Analisis Kesesuaian Model Bisnis Mobile Payment Dengan Menggunakan Pendekatan Strategic Diagnosis (Studi Kasus Dompetku Indosat)
View/ Open
Date
2015Author
Ridwansyah, Fauzi
Oktaviani, Rina
Saptono, Imam Teguh
Metadata
Show full item recordAbstract
Keberhasilan suatu bisnis ditentukan oleh kesiapan industri dan kesiapan
pasar atau konsumen. Suatu produk atau layanan tidak akan berhasil apabila
pasarnya belum siap menerima, begitupun suatu produk tidak akan berhasil apabila
industri belum mampu memproduksinya sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Bisnis mobile payment yang telah hadir di Indonesia sejak tahun 2009 belum
mengalami perkembangan optimal sampai tahun 2014. Hal ini menjadi suatu
fenomena bisnis yang menarik untuk diteliti. Pada sisi lain, program masyarakat
non tunai (less cash society) adalah dorongan pemerintah Indonesia kepada
masyarakatnya untuk merubah kebiasaan transaksi pembayaran dari tunai menjadi
non tunai. Layanan mobile payment Indosat Dompetku belum berkembang dengan
optimal secara pertumbuhan pengguna maupun kontribusi pendapatannya, maka
meneliti kemungkinan adanya ketidaksesuaian strategi yang dijalankan oleh
Indosat terhadap pasar dan lingkungannya menjadi penting.
Tujuan penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi positioning PT. Indosat
dalam memberikan respon terhadap pasar mobile payment di Indonesia, (2)
menganalisis kesesuaian kapabilitas internal dan model bisnis mobile payment
Indosat dengan turbulensi lingkungan, (3) merumuskan rancangan pengembangan
model bisnis mobile payment yang optimal bagi Indosat. Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah kombinasi analisis kualitatif dan kuantitatif melalui
interpretasi dan kuantifikasi hasil wawancara mendalam narasumber ahli yang
ditentukan secara purposive judgement sampling. Alat analisis yang digunakan
dalam penelitian ini adalah Model Bisnis Kanvas (MBK) dan Strategic Diagnosis
Ansoff. Narasumber penelitian adalah perwakilan manajemen PT. Indosat dan
pemangku kepentingan didalam rantai nilai dasar bisnis mobile payment.
Hasil diagnosis menunjukkan adanya gap yang cukup jauh (>1). Lingkungan
pasar Indonesia belum siap menerima perubahan atau kehadiran produk layanan
maupun teknologi sistem mobile payment sebagai bagian dari solusi masalah
pembayaran non-tunai di masa depan, terutama pada faktor budaya masyarakat dan
regulasi yang mengatur konvergensi bisnis telekomunikasi dan keuangan.
Rendahnya penetrasi Dompetku Indosat didalam industri mobile payment di
Indonesia disebabkan oleh masih adanya gap antara agresifitas strategi Dompetku
dengan tingkat turbulensi lingkungan masa depan. Gap ini juga menunjukkan
Indosat secara stratejik belum siap menghadapi lingkungan bisnis mobile payment
masa depan, dan harus merubah strategi kompetitifnya agar dapat menyesuaikan
dengan lingkungan pada masa depan yang diharapkan. Untuk pengembangan
model bisnis Dompetku yang optimal, tujuh elemen model bisnis saat ini
memerlukan pengembangan strategi, yaitu proposisi nilai, segmen pelanggan,
hubungan pelanggan, saluran, dan arus pendapatan.
Collections
- MT - Business [4063]
