Analisis Strategi Peningkatan Penerimaan Pajak Daerah Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (Bphtb)
View/ Open
Date
2015Author
Arwani
Fauzi, Anas Miftah
Rusli, Meika Syahbana
Metadata
Show full item recordAbstract
Terjadi fenomena yang menarik pada realisasi BPHTB di Kota Bekasi yang
mengalami kenaikan dari tahun ke tahun namun bila diukur secara rasio
kontribusinya mengalami penurunan. Kecenderungan menurunnya kontribusi
BPHTB terhadap elemen pendapatan daerah dan adanya penyelundupan BPHTB
menyiratkan ada permasalahan yang terjadi dalam proses pemungutan dan
pengelolaan BPHTB di Kota Bekasi. Mengingat besarnya kontribusi BPHTB
sehingga sangat mempengaruhi struktur penerimaan dalam APBD Kota Bekasi
dan besarnya potensi yang harus diselamatkan, sudah menjadi keharusan bagi
Kota Bekasi untuk melakukan berbagai strategi untuk meningkatkan penerimaan
pendapatan pajak daerah BPHTB dalam rangka menopang pembiayaan
pembangunan dan mencapai kemandirian fiskal.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang
mempengaruhi penerimaan pajak daerah BPHTB, menganalisis faktor strategis
internal dan eksternal yang mempengaruhi pelaksanaan pemungutan dan
pengelolaan BPHTB di Kota Bekasi dan merekomendasikan strategi yang dapat
dilakukan dalam meningkatkan penerimaan Pajak Daerah BPHTB. Metode
analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksploratif deskriptif dengan
menggunakan Internal Factor Evaluation (IFE) dan External Factor Evaluation
(EFE). Perumusan strategi dengan menggunakan analisis SWOT, sedangkan untuk
menentukan prioritas dilakukan dengan Analytical Hierarchy Proces (AHP).
Hasil identifikasi lingkungan internal dan eksternal menunjukkan bahwa
pelaksanaan pemungutan dan pengelolaan pajak daerah BPHTB oleh Dispenda
Kota Bekasi mempunyai faktor kekuatan utama pada sarana dan prasarana
pelayanan berupa fasilitas kantor yang cukup memadai dan mempunyai perangkat
peraturan cukup lengkap dalam pemungutan dan pengelolaan BPHTB, dan
kelemahan utamanya adalah rendahnya nilai NJOP properti akibat dari belum
tuntasnya pelaksanaan pemutakhiran NJOP. Dari kedua kombinasi skor IFE dan
IFE dan berdasarkan posisi pemetaan dalam matriks Internal dan eksternal posisi
Dispenda dalam kuadran II yaitu kategori tumbuh dan kembangkan.
Hasil analisis SWOT dan FGD terdapat empat alternatif strategi untuk
meningkatkan penerimaan pajak daerah BPHTB yaitu pengembangan sistem
informasi BPHTB, peningkatan kapasitas dan integritas SDM, sosialisasi
peraturan/regulasi tentang BPHTB dan pelaksanaan penegakan hukum/law
enforcement. Hasil analisis AHP terhadap empat alternatif strategi ini
memunculkan strategi peningkatan kapasitas dan integritas SDM dengan bobot
paling tinggi yaitu 0,383 sebagai strategi prioritas yang dapat dilaksanakan oleh
Dispenda Kota Bekasi dalam usahanya meningkatkan penerimaan pajak daerah
BPHTB.
Collections
- MT - Business [4063]
