Perencanaan dan Sistem Eksekusi Strategi Pt.Jamsostek Dalam Meningkatkan Jumlah Peserta (Studi Kasus Pt.Jamsostek Kanwil Dki Jakarta)
View/ Open
Date
2014Author
Fahlevi, Ardian
Fahmi, Idqan
Yusuf, Ahmad Mukhlis
Metadata
Show full item recordAbstract
Banyak perusahan yang mampu dengan baik merumuskan rencana strategis,
namun tidak banyak perusahaan yang mampu melaksanakannya dengan baik pula.
Sebuah formulasi strategis berisikan uraian-uraian berbagai upaya yang prioritas
dan signifikan, jangka panjang, dan melibatkan stakeholder yang luas. Sedangkan
sebuah sistem eksekusi strategi merupakan tindakan operasional yang detail, rutin
(jangka pendek), dan terfokus pada unit-unit kerja tertentu, selain itu eksekusi
strategi merupakan proses mewujudkan strategi yang telah diformulasikan ke
dalam aksi melalui serangkaian program, prosedur serta anggaran. Seharusnya
sebuah perencanaan strategi harus diiringi dengan sebuah perencaan di dalam
pengimplementasiannya. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan masukan
terhadap PT Jamsostek Kanwil DKI Jakarta berupa perencanaan dan sistem
eksekusi strategi dalam meningkatkan jumlah peserta.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif
dan kuantitatif. Penelitian kualitatif dilakukan dengan menjawab permasalahan
yang sedang dihadapi perusahaan dalam bentuk studi kasus. Teknik pengumpulan
data dilakukan dengan metode survey melalui kuesioner dan wawancara langsung
terhadap responden dan Focus Group Discussion (FGD) dilakukan untuk proses
pengumpulan informasi dalam menetapkan alternatif strategi dan merumuskan
eksekusi strategi. Teknik penentuan responden dilakukan dengan cara sengaja
(purposive sampling), hal ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa responden
yang bersangkutan memiliki pengalaman, keahlian dan kompeten dibidangnya.
Hasil yang didapatkan dari penilaian terhadap sistem eksekusi strategi PT
Jamsostek secara keseluruhan cukup baik dengan rata-rata 7.8. Tahapan
mengembangkan strategi dan tahapan merumuskan strategi dinilai merupakan
tahapan yang mampu dengan baik diaplikasikan di lingkungan perusahaan, hal ini
terkait bagaimana perusahaan sangat baik dalam hal formulasi. Namun tahapan
menyelaraskan strategi dan merencanakan operasional merupakan tahapan yang
kurang mendapat perhatian dari perusaahaan.
Kendala di dalam menyelaraskan strategi adalah pemahaman secara
mendalam dari para karyawan (lower level) tentang strategi dan tujuan objektif
perusahaan yang tertuang dalam strategy map. Kemudian yang menjadi kendala
utama lainya dalam menyelaraskan strategi adalah efektivitas komunikasi strategi,
komunikasi mengenai strategi dinilai belum menyentuh ke lapisan lower level.
Berikutnya kendala di dalam menyelaraskan strategi adalah pemahaman konsep
strategi oleh masing-masing divisi masih terbilang cukup lemah, sehingga
membuat bias arah dan tujuan strategi tersebut. Pada tahapan merencanakan
operasional kendala yang dihadapi saat ini adalah belum adanya koordinasi yang
baik antar divisi dalam merencanakan operasional. Kegiatan merencanakan
operasional saat ini terkendala faktor komunikasi antar divisi dimana saat ini
seolah-olah setiap divisi berjalan sendiri sehingga terjadi ketidakselarasan
kesiapan dalam merencanakan operasional. Hal tersebut terkait dengan kesiapan dan sumber daya manusia yang belum siap dengan jadwal-jadwal kegiatan
operasional.
Nilai skor tertimbang pada evaluasi faktor internal sebesar 3.101, nilai ini
menunjukkan bahwa kekuatan internal PT Jamsostek Kanwil DKI Jakarta pada
saat ini sangat kuat karena nilai lebih besar dari pada 2.5. Semantara total skor
tertimbang dari faktor eksternal sebesar 3.101 yang menunjukan bahwa
kemampuan PT Jamsostek Kanwil DKI Jakarta dalam merespon faktor-faktor
eksternal berupa peluang dan ancaman berada pada tingkat yang sangat responsif.
Berdasarkan analisis terhadap faktor strategis internal dan eksternal, maka dapat
dirumuskan beberapa alternatif strategi PT Jamsostek dalam meningkatkan jumlah
peserta. Berasarkan analisis SWOT maka diperoleh enam alternatif strategi yang
saling menunjang. Keenam alternatif strategi ini terdiri dari satu strategi SO, satu
strategi ST, dua strategi WO dan dua strategi WT.
Setelah kerangka formulasi didapat, maka langkah selanjutnya dalam
tahapan sistem eksekusi adalah merumuskan strategi. Tahap merumuskan strategi
disini adalah menerjemahkan strategi menjadi target dan tujuan yang spsesifik,
pada tahap ini PT Jamasostek mengembangkan strategi ke dalam inisiatif strategi.
Pada tahapan menyelaraskan strategi, pembentukan lead division sebagai satu unit
yang mampu dalam pengelolaan strategi perusahaan dan memastikan perusahaan
berada pada jalur target yang sudah direncanakan. Selain itu pada tahapan
menyelaraskan strategi, perlu bagi PT Jamsostek Kanwil DKI Jakarta
mengedukasi dan mengkomunikasikan tujuan, target dan strategi perusahaan
secara rinci kepada karyawan di tingkat lower level. Pada tahapan merencanakan
operasional, perusahaan memastikan pembuatan prosedur program. Dalam
merencakan operasional perlu diperhatikan integrasi antara strategi dengan
sumber daya perusahaan termasuk anggaran. Pada tahapan monitoring, PT
Jamsostek Kanwil DKI Jakarta memastikan terjadwalnya pertemuan-pertemuan
yang membahas evaluasi-evaluasi kinerja operasional dan strategi. Dan Tahapan
perbaikan strategi, mempersiapkan emerging strategy yang akan dilakukan jika
pada pencapaian jauh dari target tentunya dengan sepengetahuan dan persetujuan
pusat serta menyusun sistem follow up terhadap perbaikan strategi.
Collections
- MT - Business [4063]
