Strategi Pengembangan Hutan dan Pendidikan Gunung Walat (Hpgw) Menggunakan Pendekatan Business Model Canvas
View/ Open
Date
2014Author
Bainnaura, Afiefah
Sanim, Bunasor
Yuliati, Lilik Noor
Metadata
Show full item recordAbstract
Hutan Pendidikan Gunung Walat (HPGW) menerapkan konsep Pengelolaan
Hutan Lestari untuk Hutan Skala Kecil, tanpa menebang dengan mengandalkan
pemanfaatan Hasil Hutan Non Kayu (HHNK) berupa getah pinus dan kopal, serta
jasa lingkungan. Penerapan konsep tersebut perlu didukung dengan upaya-upaya
strategis berkelanjutan, salah satunya yaitu upaya pengembangan HPGW untuk
mencapai optimalisasi fungsi Tridharma. Upaya pengembangan HPGW untuk
mencapai tujuan optimalisasi fungsi Tridharma dapat dilakukan jika organisasi
mengetahui sasaran pelanggan yang dituju, nilai yang akan diberikan, melalui
saluran apa, bagaimana hubungannya dengan pelanggan bisa terjalin, aliran
pendapatannya, potensi sumberdaya yang dimiliki, kegiatan-kegiatan yang harus
dilakukan, mitra yang dapat membantu, dan perkiraan biaya yang harus
dikeluarkan. Semua faktor yang dapat mendukung upaya tersebut tercakup dalam
suatu pendekatan Business Model Canvas (BMC).
Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengidentifikasi gambaran model
bisnis pengelolaan HPGW saat ini, (2) Menganalisis faktor-faktor yang menjadi
kekuatan dan kelemahan serta peluang dan hambatan mempengaruhi
perkembangan organisasi HPGW. (3) Membuat model bisnis perbaikan yang
mendukung upaya pengembangan HPGW. (4) Merumuskan strategi alternatif
pengembangan HPGW dan implikasi manajerial. Obyek penelitian adalah
HPGW. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian
deskriptif dengan menggunakan pendekatan BMC.
Dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa model bisnis HPGW saat
ini sudah cukup baik, hanya perlu melakukan optimalisasi disetiap elemen BMC.
Sumber daya yang berlimpah, aktivitas yang beragam menjadi kekuatan HPGW,
sedangkan kelemahannya secara umum berasal dari fasilitas dan promosi yang
kurang. Peluang untuk menambah pemasukan berasal dari kegiatan jasa, termasuk
didalamnya program kerjasama dengan perusahaan, sedangkan regulasi yang
membatasi kegiatan HPGW dikhawatirkan menjadi ancaman dimasa yang akan
datang. Perbaikan model bisnis pada satu elemen akan memberikan perubahan
terhadap elemen lainnya. Pada model bisnis perbaikan, customer segments HPGW
ditujukan untuk penambahan jumlah dan ragam pelanggan. Value propositions
berupa optimalisasi fungsi Tridharma. Customer relationship dilakukan dengan
membangun komunikasi yang baik. Channels terdiri dari saluran langsung yaitu
melalui informasi words of mouth dan website, juga tidak langsung yaitu melalui
channels mitra usaha. Revenue stream ditujukan untuk peningkatan pendapatan
dari pendapatan non getah, yaitu pelayanan jasa, program kerjasama dan lain-lain.
Key activities yaitu sebagai media implementasi Tridharma dan pemanfaatan
HHNK dan aktivitas jasa seperti wisata alam atau outbond. Sumberdaya kunci
yang sudah ada ditambah dengan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia
(SDM). Key partnership yang sudah ada diperluas dan disesuaikan dengan
aktivitas yang akan dijalani. Biaya-biaya terdiri dari biaya operasional produk/jasa, rutin, dan pengadaan progam kerjasama. Strategi pengembangan HPGW terdiri
dari penguatan bidang manajemen kawasan yaitu pemanfaatan sumberdaya yang
dimiliki di HPGW dengan mengindahkan aspek legalitas dan aspek konservasi
dan keberlanjutannya; bidang manajemen hutan sebagai media Tridharma, yaitu
pemanfaatan sumberdaya hutan di HPGW berupa pemanfaatan hasil hutan non
kayu, pemanfaatan jasa lingkungan, dan pengembangan ekowisata; serta bidang
penguatan kelembagaan yaitu melalui penataan organisasi dan SDM, regulasi dan
sistem manajemen, pendanaan, serta jejaring kerja dan kemitraan. Implementasi
program yang dapat mendukung pengembangan HPGW kedepannya antara lain
seperti menindaklanjuti aspek legalitas HPGW dari lembaga pemerintah terkait,
dan melakukan penataan kawasan serta melakukan penambahan atau
memperbaiki fasilitas yang ada secara bertahap. HPGW juga perlu memperkuat
program jasa lingkungan seperti wisata alam berbasis pendidikan lingkungan, dan
outbond serta melakukan promosi promosi ke sekolah-sekolah maupun ke
perusahaan-perusahaan. HPGW juga perlu mengadakan pelatihan untuk
meningkatkan kapasitas SDM, dan pembuatan program kerjasama dengan
perusahaan terkait dengan kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility)
perusahaan.
Collections
- MT - Business [4063]
