View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Determinan Fdi Industri Hulu Migas Di Indonesia Serta Dampaknya Terhadap Ketahanan Pangan Energi dan Penerimaan Negara

      Thumbnail
      View/Open
      full text (2.156Mb)
      Date
      2015
      Author
      Iskandar, Yudi
      Juanda, Bambang
      Johan, Suwinto
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Masuknya Indonesia sebagai negara net importir migas dan tingginya belanja energi dibandingkan dengan penerimaan negara migas, hal ini diperkirakan karena kurangnya investasi pada kegiatan usaha hulu migas di Indonesia. Potensi migas yang dimiliki Indonesia masih cukup besar terutama di Indonesia bagian timur. Dengan kondisi keuangan negara yang terbatas, dan dengan memperhatikan resiko investasi dari operasi hulu migas serta kemampuan teknologi yang belum sepenuhnya dikuasai dalam negeri, oleh karena itu negara masih membutuhkan investasi asing langsung atau Foreign Direct Investment (FDI) untuk meningkatkan operasi hulu migas di Indonesia. Penelitian ini menganalisa determinan FDI pada industri hulu migas di Indonesia dengan menggunakan regresi data panel dari tahun 2003 - 2013 dengan cross section sebanyak 82 wilayah kerja pertambangan migas yang telah berproduksi di Indonesia. Disamping itu, penelitian ini juga menganalisa bagaimana kinerja FDI dengan melihat melihat dampak dari FDI tersebut terhadap ketahanan energi (proxy produksi) dan penerimaan negara migas serta membandingkannya dengan investasi langsung dalam negeri atau Domestik Direct Investment (DDI) yang diwakili oleh BUMN. Berdasarkan hasil regresi data panel dapat diketahui bahwa variabel – variabel yang berpengaruh positif terhadap FDI industri hulu migas adalah infrastruktur, teknologi, pendidikan, indek bebas korupsi, harga minyak mentah, total cadangan migas, dan dummy pembubaran BPMIGAS menjadi SKK Migas. Sedangkan variabel – variabel yang berpengaruh negatif terhadap FDI industri hulu migas adalah ukuran pasar, upah, inflasi, keterbukaan ekonomi, dan kurs. FDI berdampak positif terhadap tingkat produksi dan penerimaan negara, namun dari sisi produksi migas, DDI memberikan dampak yang lebih besar dibandingkan dengan FDI.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167145
      Collections
      • MT - Business [4063]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository