Peningkatan Daya Saing Ukm Melalui Sistem Pengukuran dan Perbaikan Kinerja Rantai Pasok: Studi Kasus Ukm Lapis Bogor Sangkuriang
View/ Open
Date
2015Author
Dani, Fatimatuz Zahro Diah Putri
Syarief, Rizal
Marimin
Metadata
Show full item recordAbstract
Pertumbuhan dan perkembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang
tinggi seiring dengan laju persaingan yang juga semakin meningkat. Apalagi
fokus persaingan modern bukan hanya antar perusahaan namun sudah mengarah
ke persaingan antar rantai pasok. Oleh karena itu para pengusaha harus bersiap
dalam menghadapi tantangan tersebut. Kemampuan UKM untuk bertahan dan
berkembang dalam persaingan dapat dilihat dari kinerja UKM tersebut.
Penyesuaian strategi dengan kinerja perusahaan akan terlihat apabila dilakukan
pengukuran kinerja terlebih dahulu. Untuk itu dilakukan pengukuran kinerja rantai
pasok untuk merumuskan dan memilih strategi yang efektif guna memperbaiki
kinerja rantai pasok yang ada dan meningkatkan daya saing UKM.
Lapis Bogor Sangkuriang (LBS) merupakan salah satu UKM inovatif yang
mengolah komoditas unggulan Kota Bogor yaitu talas menjadi bolu legit yang
saat ini sedang booming dan berkembang pesat. Namun seiring berkembangnya
usaha ini mulai banyak follower yang mengikuti dan banyak pula bermunculan
produk inovatif baru. Selain itu masih banyaknya keluhan konsumen terkait
dengan kehabisan produk mengindikasikan bahwa meningkatnya permintaan
konsumen masih belum diimbangi dengan kinerja perusahaan yang optimal. Oleh
karena itu perlu diukur dan dirumuskan strategi yang tepat dalam memperbaiki
kinerja rantai pasok agar mampu kompetitif dan berkelanjutan.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengkaji kondisi rantai pasok UKM
LBS, (2) mengukur kinerja rantai pasok UKM LBS menggunakan kombinasi
model Supply Chain Operation Reference (SCOR) dan Analytical Hierarchy
Process (AHP) serta (3) merumuskan dan menentukan prioritas strategi untuk
memperbaiki kinerja rantai pasok untuk meningkatkan daya saing UKM. Sistem
penunjang keputusan dalam memilih strategi prioritas pada penelitian ini
menggunakan metode Technique for Order Preference Similiarity to Ideal
Solution (TOPSIS). Ruang lingkup penelitian ini dibatasi hanya dari pemasok
utama tepung talas UKM LBS, UKM LBS dan mitra ataupun reseller dengan
penjualan tertinggi. Data yang digunakan pada penelitian ini berupa data primer
dan sekunder. Data sekunder berasal dari buku penunjang, tabloid, jurnal,
dokumen dan data internal perusahaan. Sedangkan data primer berasal dari
wawancara dan diskusi dengan pihak pakar internal dan eksternal UKM LBS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pola aliran rantai pasok UKM
LBS terdiri dari dua tahap, yaitu aliran langsung dan tidak langsung. (2) Kinerja
rantai pasok UKM LBS dinilai masih dalam kategori sedang, dengan nilai akhir
sebesar 68.5% sedangkan nilai matrik yang harus diperbaiki karena paling rendah
nilainya adalah matrik adaptasi kinerja terhadap peningkatan permintaan (26.7%)
dan fleksibilitas kinerja (37.5%). (3) Strategi prioritas yang dipilih berdasarkan
metode TOPSIS adalah meningkatkan produktivitas kinerja mesin dan tenaga
kerja.
Collections
- MT - Business [4109]

