Hubungan Faktor-Faktor Penyaluran Kredit Dengan Kinerja Keuangan Lembaga Keuangan Non-Bank: Studi Kasus Di Pt.Xyz Cabang Jakarta
View/ Open
Date
2014Author
Nurianingsih, Resti
Siregar, Hermanto
Sasongko, Hendro
Metadata
Show full item recordAbstract
Non Performing Loan (NPL) merupakan salah satu indikator untuk
menunjukkan kualitas portfolio kredit dengan melakukan penilaian terhadap
laporan kinerja keuangan lembaga keuangan. Tingginya tingkat NPL menujukkan
semakin besar risiko kredit yang ditanggung oleh pihak kreditur (lembaga
keuangan) dan akan meningkatkan premi risiko yang berdampak pada tingginya
suku bunga kredit. Oleh karena itu, sebelum melakukan penyaluran kredit,
lembaga keuangan harus memperhatikan kriteria 5C, yaitu character, capacity,
capital, collateral, dan condition. Kriteria 5C dapat menentukan penilaian
terhadap kelayakan usaha calon debitur untuk mengetahui besarnya pendapatan
atau penghasilkan agar lembaga keuangan dapat terhindar atau menekan sekecil
mungkin terjadinya risiko kredit bermasalah hingga kepada kredit macet.
PT XYZ merupakan lembaga keuangan bukan bank (LKBB) yang
ditugaskan oleh Bank Indonesia berdasarkan Peraturan Bank Indonesia
No.2/3/PBI/2000 untuk menyalurkan kredit tidak langsung yang berasal dari
angsuran pokok KLBI kepada KMK-BPR/PMK-BPRS KPKM-BPR/PPKMBPRS. Oleh sebab itu, PT XYZ mempunyai banyak informasi mengenai berbagai
kasus sehubungan dengan penyaluran kredit. Tujuan penelitian adalah (1)
mendeskripsikan faktor-faktor dalam penyaluran kredit (2) menganalisis
hubungan faktor-faktor tersebut dengan kinerja keuangan, dan (3) merumuskan
implikasi manajerial yang akan dilakukan perusahaan terkait dengan faktor-faktor
dalam penyaluran kredit tersebut.
Penelitian ini dilakukan di PT XYZ Cabang Jakarta dengan 35 unit LUM
dari bulan Januari sampai dengan Juli 2013. Pendekatan penelitian menggunakan
analisis kriteria 5C dan penilaian terhadap kinerja keuangan, serta pengumpulan
data dilakukan melalui penyebaran kuesioner yang berisikan pernyataanpernyataan yang diukur menggunakan skala Likert, wawancara dan studi pustaka.
Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi rank spearman dan program
SPSS for windows (Statistical Product and Service Solution) untuk menguji
validitas dan reliabilitas kuesioner. Pengujian ini dilakukan untuk mengkaji
keeratan hubungan antara kriteria 5C dalam penyaluran kredit dengan kinerja
keuangan berdasarkan CAMEL.
Berdasarkan hasil analisis hubungan variabel kriteria 5C dengan kinerja
keuangan menggunakan korelasi rank spearman bahwa tingkat keeratan hubungan
kriteria 5C dengan kinerja keuangan adalah “sedang”, yakni dengan koefisien
korelasi sebesar 0.478 dan signifikan pada α = 5%. Persepsi responden dari hasil
pengisian kuesioner mengenai kriteria 5C dalam penyaluran kredit adalah
character, capacity, collateral, capital dan condition of economy. Hal ini berbeda
dari hasil yang diperoleh menggunakan analisis rank spearman adalah capacity,
condition of economy, collateral, character dan capital.
Adanya perbedaan yang diperoleh antara persepsi responden dan hasil
analisis merupakan penilaia\n atas individu nasabah dalam proses pengupayakan kredit mikro yang prudent/berkualitas. Penilaian pada persepsi responden
(character, capacity, collateral, capital dan condition) bersifat “before the fact”
atau bersifat pencegahan (preventif) yang diberlakukan kepada setiap individu,
sedangkan penilaian berdasarkan hasil (capacity, condition of economy,
collateral, character dan capital) lebih menggambarkan kondisi “hasil” atau
“after the fact” setelah kredit disalurkan kepada nasabah dan terjadi dinamika
selama perkembangan kredit. Kriteria dengan prioritas character, capacity,
collateral, capital, dan condition of economy adalah dimulai dari kebijakan
normatif yang dihayati oleh pelaksanaan kredit dan dilakukan oleh manajer,
karena Condition tidak bisa dikendalikan oleh perusahaan dan penilaiannya
dilakukan oleh top management, Capital tidak terlalu diutamakan oleh sektor
mikro, Collateral merupakan second way-ouy. Prioritas lebih diletakkan pada
character (kemauan membayar) dan capacity (kemampuan membayar). Secara
garis besar, hasil kinerja keuangan kredit pada akhirnya lebih ditunjukkan oleh
faktor capacity, condition, collateral, character dan capital; mengingat kedua
faktor pertama (capacity dan condtiton) lebih dipengaruhi oleh kondisi industri
(persaingan) kredit mikro dan kondisi ekonomi.
Collections
- MT - Business [4062]
