Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Komitmen Kerja Frontliner Di Bank X Wilayah Jakarta 1 dan Bandung
View/ Open
Date
2014Author
Iskandar, Asep Ikhsan
Siregar, Hermanto
Affandi, M.Joko
Metadata
Show full item recordAbstract
Frontliner merupakan istilah umum untuk Customer Service dan Teller.
Setiap orang yang datang ke bank akan menemui petugas ini. Dalam industri
perbankan, frontliner merupakan “wajah” bank, karena langsung berhadapan
dengan nasabah. Nasabah dapat menilai kualitas dan pelayanan bank dari seberapa
baik para frontliner melayani dengan sopan dan cekatan. Sebagai suatu
perusahaan jasa, bank dituntut untuk selalu mengutamakan pelayanan yang prima
terhadap para nasabah. Oleh karena peran frontliner yang sangat penting tersebut,
maka diperlukan orang-orang yang berkomitmen tinggi untuk menerima tugas
sebagai frontliner.
Posisi frontliner di Bank X yaitu jabatan Teller dan Customer Service (CS)
ada yang berstatus pegawai tetap, dan sebagian besar adalah pegawai kontrak
yang berasal dari pegawai outsourcing. Mereka semua sama-sama dituntut
memberikan pelayanan yang tinggi terhadap nasabah. Pegawai yang menyandang
status pegawai kontrak sangat memahami kelanggengan bekerjanya di Bank X
akan berbeda dengan pekerja tetap. Hal ini dapat menimbulkan ketidakjelasan
keberlangsungan bekerja di perusahaan yang pada akhirnya dapat menimbulkan
rasa tidak aman atau job insecurity.
Status pegawai kontrak, sering dijadikan sumber permasalahan pada
komitmen kerja. Hal ini mengakibatkan seolah-olah job insecurity merupakan
satu-satunya penyebab rendahnya komitmen. Namun demikian, teori komitmen
tidak selalu menyatakan seperti itu. Banyak hal lain yang dapat memengaruhi
komitmen, seperti dukungan organisas serta dukungan dan pembinaan atasan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabel-variabel yang
memengaruhi komitmen frontliner dan mengetahui variabel mana yang paling
tinggi pengaruhnya diantara variabel Job Insecurity, Perceived Organizatioal
Support (POS), serta Leader-Member Exchange (LMX). Penelitian ini
menggunakan analisis Structural Equation Modeling (SEM). Responden dalam
penelitian ini adalah 105 orang frontliner dari wilayah Jakarta 1 dan Bandung.
Hasil analisis SEM menunjukkan POS dan LMX memengaruhi komitmen secara
signifikan. Nilai |t| hitung dan koefisien jalur masing-masing sebesar 2.76 dan
0.37 serta 2.90 dan 0.35. sementara itu variabel job insecurity tidak berpengaruh
terhadap komitmen dengan nilai |t| hitung sebesar -0.15 dan koefisien jalur sebesar
-0.015. Penelitian ini menemukan bahwa tinggi rendahnya komitmen kerja
frontliner bukan dipengaruhi oleh rasa aman karena keberlangsungan kerja,
namun dipengaruhi oleh aspek-aspek lain terkait organisasi yaitu pemahaman
frontliner terhadap nilai-nilai organisasi, dan peran pemimpin unit kerja dalam
melaksanakan supervisi, bimbingan, serta pembinaan terhadap pegawai yang
berada di bawahnya.
Collections
- MT - Business [4063]
