Perancangan Balanced Scorecard Untuk Pengembangan Strategi Di Seameo Biotrop
View/ Open
Date
2013Author
Oktavia, B., Dewi Suryani
Syarief, Rizal
Suroso, Arif Imam
Metadata
Show full item recordAbstract
SEAMEO BIOTROP merupakan sebuah lembaga yang menjadi pusat regional Asia Tenggara untuk biologi tropika. Adanya berbagai perubahan pesat yang terjadi di lingkungan sosial ekonomi dan lingkungan, menjadi pemicu SEAMEO BIOTROP dalam menetapkan Five Year Development Plan (FYDP) ke-9 untuk periode 2012-2017 dimana lembaga ini melihat adanya peluang guna menangkap kebutuhan yang muncul dari klien dan peluang baru dengan mitra di seluruh operasi lembaga dalam lima tahun ke depan. Tantangan yang dihadapi kini adalah meningkatkan efektivitas dan memastikan jalur dampak yang jelas dari program dan kegiatan yang terwujud dalam rencana ini di tengah persaingan di antara sumber pendanaan organisasi penelitian dan pengembangan di wilayah tersebut. SEAMEO BIOTROP harus bekerja keras untuk meningkatkan kinerjanya agar dapat bersaing dengan organisasi penelitian dan pengembangan lainnya, untuk itu diharapkan SEAMEO BIOTROP dapat mengidentifikasi berbagai hal yang mempengaruhi keberlanjutan lembaga dalam rangka mencapai tujuannya, diantaranya dengan menyelaraskan visi, misi dan strateginya kedalam suatu kerangka terstruktur sehingga dapat menciptakan berbagai sasaran strategis, inisiatif strategis, target, sampai kepada penciptaan sebuah peta strategi (strategy map) yang pada akhirnya diharapkan dapat membantu lembaga ini dalam meningkatkan pencapaian kinerjanya. Adanya suatu alat bantu pengukuran kinerja organisasi dengan fokus terhadap pencapaian target dari setiap KPI merupakan hal yang diperlukan sehingga berbagai indikator keberhasilan dapat diukur dengan jelas dalam lembaga ini. Indikator-indikator ini disebut dengan istilah key performance indicator (KPI) yang dapat disusun baik di tingkat lembaga sampai individu karyawan. Pendekatan BSC, dapat dimanfaatkan oleh SEAMEO BIOTROP dalam menyelaraskan visi, misi, tujuan serta strateginya kedalam suatu kerangka kerja strategis yang komprehensif, koheren, berimbang dan terukur yang selanjutnya dapat berimplikasi dalam meninjau kembali strategi yang telah ditetapkan untuk terus menerus diperbaiki sehingga pada akhirnya diharapkan mempengaruhi kinerja lembaga agar menjadi lebih baik. Selanjutnya dengan pengukuran kinerja yang lebih baik ini diharapkan pengelolaan sumberdaya manusia di SEAMEO BIOTROP akan semakin baik.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menjabarkan visi, misi, dan strategi SEAMEO BIOTROP ke dalam sasaran-sasaran strategis pada keempat perspektif Balanced Scorecard (2) Menentukan KPI, target, inisiatif strategi, dan peta strategi apa yang dapat diterapkan oleh SEAMEO BIOTROP, (3) Menyusun hubungan sebab akibat sasaran strategis SEAMEO BIOTROP melalui peta strategis dan (4) Merumuskan implikasi manajerial bagi SEAMEO BIOTROP.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan studi kasus. Data dan informasi diperoleh dengan wawancara terstruktur dan Focus Group Discussion. Teknik pengambilan contoh dilakukan dengan cara sengaja (purposive sampling) dimana responden terdiri atas unsur-unsur manajemen SEAMEO BIOTROP sebagai pihak internal dan pihak eksternal. Pihak internal terdiri dari Board of Directors (BoD), Finance Unit
Head, General Administration Unit Head, Facilities Unit Head, Information and
Technology Unit Head, Information Resource Unit Head, Human Resource
Management Unit Head, Community Development Head, Laboratory Coordinator
dan Scientist, sedangkan pihak eksternal berasal dari PT. Monagro Kimia dan BB
Biogen.
Proses perancangan Balanced Scorecard (BSC) pada SEAMEO BIOTROP
diawali dengan penjabaran visi, misi dan strategi lembaga kedalam sasaran
strategis pada empat perspektif Balanced Scorecard. Keempat perspektif ini
disetujui oleh pihak manajemen sebagai perspektif yang dipilih dalam proses
perancangan BSC tersebut, karena dianggap pernyataan visi, misi, strategi
SEAMEO BIOTROP sudah mewakili keempat perspektif dalam BSC ini. Proses
penjabaran visi, misi dan strategi tersebut melibatkan responden yang terdiri dari
Board of Directors dan staf setingkat Unit Head dalam lembaga. Wawancara
dilakukan terhadap responden dengan menggunakan alat bantu kuesioner. Setelah
visi, misi dan strategi perusahaan diterjemahkan kedalam sasaran strategis pada
empat perspektif Balanced Scorecard, maka langkah selanjutnya menentukan
indikator kinerja kunci (KPI) yang akan diukur oleh lembaga, kemudian
dilanjutkan dengan menentukan target dan inisiatif strategis dari setiap sasaran
strategis. Langkah terakhir dari perancangan Balanced Scorecard adalah membuat
peta strategi. Setelah Balanced Scorecard terbentuk, maka langkah selanjutnya
adalah mengukur kontribusi setiap KPI terhadap kinerja lembaga dengan
menggunakan kerangka Balanced Scorecard. Balanced Scorecard menyediakan
kerangka untuk membangun sasaran-sasaran strategis yang koheren. Kekoherenan
ini dapat dibangun dengan menciptakan hubungan sebab akibat antara sasaran
strategis melalui pemetaan strategis. Hubungan sebab-akibat ini menyebabkan
sasaran strategis yang ditetapkan untuk setiap perspektif memberikan dampak
kepada keberhasilan sasaran strategis perspektif lainnya. Peta strategi SEAMEO
BIOTROP menggambarkan turunan dari visi, misi dan strategi lembaga. Ada
beberapa hubungan sebab akibat yang diidentifikasi dalam peta strategi SEAMEO
BIOTROP, diantaranya adalah pada perspektif proses bisnis internal,
diidentifikasi sasaran strategis mempromosikan potensi dan keuntungan biologi
tropis yang telah terbukti bagi masyarakat dan lingkungan alami dari negaranegara anggota SEAMEO dinilai mempengaruhi keberhasilan sasaran strategis
menghasilkan dukungan kebijakan dari pemerintah di negara anggota dalam
memelihara dan mengelola biologi tropis secara tepat.
Selanjutnya lembaga ini mengidentifikasi beberapa Key Performance
Indicator (KPI) organisasi. Berdasarkan hasil pembobotan, diketahui bahwa setiap
KPI memiliki tingkat kepentingan dan kontribusi yang berbeda terhadap kinerja
lembaga secara keseluruhan. Pada perspektif keuangan KPI jumlah pendanaan
yang diterima dari Pemerintah memiliki kontribusi tertinggi sebesar 5,3 persen
terhadap kinerja lembaga. Kontribusi KPI jumlah pendanaan yang diterima dari
Pemerintah yang tinggi ini menunjukkan bahwa lembaga masih menggantungkan
keberhasilan pelaksanaan program dan aktivitasnya sebagian besar dari dukungan
dana Pemerintah. Pada perspektif pelanggan, KPI jumlah penelitian/program
reguler/baru yang dilakukan bekerjasama dengan akademisi, organisasi penelitian
dan pengembangan, serta industri terkait lainnya berkontibusi tertinggi terhadap
kinerja lembaga yakni sebesar 8,0 persen terhadap kinerja lembaga. Hal ini dikarenakan sebagai lembaga pendidikan, inti kegiatan dari SEAMEO BIOTROP
adalah menyediakan layanan penelitian, pengembangan serta pelatihan terkait
bidang biologi tropis yang sebagian besar bekerjasama dengan lembaga atau
organisasi dan industri terkait lainnya. Pada perspektif proses bisnis internal, KPI
jumlah MOU yang ditandatangani dan diimplementasikan memberikan kontribusi
tertinggi yaitu sebesar 14,5 persen bagi kinerja lembaga. Banyaknya MOU yang
ditandatangani dan diimplementasikan merupakan ukuran penting keberhasilan
lembaga dalam memperkenalkan dirinya sebagai sebuah Pusat Unggulan dalam
bidang biologi tropis di wilayah Asia Tenggara khususnya di Indonesia. Hal itu
mencerminkan semakin meningkatnya kepercayaan pihak lain untuk bekerjasama
dan memanfaatkan sumberdaya yang dimiliki oleh SEAMEO BIOTROP. Pada
perspektif pertumbuhan dan pembelajaran, rasio produktivitas tenaga kerja
memiliki kontribusi tertinggi yaitu sebesar 10,4 persen terhadap kinerja lembaga
SEAMEO BIOTROP. Hal ini diduga dikarenakan produktivitas tenaga kerja
sangat mempengaruhi kinerja lembaga. Banyaknya variabel yang mempengaruhi
produktivitas, mengakibatkan lembaga SEAMEO BIOTROP perlu benar-benar
menentukan variabel mana yang paling mempengaruhi produktivitas stafnya.
Collections
- MT - Business [4063]
