Analisis Efektivitas Program Sl-Ptt Padi dan Efisiensi Teknis Usahatani Padi Di Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat
Abstract
Beras merupakan pangan pokok utama bagi penduduk Indonesia. Di sisi
lain, produksi padi/beras sendiri masih berfluktuasi meskipun cenderung
mengalami peningkatan antara tahun 2008 dan 2013 dengan rata-rata 3.43% per
tahun. Peningkatan tersebut merupakan hasil dari peningkatan luas panen rata-rata
2.35 persen per tahun dan pertumbuhan produktivitas rata-rata 1.04 persen per
tahun. Pemerintah terus berupaya meningkatkan produksi padi untuk mengimbangi
laju pertambahan penduduk yang tinggi dan menjamin ketahanan pangan nasional
melalui intensifikasi produksi dengan pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu
(PTT) dan langkah percepatan proses adopsi teknologi PTT padi oleh petani
ditempuh melalui penyelenggaraan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu
(SL-PTT). SL-PTT padi dilaksanakan dalam bentuk pendidikan non formal bagi
petani yang ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam
mengenali potensi, menyusun rencana usahatani, mengatasi permasalahan,
mengambil keputusan dan menerapkan paket teknologi yang sesuai dengan kondisi
sumberdaya setempat secara sinergis dan berwawasan lingkungan sehingga
usahataninya menjadi efisien, berproduktivitas tinggi dan berkelanjutan.
Pencapaian keberhasilan program SL-PTT tidak hanya dapat diukur dari indikator
peningkatan produksi, produktivitas dan pendapatan petani yang bersifat fisik
(tangible) namun hal-hal yang bersifat intangible berupa peningkatan pengetahuan
dan implementasi teknologi PTT padi perlu diikutsertakan dalam pengukuran.
Maka dari itu, pengukuran efektivitas program SL-PTT di Kabupaten Sukabumi
dapat dilakukan dengan mengukur indikator dari keberhasilan pencapaian tujuan
SL-PTT yaitu peningkatan produksi dan pendapatan petani yang dihasilkan oleh
penerapan teknologi PTT yang menjadikan usahataninya efisien. Selain itu, pada
tujuan SL-PTT dipaparkan bahwa keluaran program SL-PTT berupa peningkatan
produksi dan pendapatan petani diperoleh dari penerapan teknologi PTT yang
menjadikan budidaya usahataninya efisien. Maka dari itu, diperlukan pengukuran
efisiensi usahatani sebagai ukuran dari keberhasilan pencapaian tujuan program.
Penelitian ini bertujuan: 1) mengidentifikasi keragaan pelaksanaan program
SL-PTT padi yang diselenggarakan di Kabupaten Sukabumi, 2) menganalisis
tingkat efektivitas dari program SL-PTT padi yang diselenggarakan di Kabupaten
Sukabumi ditinjau dari perubahan pendapatan petani dan adopsi teknologi PTT oleh
petani, 3) menganalisis tingkat efisiensi dari petani peserta SL-PTT padi yang
diselenggarakan di Kabupaten Sukabumi, 4) merumuskan implikasi kebijakan
terhadap skor efektivitas dan efisiensi yang dicapai oleh SL-PTT padi yang
diselenggarakan di Kabupaten Sukabumi. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten
Sukabumi dengan sampel sebanyak 70 petani yang terdiri atas 35 petani peserta dan
35 petani non peserta di Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi. Pengumpulan
data dilakukan pada bulan Januari 2015 yang dianalisis menggunakan metode
Vectorial Project Analysis (VPA) dan metode Data Envelopment Analysis (DEA).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh komponen teknologi PTT padi
telah diterapkan oleh sebagian besar petani terutama komponen teknologi penggunaan Varietas Unggul Baru (VUB). Namun, penerapan teknologi PTT
berupa pemupukan berimbang serta pemberian pupuk organik masih belum sesuai
dengan anjuran teknologi PTT yang diajarkan selama sekolah lapang.
Hasil analisis VPA menunjukkan bahwa kemajuan petani peserta program
SL-PTT padi adalah lebih besar dibandingkan dengan petani non peserta yang
ditunjukkan dengan besaran vektor yang didapatkan. Nilai vektor yang diperoleh
petani peserta sebesar 2.22 sedangkan nilai vektor yang diperoleh petani non
peserta sebesar 1.02. Adapun interpretasi nilai rataan indikator VPA menunjukkan
program SL-PTT padi telah meningkatkan pengetahuan petani mengenai teknologi
PTT namun belum optimal mendorong petani untuk menerapkan teknologi PTT
sehingga potensi peningkatan produksi padi yang diperoleh dari pelaksanaan
program belum optimal.
Pencapaian nilai efisiensi teknis rata-rata usahatani dari petani peserta sebesar
0.84 adalah lebih tinggi dibandingkan dengan nilai efisiensi teknis rata-rata petani
non peserta sebesar 0.82. Akan tetapi, hasil uji t menunjukkan tidak ada perbedaan
nyata antara nilai efisiensi teknis rata-rata petani peserta dan petani non peserta
yang berarti keikutsertaan petani dalam program SL-PTT tidak memberikan
perbedaan terhadap tingkat efisiensi teknis usahatani yang dijalankan oleh petani.
Ketidakberhasilan dalam meningkatkan efisiensi teknis oleh petani peserta setelah
mengikuti SL-PTT dapat disebabkan oleh petani peserta tidak menerapkan
teknologi PTT sesuai dengan rekomendasi yang diajarkan selama sekolah lapang
sehingga tingkat efisiensi teknis yang dicapai oleh petani peserta tidak berbeda
signifikan dengan tingkat efisiensi teknis yang dicapai petani non peserta.
Upaya pengembangan program SL-PTT yang dapat dilakukan adalah
pendekatan dalam penyampaian informasi teknologi PTT kepada petani harus bisa
memberikan gambaran mengenai keuntungan dari adopsi teknologi PTT sehingga
diharapkan dapat menjadi motivasi bagi petani peserta untuk menerapkan teknologi
PTT secara optimal yang diharapkan dapat berpengaruh nyata terhadap produksi
padi dan peningkatan efisiensi. Langkah yang dapat ditempuh untuk meyakinkan
petani mengenai keuntungan dari adopsi teknologi PTT tersebut adalah dengan
menghadirkan sosok petani progresif yaitu petani yang dianggap memiliki efisiensi
teknis lebih tinggi dibandingkan petani lainnya, mengetahui lebih banyak tentang
usahatani padi, merespon positif terhadap saran penyuluh dan merasa bertanggung
jawab untuk mengadopsi praktik-praktik terbaik (best practices) dalam usahatani
padi yang dalam konteks ini adalah teknologi PTT padi. Petani progresif diharapkan
dapat melakukan yang terbaik untuk mendapatkan output produksi yang optimum
dan tentunya dipercaya oleh petani lainnya sehingga keberhasilan yang dicapai oleh
petani progresif akan menjadi pendorong dan motivasi bagi petani lainnya untuk
ikut menerapkan teknologi PTT padi sehingga tujuan dari pelaksanaan program
SL-PTT padi tercapai.
Collections
- MT - Business [4063]
