Peningkatan Kinerja Karyawan Bagian Trade Operations Studi Kasus Bank Ocbc Nisp Dengan Pendekatan Produktivitas Bagi Hasil
Abstract
Bank OCBC NISP merupakan bank devisa yang menjadikan transaksi
ekspor dan impor sebagai salah satu bisnis utamanya. Kontribusi pendapatan yang
terus meningkat seiring dengan potensi perkembangan bisnis transaksi ekspor dan
impor yang begitu pesat. Permasalahan yang timbul adalah kapasitas dan kesiapan
bagian trade operations dalam mengantisipasi perkembangan volume transaksi
yang besar. Dalam hal ini, peningkatan kinerja bagian trade operations harus terus
ditingkatkan sehingga volume transaksi yang bertambah dapat diproses dengan
akurat dan sesuai target waktu yang ditetapkan dalam service level agreement
(SLA). Peningkatan kinerja ini menjadi lebih penting lagi dengan adanya instruksi
manajemen Bank OCBC NISP yang menetapkan zero growth employee untuk
karyawan bagian operasional. Peningkatan kinerja dapat dilakukan dengan
melakukan perbaikan proses operasional dan kebijakan menyangkut sumber daya
manusia.
Metode yang digunakan untuk memperbaiki proses operasional dengan
melihat alur kegiatan serta memetakan alur produksi dan informasi adalah dengan
menggunakan metode Value Stream Mapping (VSM). VSM merupakan salah satu
konsep dalam lean manufacturing yang dalam penelitian ini digunakan untuk
melihat dan mengidentifikasi kegiatan yang dilakukan dalam proses operasional
penerbitan LC. VSM membantu mengindentifikasi kegiatan yang bersifat non
value added dan menjadi waste dalam proses penerbitan LC seperti over
processing, waiting dan motion. Berdasarkan hasil pemetaan peta kondisi saat ini,
diketahui bahwa total lead time penerbitan sebuah dokumen LC sebesar 86.37
menit dengan total cycle time terpanjang sebesar 51.97 menit. Dengan total waktu
tersebut, jumlah LC yang dapat diterbitkan dalam satu hari adalah sebanyak 8 LC
atau 160 LC per bulan. Untuk mencapai target tahun 2016 sebanyak 200 LC per
bulan perlu dilakukan perbaikan proses penerbitan LC.
Identifikasi pemborosan dilakukan berdasarkan pengamatan dan pemetaan
dengan VSM serta hasil kuesioner yang diberikan kepada expert Bank OCBC
NISP. Berdasarkan rekomendasi perbaikan, dapat diketahui bahwa rekomendasi
utama adalah perbaikan dengan mengeleminasi kegiatan mencetak dan
pemeriksaan draft LC, membuat lembar checklist sebagai pedoman pemeriksaan
draft LC, penyusunan dokumen sesuai dengan urutannya dan perbaikan tata letak
penempatan dokumen agar lebih aerodinamis. Skenario solusi yang telah
diperoleh digambarkan ke dalam peta kondisi masa depan yang kemudian
dibandingkan dengan peta kondisi saat ini untuk mendapatkan perbandingan
peningkatan produktivitas yang telah dilakukan. Berdasarkan peta kondisi masa
depan, jumlah LC yang dapat diterbitkan dalam satu hari menjadi 11 LC atau 220
LC per bulan sehingga target yang ditetapkan dapat tercapai. Setelah dilakukan
pengamatan lebih lanjut, ditemukan bahwa target 11 LC per hari berdasarkan peta kondisi masa depan tidak tercapai. Hal ini membutuhkan analisa lebih lanjut dari
sisi sumber daya manusia.
Proses pengambilan kebijakan sumber daya manusia dilakukan
menggunakan metode Analytic Network Process (ANP). Kriteria yang ditentukan
pada model ANP peningkatan kinerja karyawan trade operations terdiri dari enam
kriteria, yaitu: motivasi, keterampilan, teknologi, kompensasi, kesempatan
berprestasi, dan lingkungan/iklim kerja. Kriteria tersebut merupakan hasil
identifikasi dari beberapa divisi kerja di Bank OCBC NISP dengan menggunakan
pendekatan depth interview pada responden terpilih dan list compliance yang
kemudian dipetakan menjadi model ANP. Hasil analisa menunjukkan penerapan
sistem kompensasi berbasis produktivitas merupakan prioritas utama dengan
bobot prioritas 42.69%, sedangkan peningkatan proses kerja merupakan prioritas
kedua dengan bobot prioritas 36.72%. Urutan prioritas terakhir adalah penyusunan
target dan key performance indicator (KPI) yang tepat dengan bobot prioritas
sebesar 20.57%. Berdasarkan hasil tersebut, penerapan sistem kompensasi
berbasis produktivitas memberikan keuntungan dan peluang yang paling tinggi
dibandingkan dengan risiko yang mungkin timbul. Untuk itu penulis mengajukan
rancangan produktivitas bagi hasil yang dapat diterapkan oleh manajemen untuk
mendapatkan hasil peningkatan kinerja karyawan yang optimal.
Analisa menggunakan VSM dapat diterapkan pada proses-proses
operasional lainnya baik di dalam maupun di luar lingkup kerja trade operations.
Setelah didapatkan perbaikan proses kerja yang optimal, selanjutnya analisa
menggunakan metode green VSM dapat diterapkan untuk menganalisa,
mengurangi dan bahkan mengeliminasi waste terkait bahan baku yang digunakan
dalam produk dan proses, polusi dan faktor-faktor lingkungan lainnya.
Collections
- MT - Business [4063]
