Perbaikan Kinerja Penanganan Kargo Ikan Tuna Studi Kasus Terminal Kargo Bandara Internasional Soekarno Hatta
View/ Open
Date
2015Author
Pranoto, Dony Rahmad
Marimin
Arkeman, Yandra
Metadata
Show full item recordAbstract
Permintaan penanganan kargo perishable untuk komoditas ikan tuna di
Terminal Kargo Bandara Internasional Soekarno Hatta khususnya JAS dari tahun
2010 sampai 2014 cenderung mengalami trend peningkatan. Dari 118 Bandara
Internasional yang ada di seluruh dunia, 8 bandara belum memiliki fasilitas khusus
penanganan kargo perishable, salah satunya adalah Bandara Internasional Soekarno
Hatta. Meningkatnya permintaan pengiriman kargo perishable di Bandara
Internasional Soekarno Hatta dengan tidak didukung oleh sarana dan fasilitas
penunjang operasional warehouse khusus kargo perishable, mengakibatkan
perubahan kinerja penanganan kargo di Jasa Angkasa Semesta (JAS) selaku
penyedia layanan warehousing. Permasalahan lain adalah kegiatan operasional
yang diperparah oleh variasi temporal dalam beban kerja akibat kedatangan shipper
dan keberangkatan pesawat yang memiliki rentan waktu sempit. Salah satu usaha
untuk memperbaiki kinerja JAS adalah dengan melakukan perencanaan,
pengendalian, dan perbaikan proses penanganan kargo perishable khususnya kargo
ikan tuna. Kebijakan perbaikan kinerja penanganan kargo perishable khususnya
komoditas ikan tuna dibutuhkan untuk meminimalisir risiko yang terjadi. Risiko
yang muncul pada proses penanganan kargo ikan tuna di Bandara Internasional
Soekarno Hatta antara lain risiko fisik, risiko informasi, risiko keuangan, dan risiko
organisasi.
Prioritas JAS dalam menentukan parameter kinerja dilakukan dengan
menyebarkan kuesioner terhadap pakar dan studi literatur. Berdasarkan hasil
kuesioner dan studi literatur kinerja penanganan kargo ikan tuna dipengaruhi oleh
kecepatan penanganan kargo ikan tuna di warehouse ekspor JAS, perubahan
kualitas ikan tuna selama proses penanganan, dan perubahan biaya operasional.
Pada penelitian ini dilakukan pengukuran kinerja penanganan kargo ikan tuna
menggunakan model simulasi model diskrit dan pengambilan keputusan
menggunakan Analytical Network Process: Benefite, Opportunity, Cost, dan Risk
(ANP BOCR).
Penyusunan model simulasi diskrit dilakukan dengan menggunakan program
aplikasi Arena. Model disusun dengan menggunakan prinsip flow/process oriented,
dimana pengkajian dilakukan terhadap setiap stasiun kerja yang terlibat dalam
sistem penanganan kargo ikan tuna. Data yang menjadi input bagi model simulasi
antara lain jumlah shipper ikan tuna, jumlah kargo yang dibawa tiap shipper, waktu
kedatangan tiap shipper, proses penanganan kargo, sumber daya yang terlibat,
waktu proses, dan waktu tunggu. Sebelum model simulasi diaplikasikan, terlebih
dahulu dilakukan pengujian untuk melihat kemampuan model dalam memecahkan
masalah melalui verifikasi dan validasi. Model diverifikasi dengan cara memeriksa
input data pada model, kemudian menjalankan model dan memeriksa apakah terjadi
error. Validasi dilakukan dengan menggunakan metode uji Welch Confidence
Interval antara kargo yang terkirim tepat waktu dengan hitorisnya. Berdasarkan hasil simulasi menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara
kondisi eksisting dengan hasil simulasi.
Hasil simulasi model diskrit kondisi eksisting penanganan kargo ikan tuna
memberikan ketepatan waktu pengiriman yang ditunjukan dengan on time delivery
sebesar 88 %, dengan rata-rata tingkat kualitas sebesar 83.605 %. Sedangkan kargo
yang tidak terkirim tepat waktu sebesar 18 %, dengan rata-rata tingkat kualitas
sebesar 22.934 %. Adanya tingkat keterlambatan sebesar 18 % disebabkan
terjadinya antrian kargo pada setiap stasiun kerja dan waktu antar kedatangan
kargo. Antrian ini disebabkan oleh bercampurnya penanganan kargo perishable
dengan kargo umum dalam satu pintu. Tingginya tingkat keterlambatan pengiriman
kargo ikan tuna meningkatkan risiko kerusakan secara fisik, risiko keuangan, dan
yang terburuk adalah risiko kehilangan kepercayaan pelanggan.
Hasil simulasi ANP BOCR menunjukkan bahwa model simulasi sistem
diskrit bagi perbaikan kinerja penanganan kargo ikan tuna di Bandara Internasional
Soekarno Hatta akan meraih titik optimal bila pihak JAS memutuskan untuk
membuka jalur khusus penanganan kargo perishable sebagai kebijakan utama
(peringkat ke-1 total nilai 0.2433); kebijakan kedua adalah dengan penerapan
teknologi TVs, ETVs, dan RFID (peringkat ke-2 total nilai 0.2072); kebijakan
ketiga adalah dengan menambah jumlah mesin Xray dan forklift (peringkat ke-3
total nilai 0.2023); kebijakan keempat adalah pengaturan jadwal kedatangan kargo
(peringkat ke-4 total nilai 0.2001); kebijakan kelima adalah penggunaan pesawat
tipe wide body (peringkat ke-5 total nilai 0.0778); dan peringkat terakhir adalah
membangun warehouse khusus kargo perishable (peringkat ke-6 total nilai 0.0692).
Hasil ini adalah rasional mengingat faktor tingkat ketermanfaatan (benefite dan
opportunity) yang diberikan dengan membuka jalur khusus penanganan kargo
perisable lebih tinggi dibandingkan tingkat ketidakmanfaatannya (cost dan risk).
Hasil simulasi model diskrit pada skenario perbaikan kinerja penanganan
kargo ikan tuna dengan membuka jalur khusus penanganan kargo perishable
memberikan ketepatan waktu pengiriman yang ditunjukkan dengan on time delivery
sebesar 100 %, dengan rata-rata tingkat kualitas sebesar 86.013 %. Dengan
mempercepat waktu proses (rata-rata 81.519 menit), akan mengurangi
keterlambatan pengiriman kargo sampai 100 %, sehingga kualitas ikan tuna masih
dalam kondisi baik dengan kadar histamin 6.7 ppm. Selain itu dengan membuka
jalur khusus penanganan kargo perisable dapat mengurangi biaya operasional
karena dengan terkirimnya kargo tepat waktu tidak ada kargo yang mengalami
pembongkaran ulang. Implikasi manajerial yang dapat dilakukan oleh pihak JAS
untuk memperbaiki kinerja penanganan kargo ikan tuna adalah dengan membuka
jalur khusus penanganan kargo perishable khususnya komoditas ikan tuna.
Collections
- MT - Business [4063]
