Analisis Pengaruh Brand dan Kemasan Larutan Penyegar Terhadap Brand Awareness dan Brand Loyalty
Abstract
Penelitian mengenai kesadaran merek dan loyalitas konsumen sudah
banyak dilakukan dan cukup berkembang. Penelitian mengenai kesadaran merek
sangat menarik karena merek merupakan identitas dari suatu produk. Topik
tentang loyalitas pun tidak kalah menariknya banyak penelitian yang dilakukan
hal ini tidak terlepas hampir semua perusahaan atau organisasi menginginkan agar
konsumennya tetap loyal.
Perusahaan semakin menyadari bahwa merek merupakan asset yang
sangat penting bagi perusahaan dan merek juga merupakan asset perusahaan yang
bernilai. Produk menjelaskan atribut inti sebagai suatu komoditi yang
dipertukarkan, sedangkan merek menjelaskan spesifikasi pelanggannya.
Larutan Penyegar Cap Kaki Tiga sudah dipercaya masyarakat Indonesia
selama lebih dari 30 tahun. Wen Ken Drugs adalah perusahaan farmasi pemilik
merek Larutan Penyegar Cap Kaki Tiga. Sejak 2000, Wen Ken Drug Co Pte Ltd
dan PT Sinde Budi Sentosa berupaya untuk membahas masalah pembuatan suatu
perjanjian lisensi. Mengingat perundingan tidak mencapai titik temu. Lisensi dari
Wen Ken Drug Singapore tersebut diberikan kepada Kinocare Era Kosmetindo
pada tanggal 28 April 2011 dan memberikan kewenangan kepada Kinocare Era
Kosmetindo untuk memproduksi, menjual, memasarkan dan mendistribusikan
produk di Indonesia. Sementara, kerja sama Wen Ken Drug Singapore dengan
perusahaan manufaktur Indonesia yang lama (PT Sinde Budi Sentosa) telah
berakhir pada tanggal 4 Februari 2008. Sehingga PT. Budi Sentosa melakukan
perbaikan label produknya, tidak ada lagi lukisan kaki tiga pada label produk
merek dan juga mengganti nama produk menjadi Larutan Penyegar cap Badak.
Sinde Budi telah mendaftarken lukisan badak ke dirjen HAKI sehingga
lukisan badak dan tulisan larutan penyegar adalah milik mereka, maka mereka
menggugat ke pengadilan, jadilah mereka "berperang" kembali di pengadilan. dan
tampaknya Kinocare Era Kosmetindo kalah, akhirnya mereka harus
menghilangkan lukisan badak dan tulisan larutan penyegar (dalam huruf arab) dari
produk mereka. Saat ini di pasaran masyarakat dapat menjumpai dua jenis
kemasan larutan penyegar yaitu pertama Larutan Penyegar Cap Badak produksi
PT Sinde Budi Sentosa dengan gambar lukisan badak pada kemasan dan kedua
Larutan Penyegar Cap Kaki Tiga produksi PT Kinocare Era Kosmetindo dengan
gambar lukisan kaki tiga pada kemasan.
Dengan adanya penambahan produk Larutan Penyegar yang beredar di
masyarakat, perubahan gambar pada kemasan hal ini tentu saja merubah
komposisi produk yang ada di pasaran. Penelitian untuk bertujuan untuk (1)
Menganalisis kesadaran konsumen terhadap merek (2) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesadaran terhadap merek dan kemasan; (3) Menganalisis
nilai yang dirasakan konsumen terhadap merek, kemasan dan citra merek; (4)
Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas.
Berdasarkan berbagai teori yang telah diajukan maka dapat digambarkan
kerangka berpikir teoritis yang menempatkan kesadaran merek (brand
awareness), kesadaran desain (brand design awareness) dan citra merek (brand
image) sebagai variabel bebas yang memberikan pengaruh positif terhadap nilai
yang dirasakan konsumen (perceived value). Nilai yang dirasakan (perceived
value) pada akhirnya mempengaruhi loyalitas (brand loyalty) dalam sebuah
korelasi yang positif. Berdasarkan model yang dikembangkan maka diduga bahwa
faktor yang mempengaruhi loyalitas konsumen dipengaruhi dari 3 variabel
independen (Eksogen) dan 3 variabel dependen (Endogen).Tiga kriteria
independen adalah brand awareness, design awareness dan brand
image.Sedangkan kriteria dependen terdiri dari perceived value, brand
satisfactiondan brand loyalty.
Lokasi penelitian dilakukan di daerah Jabodetabek dan responden
penelitian yang diambil oleh peneliti dalam kegiatannya ini diambil dari
perguruan tinggi, perkantoran, instansi pemerintah dan perumahan. Responden
yang diambil adalah responden yang telah berusia 17 tahun keatas. Sementara itu,
waktu penelitian dimulai pada bulan September – Oktober 2012. Untuk
medapatkan data yang diinginkan, peneliti menyebar kuesioner di lokasi tempat
pengumpulan data. Kuesioner tersebut ditujukan kepada seluruh konsumen namun
untuk pengolahan data terhadap perlilaku konsumen diambil dari responden yang
pernah membeli dan sedang membeli minuman larutan penyegar Cap Badak dan
Cap Kaki Tiga dalam 6 bulan terakhir.
Karena metode analisis yang digunakan adalah dengan Structural Equation
Model (SEM), maka jumlah sampel yang ideal dan representatif adalah antara
100-200 tergantung pada jumlah parameter yang diestimasi. Hair et al (1995)
menyarankan bahwa ukuran sampel minimum adalah sebanyak 5-10 observasi
untuk setiap estimated paramater. Ferdinand (2005) menyatakan jumlah sampel
adalah 5-10 dikali jumlah indikator ditambahkan jumlah variabel laten. Dalam
penelitian ini estimated parameter yang digunakan sebanyak 27, maka jumlah
sampel minimum adalah 165. Metode pengambilan sampel yang digunakan pada
penelitian ini adalah convenience sampling.
Subjek dalam penelitian ini berjumlah 204 orang responden. Populasi
dalam penelitian ini adalah penduduk kota yang berusia minimal 17 tahun karena
umumnya produk larutan penyegar diminum oleh konsumen yang tinggal di kota
dimana distribusi produk lebih baik dan konsumen yang tinggal di daerah
perkotaan cukup mendapatkan informasi mengenai produk minuman larutan
penyegar. Disamping itu secara normatif konsumen yang mengkonsumsi
minuman larutan adalah konsumen yang telah dewasa.
Merek Cap Kaki Tiga cukup dikenal dengan baik oleh konsumen, dari
pengukuran merek yang pertama kali muncul di benak konsumen (top of mind)
sebagian besar dijawab oleh responden Cap Kaki Tiga dan. Namun penetrasi
merek larutan Cap Badak juga cukup baik karena setelah diberikan bantuan
(aided) ternyata hampir seluruh responden mengenal Cap Badak.
Kesadaran merek (brand awareness) sangat dipengaruhi oleh merek dan
logo merek. Baik merek maupun logo merek merupakan faktor yang sangat signifikan mempengaruhi terhadap kesadaran merek. Kesadaran terhadap
kemasan (brand design awareness) sangat dipengaruhi oleh gambar yang terdapat
pada kemasan larutan penyegar.
Hasil penelitian menunjukan bagi konsumen larutan penyegar merek dan
kemasan tidak berpengaruh terhadap nilai yang dirasakan konsumen. Yang
mempengaruhi nilai yang dirasakan konsumen adalah citra merek. Produk yang
dianggap mempunyai citra yang baik bila produk tersebut memiliki inovasi.
Kesadaran merek (brand awareness) dan kesadaran desain merek (brand
design awareness) untuk produk minuman larutan penyegar tidak berpengaruh
terhadap niat beli dan loyalitas (brand loyalty). Niat beli dan loyalitas (brand
loyalty) untuk produk larutan penyegar dipengaruhi oleh citra merek (brand
image), nilai yang dirasakan konsumen (perceived value) dan kepuasan konsumen
(brand satisfaction).
Collections
- MT - Business [4063]
