Formulasi Strategi Penghimpunan Zakat dan Badan Amil Zakat Nasional
View/ Open
Date
2015Author
Coryna, Ita Aulia
Beik, Irfan Syauqi
Tanjung, Hendri
Metadata
Show full item recordAbstract
Potensi zakat di Indonesia merupakan potensi zakat yang terbesar di dunia,
yaitu sebesar 217 trilliun rupiah (BAZNAS dan FEM IPB, 2011). Namun realisasi
penghimpunan zakat nasional tidak sampai 2 persen dari total potensi yang ada.
Menurut laporan BAZNAS penghimpunan zakat tahun 2014 dalam skala nasional
sebesar 3,2 trilliun rupiah. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan yang sangat
tinggi antara potensi dan realisasi penghimpunan zakat nasional di Indonesia.
Dalam rangka membantu pelaku industri zakat Indonesia menyerap potensi
yang ada, pemerintah belum lama ini mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres)
No. 3 tahun 2014 yang ditujukan kepada seluruh lembaga pemerintah agar
memfasilitasi para karyawan di institusi masing-masing untuk menyalurkan dana
zakatnya melalui BAZNAS. Adapun instruksi yang ditujukan kepada BAZNAS
yaitu untuk melakukan sosialisasi hingga melakukan proses penghimpunan zakat
dari setiap lembaga pemerintah. Berdasarkan latar belakang di atas maka tujuan
dari penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi bagi BAZNAS dalam
menjalankan Inpres tersebut dengan terlebih dahulu menganalisis faktor-faktor
internal dan juga eksternal BAZNAS.
Analisis faktor internal BAZNAS menunjukkan bahwa BAZNAS memiliki
masing-masing lima faktor kekuatan dan juga lima faktor kelemahan. Yang
menjadi kekuatan internal BAZNAS dalam menjalankan Inpres No.3/2014 antara
lain tokoh BAZNAS yang memiliki jaringan ke lembaga pemerintah, transparansi
dan akuntabilitas keuangan yang dimiliki oleh BAZNAS, program-program
pemberdayaan unggulan, model penghimpunan dana zakat dan kejasama yang
sudah dijalankan oleh BAZNAS dengan banyak lembaga di dalam maupun luar
negeri. Sedangkan yang menjadi kelemahan internal BAZNAS antara lain sistem
jaringan IT di BAZNAS daerah, jumlah SDM terbatas, besaran APBN yang
diterima tiap tahunnya, rangkap jabatan di BAZNAS pusat, dan pemahaman
tentang zakat yang belum merata di kalangan amil.
Analisis faktor eksternal BAZNAS menunjukkan bahwa BAZNAS juga
memiliki lima faktor peluang dan lima faktor hambatan. Yang menjadi peluang
bagi BAZNAS dalam menjalankan Inpres No.3/2014 antara lain pergantian
kabinet, pertumbuhan kelas menengah Muslim, hubungan dengan LAZ lain, tokoh
masyarakat yang Pro Amil, dan peningkatan iklim syariah di Indonesia. Adapun
hambatan utama yang dihadapi oleh BAZNAS antara lain birokrasi di lembaga
pemerintah, sistem IT di lembaga pemerintah, pemahaman zakat yang rendah di
masyarakat umum, tingkat kepercayaan masyarakat yang rendah terhadap
lembaga pemerintah, dan muzakki di lingkungan lembaga pemerintah memiliki
jaringan zakat sendiri.
Hasil analisis faktor internal dan eksternal memposisikan BAZNAS di
dalam sel V pada matriks Internal-Eksternal, hal ini mengindikasikan bahwa
BAZNAS paling baik dikendalikan dengan strategi menjaga dan
mempertahankan. Dengan menggunakan analisis SWOT maka dirumuskan 9
alternatif strategi yang dapat dilakukan oleh BAZNAS dalam menjalankan Inpres No.3/2014. Sembilan alternatif strategi yang didapatkan antara lain pemanfaatan
peran tokoh BAZNAS untuk perluasan jaringan di lingkungan lembaga
pemerintah, penguatan aliansi atau kerjasama yang telah terjalin untuk
memberikan kemudahan kepada muzakki di lingkungan lembaga pemerintah,
peningkatan kapasitas dan penguatan kapabilitas SDM, pengembangan dan
pemerataan sistem IT di BAZNAS daerah, melakukan pendekatan dengan kabinet
baru terkait peningkatan pembiayaan dari APBN, penguatan aliansi untuk
menkreasikan zakat campaign di lingkungan lembaga, pemanfaatan peran tokoh
BAZNAS untuk menembus birokrasi di lembaga pemerintah, peningkatan
sosialisasi di lingkungan lembaga, dan melakukan mekanisme pengumpulan zakat
melalui sistem payroll.
Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan suatu formulasi strategi untuk
BAZNAS yang mengacu pada semua analisis yang telah dilakukan. Tahapan akhir
penelitian ini dirumuskan menggunakan analisis QSPM guna memberikan arahan
bagi BAZNAS agar dapat menjalankan Inpres tersebut secara optimal. Dari 9
alternatif strategi yang ada kemudian diukur daya tariknya terhadap setiap faktor
internal dan juga faktor eksternal. Alternatif strategi dengan total nilai daya tarik
tertinggi merupakan strategi prioritas. 3 strategi prioritas yang dapat dilakukan
oleh BAZNAS dalam menjalankan Inpres No.3/2014 adalah melakukan
pengumpulan dana zakat melalui sistem payroll, kemudian memanfaatkan peran
tokoh BAZNAS untuk menembus birokrasi di lembaga pemerintah, serta
meningkatkan sosialisasi terkait kinerja dan program-program unggulan
BAZNAS di lingkungan kementarian dan lembaga tinggi negara
Collections
- MT - Business [4063]
