Formulasi Strategi Diler Mobil Chevrolet Pt. Prima Autoworld Cabang Serpong
View/ Open
Date
2014Author
Anggorojati, Trias
Daryanto, Arief
Djohar, Setiadi
Metadata
Show full item recordAbstract
Pasar penjualan mobil di Indonesia bertumbuh setiap tahun. Target
penjualan yang ditetapkan oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia
(Gaikindo) di tahun 2012 telah dicapai dengan angka penjualan mobil melewati
lebih dari satu juta unit. Banyak pabrikan mobil di dunia berusaha ikut
memperebutkan pasar mobil di Indonesia dan pabrikan yang sudah ada berusaha
untuk terus memenangkan persaingan. General Motors Indonesia yang
mempunyai merek Chevrolet berinisiatif untuk membuka kembali pabriknya di
Pondok Ungu Bekasi pada tahun 2013 dan mulai memproduksi Chevrolet Spin,
mobil Small MPV dengan kapasitas tujuh tempat duduk.
Strategi yang dilakukan oleh General Motors Indonesia membawa
semangat baru bagi para diler Chevrolet untuk meningkatkan volume penjualan
dan skala usahanya, baik dalam hal penjualan mobil, jasa bengkel dan penjualan
suku cadangnya. Penelitian ini menggunakan studi kasus salah satu diler
Chevrolet, yaitu PT. Prima Autoworld Cabang Serpong. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk menganalisis faktor-faktor strategis eksternal dan internal yang
mempengaruhi perkembangan bisnis PT. Prima Autoworld Cabang Serpong dan
memformulasikan strategi perusahaan untuk memenangkan persaingan dan
mencapai target dan tujuan perusahaan.
Analisis faktor strategis eksternal menunjukkan bahwa terus meningkatnya
jumlah penduduk yang tinggal dan bermigrasi ke Serpong, meningkatnya daya
beli dan konsumsi masyarakat, serta perkembangan teknologi informasi dan social
media sebagai media promosi merupakan tiga faktor peluang perusahaan yang
paling penting. Sementara itu, banyaknya showroom pesaing di Serpong,
kebijakan Bank Indonesia yang mensyaratkan uang muka kredit minimal 30% dan
rencana masuknya diler baru Chevrolet yang lebih besar di wilayah Serpong
merupakan tiga faktor ancaman yang paling penting bagi perusahaan. Evaluasi
terhadap faktor strategis eksternal menggunakan Matriks EFE menunjukkan
bahwa PT. Prima Autoworld Cabang Serpong mempunyai respon yang kurang
dalam memanfaatkan peluang-peluang dan menghindari ancaman-ancaman yang
ada.
Analisis faktor strategis internal menunjukkan bahwa kebijakan
perusahaan mengenai strategi harga dan program penjualan, kemampuan
pengadaan stok unit dan variasi display dan stok mobil menjadi tiga faktor
kekuatan perusahaan yang paling penting. Sementara itu, penanganan showroom
dan display yang belum standar, penanganan stok dan persiapan pengiriman ke
konsumen, serta budaya perbaikan produk dan proses yang belum berjalan baik
merupakan tiga faktor kelemahan perusahaan yang paling penting untuk
diperhatikan. Evaluasi terhadap faktor-faktor strategis internal menggunakan
Matriks EFI menunjukkan bahwa PT. Prima Autoworld Cabang Serpong
mempunyai kondisi internal yang lemah dibandingkan dengan kondisi persaingan
di industri penjualan mobil.
Collections
- MT - Business [4063]
