Strategi Peningkatan Daya Saing Pada Pt.Yss
Abstract
PT.YSS merupakan salah satu mitra PT. Astra Otoparts, tbk yang
menggunakan merk Shop & Drive. PT. YSS membeli waralaba Shop & Drive dan
telah resmi menjadi salah satu mitra. Shop & Drive berhasil menjalankan proses
bisnisnya dalam industri spareparts fast moving. Akan tetapi dalam penjualannya
PT. YSS mengalami fluktiatif dengan grafik yang cenderung menurun. PT.YSS
percaya bahwa persaingan dalam bisnis suku cadang ini yang menjadi penyebab
penurunan dari penjualan. Oleh karena itu diperlukan strategi daya saing
perusahaan yang diwujudkan dalam pemberian nilai yang dirasakan dari
pelayanan/service yang diberikan dan bukti fisik lainnya agar pelanggan merasa
puas dan menjadi loyal terhadap perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah
Mengkaji internal dan eksternal PT. YSS, Menganalisa faktor-faktor prioritas dari
analisis internal dan eksternal PT. YSS, dan Merumuskan strategi yang dapat
implementasikan untuk meningkatkan daya saing PT. YSS di industri suku
cadang fast moving otomotif.
Metode yang dilakukan dengan menggunakan analisis faktor-faktor strategis
eksternal yang terdiri dari politik, ekonomi, sosial/ budaya, teknologi, dan
lingkungan. Analisis faktor strategis eksternal juga memasukkan analisis daya
saing yang dilihat dari five force Porter. Analisis faktor strategis memanfaatkan
analisis SWOT, IFE dan EFE, serta Matriks TOWS, sedangkan untuk menentukan
prioritas strategi peneliti menggunakan AHP.
Berdasarkan hasil penelitian identifikasi faktor internal perusahaan,
kekuatan utama yang dimiliki perusahaan adalah Produk aki yang dihasilkan
memiliki kualitas ekspor serta Produk yang ditawarkan memiliki garansi toko,
sedangkan untuk kelemahan perusahaan adalah Promosi kurang dijalankan
dengan baik. Untuk peluang utama yang dimiliki perusahaan adalah Permintaan
dari konsumen wanita sangat tinggi serta Meningkatnya jumlah kendaraan
bermotor yang ada di Bogor dan sekitarnya, sedangkan untuk ancaman
perusahaan adalah Order barang ke pemasok sering mengalami keterlambatan dan
sangat terbatas.
Ada delapan alternatif strategi yang dipilih untuk pengembangan dan
peningkatan daya saing perusahaan. 1) Pemanfaatan teknologi untuk peningkatan
customer service, 2) Peningkatan pelayanan dan fasilitas khusus untuk wanita di
shop & drive, 3) Peningkatan event promosi dalam penjualan aki bergaransi dan
berdaur ulang, 4) Menggunakan e-commerce untuk peningkatan pemasaran dan
efisiensi biaya, 5) Mencanangkan Green evironment untuk perusahaan, 6)
Penambahan sistem baru yaitu one stop shopping, 7) Memaksimalkan kinerja
SDM dengan memberikan pelatihan terkait sistem pemasaran, 8) Menciptakan
produk dari perusahaan sendiri.
Berdasarkan hasil strategi yang diperoleh dari penelitian ini, peneliti
memberikan alternatif prioritas yang dapat digunakan perusahaan dan tercantum
didalam implikasi manajerial didalam penelitian ini. Prioritas strategi yang dapat
dilakukan perusahaan antara lain: perusahaan dapat menggunakan strategi 1)
memaksimalkan kinerja SDM dengan memberikan pelatihan terkait sistem pemasaran sebagai prioritas strategi, kemudian 2) Peningkatan event promosi
dalam penjualan aki bergaransi dan berdaur ulang, 3) Peningkatan pelayanan dan
fasilitas khusus untuk wanita di Shop & Drive, 4) Pemanfaatan teknologi untuk
peningkatan customer service, 5) Menggunakan e-commerce untuk peningkatan
pemasaran dan efisiensi biaya, 6) penambahan sistem baru yaitu one stop
shopping, 7) Menciptakan produk dari perusahaan sendiri, dan 8) Mencanangkan
green environment.
Collections
- MT - Business [4063]
