Analisis Strategi Portofolio Bisnis Pt.Beton Jaya
View/ Open
Date
2014Author
Kristiningrum, Anyes
Fahmi, Idqan
Djohar, Setiadi
Metadata
Show full item recordAbstract
Setiap perusahaan memiliki tujuan dasar untuk mendapatkan keuntungan oleh
karena itu diperlukan manajemen strategik dalam pencapaian tujuan perusahaan. PT
Beton Jaya memiliki visi menjadi perusahaan terdepan dalam industri beton, jasa
konstruksi dan investasi dengan memenuhi kepuasan pelanggan, pemegang saham
dan karyawan melalui pengembangan SDM, teknologi, proses bisnis internal dan
pertumbuhan yang berkesinambungan. Untuk mencapai visi perusahaan maka
diperlukan strategi korporat yang menggambarkan arah perusahaan secara
keseluruhan mengenai sikap perusahaan secara umum terhadap arah pertumbuhan
dan manajemen beberapa unit bisnis dan anak perusahaan untuk mencapai
keseimbangan portofolio bisnis yang berkaitan dengan potensi dari unit bisnis dan
anak perusahaan. Menurut (Wheelen dan Hunger 2003) strategi perusahaan sebagai
pola keputusan yang berkenaan dengan tipe-tipe bisnis yang perusahaan sebaiknya
terlibat, arus keuangan dan sumber daya lainnya ke dan dari divisi-divisi perusahaan,
hubungan antara perusahaan dengan kelompok-kelompok utama dalam lingkungan
perusahaan. Untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal maka perusahaan perlu
mengetahui mana unit bisnis/anak perusahaan yang akan dikembangkan dengan
memahami karakteristik dari tiap unit bisnis/anak perusahaan yang sesuai dengan
kompetensi inti perusahaan induk. Diperlukannya suatu strategi portofolio bisnis
yang dapat dijadikan acuan bagi perusahaan untuk mengalokasikan dana maupun
sumber daya dalam berinvestasi dan pengelolaan segmen-segmen usaha dapat lebih
baik di masa yang akan datang.
Penelitian ini memiliki tujuan: 1) untuk menganalisa daya tarik industri dan
kekuatan bisnis masing-masing unit bisnis dan anak perusahaan; 2) memetakan posisi
portofolio bisnis pada unit Readymix, Precast dan PT Property saat ini berdasarkan
daya tarik industri dan kekuatan bisnisnya; 3) memetakan posisi portofolio bisnis
pada unit Readymix, Precast dan PT Property untuk 5 tahun yang akan datang; 4)
merumuskan strategi mengatasi kesenjangan (GAP) akibat perbedaan posisi
portofolio saat ini dengan posisi portofolio 5 tahun yang akan datang untuk masingmasing unit bisnis dan anak perusahaan. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan
September sampai dengan bulan November 2013. Dengan lokasi penelitian di PT
Beton Jaya yang berlokasi di Gedung Graha Anugerah, jalan raya Pasar Minggu no
17 A Pancoran, Jakarta Selatan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian
ini adalah metode deskriptif melalui pendekatan studi kasus pada PT Beton Jaya.
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan
sekunder. Data primer didapatkan dari kuesioner, wawancara dan metode observasi
sedangkan data sekunder didapatkan dari studi pustaka, dokumen internal perusahaan.
Penentuan responden dilakukan dengan cara purposive sampling dengan
pertimbangan bahwa responden tersebut diyakini memahami benar mengenai kondisi
perusahaan saat ini dan lingkungan industrinya didasarkan pada pertimbangan
keahlian, pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki oleh responden. Responden yang dipilih yaitu direktur utama, direksi, kepala Sumber Daya Manusia (SDM),
kepala unit bisnis dan kepala anak perusahaan, bagian keuangan di tiap unit bisnis
dan anak perusahaan. Metode analisis yang digunakan adalah matrik General Electric
(GE) dan analisis kesenjangan.
Matrik GE digunakan untuk memetakan posisi portofolio bisnis perusahaan
untuk masa sekarang dan masa 5 tahun yang akan datang berdasarkan indikatorindikator daya tarik industri yang merupakan aspek eksternal dan indikator-indikator
kekuatan bisnis setiap unit bisnis dan anak perusahaan yang merupakan aspek
internal. Analisis matrik GE dilakukan dengan langkah: menentukan indikator baik
dari daya tarik industri ataupun indikator kekuatan bisnis, selanjutnya melakukan
pembobotan berdasarkan hasil kuesioner pada tiap-tiap faktor daya tarik industri dan
kekuatan bisnis dengan menggunakan metode paired comparison, dimana skala
untuk pembobotannya adalah: jika indikator horisontal kurang penting daripada
indikator vertikal = 1, jika indikator horisontal sama penting daripada indikator
vertikal = 2, jika indikator horisontal lebih penting daripada indikator vertikal.
Selanjutnya setelah pemberian bobot adalah penentuan rating indikator menggunakan
skala genap dengan mempertimbangkan tidak ada posisi tengah/netral (Sumarwan
2011). Menurut Umar (1999) memberikan rating antara 1 sampai 4 bagi masingmasing indikator untuk menunjukkan indikator tersebut memiliki kelemahan yang
besar (rating=1), kelemahan yang kecil (rating=2), kekuatan yang kecil (rating=3) dan
kekuatan yang besar (rating=4). Penentuan nilai daya tarik industri dan kekuatan
bisnis setiap unit bisnis/anak perusahaan didapatkan dari hasil perkalian bobot dengan
rating pada setiap unit bisnis/anak perusahaan. Nilai yang diperoleh dari perhitungan
sebagai dasar untuk memetakan posisi dari unit bisnis/anak perusahaan dengan matrik
GE.
Akan terjadinya perbedaan posisi pada tiap unit bisnis/ anak perusahaan untuk
masa ini dan masa 5 tahun yang akan datang hal tersebut terjadi karena adanya
kesenjangan. Untuk mengatasi kesenjangan posisi yang ada maka dibuatlah
perumusan strategi. Strategi yang akan dirumuskan untuk tiap unit bisnis/anak
perusahaan disesuaikan dengan informasi yang diperoleh dari analisis portofolio
dalam penelitian ini. Strategi unit Readymix untuk masa ini adalah strategi intensif
atau integratif, tidak berbeda jauh pada unit precast yang memerlukan strategi intensif
dan integratif karena berada pada sel I, II dan IV. Sedangkan untuk posisi PT
Property yang berada pada sel V memerlukan strategi menjaga dan mempertahankan
maka perlu adanya penstabilan dahulu untuk selanjutnya adanya strategi intensif
seperti penetrasi pasar dan pengembangan produk. Strategi yang ditawarkan untuk 5
tahun yang akan datang untuk unit Readymix adalah strategi integrasi balik dimana
perusahaan dapat memperhatikan bisnis yang berada di hulu dan adanya strategi
integrasi horisontal. Strategi yang ditawarkan untuk 5 tahun yang akan datang untuk
unit Precast yaitu strategi intensif (pengembangan pasar, pengembangan produk,
penetrasi pasar atau pertumbuhan terkonsentrasi dan inovasi) sedangkan pada PT
Property memerlukan strategi tumbuh dan membangun.
Collections
- MT - Business [4069]
