Pengaruh Budaya Organisasi dan Komitmen Organisasi Terhadap Kesiapan Berubah Di Ajb Bumiputera 1912
View/ Open
Date
2015Author
Suwaryo, Joko
Daryanto, Heny K.
Maulana, Agus
Metadata
Show full item recordAbstract
Dalam lingkungan global, regional maupun lokal yang dinamis, organisasi
harus siap menghadapi tantangan perubahan. AJB Bumiputera 1912 menghadapi
perubahan di lingkungan industri asuransi jiwa dengan menyusun program
transformasi dan restrukturisasi yang memfokuskan pada 4 bidang yaitu:
keuangan dan investasi, pemasaran, operasi serta sumberdaya manusia dan tata
kelola perusahaan. Eksekusi program transformasi dan restrukturisasi yang
membawa perubahan di perusahaan bergantung pada kesiapan karyawan dalam
menyikapi program-program perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis kesiapan karyawan di AJB Bumiputera 1912 dalam menyikapi
perubahan yang dilakukan terkait dengan budaya organisasi dan komitmen
organisasi.
Penelitian dilakukan di Kantor Pusat AJB Bumiputera 1912 pada bulan
Agustus dan September 2014 dengan obyek penelitian karyawan dengan
pengambilan sample secara purposive sampling. Jumlah sample terpilih sebanyak
190 responden yang mengisi kuesioner tentang persepsi karyawan terhadap
budaya organisasi saat ini, budaya organisasi yang disukai, komitmen organisasi
dan kesiapan berubah. Data penelitian yang dikumpulkan berupa skor tingkat
persetujuan atas persepsi dengan skala Likert 1-6 serta data demografi karyawan.
Alat statistik yang digunakan adalah analysis of variance (ANOVA) untuk
menganalisis perbedaan rataan skor, uji kebebasan chi-square untuk menganalisis
hubungan asosiatif antara faktor demografis dengan variabel laten penelitian serta
Structural Equation Modeling (SEM) berbasis kovarian untuk menganalisis model
pengukuran dan model struktural penelitian.
Profil budaya organisasi saat ini didominasi budaya role dan budaya
organisasi yang disukai didominasi budaya achievement. Komitmen afektif
mendominasi profil komitmen organisasi dan participating mendominasi profil
kesiapan berubah. Perbedaan rataan skor antar dimensi budaya organisasi saat ini
dan budaya organisasi yang disukai menunjukkan hasil yang signifikan, hal ini
menunjukkan adanya perubahan orientasi budaya organisasi. Faktor demografis
yang memiliki perbedaan rataan skor signifikan antara dimensi budaya organisasi
saat ini dan budaya organisai yang disukai adalah faktor usia dalam dimensi
budaya power, masa kerja dalam dimensi budaya role, achievement dan support
serta faktor jabatan dalam budaya achievement. Faktor usia memiliki hubungan
yang signifikan dengan persepsi budaya organisasi saat ini dan komitmen
organisasi, sedangkan masa kerja memiliki hubungan yang signifikan dengan
komitmen organisasi. Hasil evaluasi model pengukuran padamodel dengan
budaya organisasi saat ini sebagai variabel eksogen (model-1) menunjukkan
dominasi indikator pada konstrak budaya organisasi, komitmen organisasi dan
kesiapan berubah masing-masing adalah achievement, afektif dan promoting,
sedangkan pada model dengan variabel budaya organisasi yang disukai sebagai variabel eksogen (model-2) adalah support, afektif dan participating. Analisis
hubungan kausal dalam model struktural menunjukkan bahwa pada model-1,
budaya organisasi saat ini berpengaruh positif terhadap komitmen organisasi
namun berpengaruh negatif terhadap kesiapan berubah. Analisis pada model-2
menunjukkan bahwa budaya organisasi yang disukai berpengaruh positif baik
terhadap komitmen organisasi maupun kesiapan berubah. Komitmen organisasi
berpengaruh positif terhadap kesiapan berubah di kedua model. Model kesiapan
berubah dengan variabel eksogen budaya organisasi yang disukai menggambarkan
model yang cocok dan sesuai dengan kajian teori serta hipotetis penelitian.
Proses perubahan yang dicanangkan dalam program transformasi dan
restrukturisasi memerlukan redesign budaya organisasi yang berorientasi pada
budaya support guna mendukung kesiapan karyawan untuk berubah. Sikap
karyawan terhadap organisasi dalam bentuk komitmen organisasi perlu
ditingkatkan selaras dengan budaya organisasi sehingga menjadi penguat terhadap
kesiapan karyawan untuk berubah dengan prioritas peningkatan komitmen afektif
serta memberi kesempatan karyawan untuk berperan aktif dalam program
perubahan.
Collections
- MT - Business [4063]
