfaatkan teknologi informasi sebagai suatu kesatuan sistem dalam
memberikan pelayanannya. Saat ini BRI telah mengembangkan sistem layanan
berbasis teknologi dengan menggunakan jaringan internet yang disebut dengan
layanan e-banking / electronic banking.
Salah satu wujud implementasi layanan e-banking yang telah digunakan
BRI guna optimalisasi dan mempertahankan daya saing adalah layanan BRI iBank
(Internet Banking BRI). Implementasi internet banking nyatanya banyak
memberikan manfaat dua arah bagi pihak bank maupun nasabahnya. Bagi
nasabah, layanan ini memberikan kemudahan dan kecepatan dalam melakukan
berbagai macam transaksi perbankan tanpa harus terkendala dengan tempat dan
waktu dan juga terkait risiko keamanan pencurian. Disisi lain, bagi pihak bank
platform tersebut dapat menjadi solusi lain dalam pengembangan infrastruktur
perbankan yang cukup efektif dan efisien dibanding menambah jumlah outlet
ATM. Pengembangan layanan merupakan proses yang sangat menentukan
keberhasilan layanan. Sistem pendukung keputusan (SPK) atau Decision support
system (DSS) adalah suatu sistem informasi yang berbasis komputer yang dapat
membantu mananjemen dalam menghasilkan berbagai alternatif keputusan guna
menangani berbagai permasalahan yang terstruktur ataupun tidak terstruktur
dengan menggunakan data dan model.
Dengan digunakannya aplikasi yang memiliki berbagai informasi yang
bersifat komprehensif, maka tugas dari para manajer untuk menentukan kebijakan
pengembangan layanan internet banking akan semakin terbantu dan dapat
berlangsung secara efektif dan efisien. Secara umum penelitian ini akan mengkaji
mengenai faktor kritis apa saja yang berpengaruh dan bagaimana desain sistem
pendukung keputusan pengembangan layanan internet banking serta apa implikasi
manajerial yang dapat dirumuskan terkait hal tersebut. Penelitian ini dilakukan
dengan pendekatan deskriptif dan studi kasus. Metode yang digunakan dalam
perancangan sistem yaitu dengan menggunakan pendekatan pengembangan
aplikasi cepat (Rapid Application Development - RAD) dan mengacu pada siklus
hidup pengembangan sistem (System Development Life Cycle - SDLC) serta
dengan metode prototipe.
Sistem pendukung keputusan (SPK) yang dikembangkan terdiri dari tiga
model. Model pertama untuk menganalisis lingkungan internal dan eksternal
pengembangan layanan menggunakan metode internal factor evaluation (IFE) –
external factor evaluation (EFE). Model kedua untuk menganaliss prioritas
strategi terbaik menggunakan metode quantitative strategic planning matrix
(QSPM) berdasarkan hasil analisis SWOT. Model ketiga untuk menganalisis area
pengembangan potensial menggunakan metode perbandingan eksponensial (MPE)
yang akan menjawab kebutuhan manajemen dalam upaya memperluas jangkauan
geografis dari penggunaan layanan internet banking. Berdasarkan hasil kajian
yang dilakukan, penentuan kriteria-kriteria penentu dalam keberhasilan
pengembangan layanan teknologi internet banking dikelompokan ke dalam empat
bagian yaitu kekuatan (kualitas layanan, insentif penggunaan layanan, teknologi
yang digunakan, jumlah nasabah, jumlah outlet dan ATM BRI serta modal dan
investasi untuk pengembangan layanan), kelemahan (kapasitas sumber daya
manusia dan aktivitas sosialisasi dan pemasaran layanan), peluang (perkembangan
kebutuhan perbankan nasabah, perkembangan jenis produk perbankan, jumlah
nasabah bank pesaing, jumlah outlet dan ATM bank pesaing, perkembangan
teknologi informasi, pengaruh perbankan global dan kondisi makro ekonomi),
serta ancaman (jumlah pengguna layanan bank pesaing, tingkat adaptasi nasabah
terhadap layanan teknologi, persepsi nasabah serta kepuasan nasabah).
Rancangan konseptual sistem pendukung keputusan (SPK) “SpeakerNet”
memiliki dua sub tujuan utama yang dijabarkan ke dalam tiga model. Sub tujuan
pertama yaitu menetapkan prioritas alternatif strategi dalam hal akuisisi dan
aktivasi pengguna baru yang merupakan penjabaran dari metode SWOT. Sub
tujuan kedua yaitu prioritas lokasi pengembangan memiliki enam kriteria yang
yang meliputi jumlah penduduk, sosial ekonomi, infrastruktur transportasi,
infrastruktur jaringan komunikasi, iklim industri dan posisi kredit perbankan.
Prototipe sistem yang dirancang menggunakan PHP (PHP : Hypertext
Prepocessor) sebagai aplikasi untuk menampilkan sistem ke dalam format web.
Keseluruhan kelompok data yang ada dan saling berhubungan tersebut disimpan
ke dalam basis data MySQL sebagai media penyimpanan.
Collections
- MT - Business [4063]
