Strategi Meningkatkan Efektivitas Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan Untuk Kepentingan Umum (Studi Kasus Pengadaan Tanah Pembangunan Jalan Tol Trans Jawa Di Kabupaten Subang)
View/ Open
Date
2015Author
Indarto, Wing
Daryanto, Arief
Achsani, Noer Azam
Metadata
Show full item recordAbstract
Tujuan penelitian ini untuk (a) menginventarisasi permasalahanpermasalahan pada pelaksanaan pengadaan tanah untuk pembangunan Jalan TOL
Trans Jawa di Kabupaten Subang; (b) menstrukturkan permasalahan utama yang
timbul dalam pelaksanaan pengadaan tanah untuk pembangunan Jalan Tol Trans
Jawa di Kabupaten Subang; (c) merumuskan strategi dalam pelaksanaan
pengadaan tanah untuk pembangunan Jalan TOL Trans Jawa di Kabupaten
Subang yang berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan selama 13 bulan (Januari
2013 - Februari 2014). Jenis data yang dikumpulkan data primer dan data
sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh melalui pengamatan langsung
dan wawancara. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari berbagai sumber
studi literatur. Si fat dari penelitian ini adalah deskriptif analitis. Deskriptif dalam
arti arti bahwa dalam penelitian ini menggambarkan dan melaporkan secara rinci,
sistematis dan menyeluruh mengenai segala sesuatu yang terkait dengan pegadaan
tanah bagi pelaksanaan pembangunan untuk kepentingan umum di Kabupaten
Subang.
Hasil inventarisasi permasalahan-permasalahan pengadaan tanah untuk
pembangunan Jalan Tol Trams Jawa di Kabupaten Subang, terdapat 17 (tujuh
belas) permasalahan yang harus segera ditangani, yaitu fasilitasi dalam
penyediaan lahan, fasilitasi dalam penyelesaian sengketa, kajian amdal yang
belum baik, mafia tanah, kebijakan dan regulasi pemerintah terkait dengan
pertanchan dan pengadaan tanah kurangnya penyuluhan pada masyarakat tentang
pentingnya pembangunan jalan TOL, proses pengadaan tanah untuk jalan TOL
yang masih buruk, musyawarah rencana pembangunan dan masyarakat menjadi
mitra, payung hukum menururnkan aksi spekulan, penetapan dan penghitungan
biaya proyek, harga ganti rugi yang terlalu rendah, perencanaan yang belum
transparan dan akuntabel, kesiapan pendanaan dan kesiapan kelembagaan,
dukungan pemda, pemilik yang melepas tanahnya lebih menderita, belum adanya
rekomendasi tipe penanganan jika terjadi masalah pengadaan serta payung hukum
untuk penitipan ganti rugi.
Dengan menggunakan Teknik Permodelan lntelpretasi Struktur Model
(I SM), dari permasalahan-permasalahan distrukturkan menjadi 7 (tujuh)
permasalahan utama yang harus diselesaikan nasib terlebih dahulu yaitu proses
pengadaan tanah, penyuluhan pada masyarakat, musyawarah rencana
pembangunan, kesiapan pendanaan dan kelembagaan, kebijakan dan regulasi
pemerintah terkait dengan pertanahan dan pengadaan tanah, nilai ganti rugi serta
nasib pemilik yang melapaskan tanahnya.
Hasil analisis multi dimensi menggunakan metode MDS (Multi
Dimensional Scalling, untuk keberlanjutan pengadaan tanah dibagj menjadi
beberapa bagian atau kelompok variable (dimensi) yang meliputi dimensi
Collections
- MT - Business [4063]
