Komitmen Organisasi Sebagai Mediator Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Turnover Intention Karyawan Di Hotel Salak Bogor
View/ Open
Date
2014Author
Nugraha, Adi Sukartya
Sinaga, Bonar M.
Affandi, M.Joko
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepuasan kerja
terhadap turnover intention karyawan di Hotel Salak melalui komitmen organisasi
sebagai mediator. Data diperoleh melalui wawancara dan menggunakan kuesioner
kepada 60 responden karyawan Hotel Salak. Sebelum diolah, data hasil kuesioner
ditransformasi dengan menggunakan Metode Suksesif Interval (MSI) untuk
memenuhi kriteria dalam melakukan pengujian rataan skor dan mediasi.
Kemudian data dianalisis dan diuji dengan menggunakan metode causal steps, uji
Sobel versi Aroian, dan bootstrapping dengan bantuan perangkat lunak Statistical
Package for the Social Sciences (SPSS) 16 dan makro SPSS.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi kepuasan kerja, komitmen
organisasi, dan turnover intention karyawan berada pada tingkat sedang; kepuasan
kerja berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap komitmen organisasi;
kepuasan kerja berpengaruh secara signifikan dan negatif terhadap turnover
intention; dan pengaruh kepuasan kerja terhadap turnover intention sepenuhnya
dimediasi (full mediation) oleh komitmen organisasi.
Kondisi kepuasan kerja karyawan yang berada pada tingkat sedang
menyebabkan komitmen organisasi yang dimilikinya juga berada pada tingkat
sedang, sehingga menyebabkan karyawan memiliki turnover intention dan
berpeluang untuk meninggalkan perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa
kepuasan kerja berperan penting dalam meningkatkan komitmen organisasi, dan
keduanya berperan penting dalam menurunkan turnover intention. Semakin tinggi
kepuasan kerja yang dirasakan karyawan akan semakin meningkatkan komitmen
organisasinya dan dapat menurunkan turnover intention yang dimilikinya. Selain
itu juga ditemukan bahwa ketidakpuasan kerja bukan merupakan penyebab
langsung terjadinya turnover intention, tetapi ketidakpuasan kerja dapat
menurunkan komitmen organisasi karyawan, sehingga karyawan memiliki
turnover intention dan berpeluang untuk meninggalkan perusahaan.
Upaya yang dapat dilakukan oleh pihak manajemen dalam mengendalikan
dan menurunkan turnover intention karyawan adalah dengan memerhatikan
aspek-aspek yang dapat mendorong kepuasan kerja dan komitmen organisasi
karyawannya, seperti memfasilitasi kebutuhan karyawan baik yang bersifat materi
maupun non-materi, serta meningkatkan keterlibatan karyawan dalam berbagai
kegiatan organisasi agar karyawan merasa kontribusi dan keputusannya
memberikan makna bagi kemajuan perusahaan.
Collections
- MT - Business [4063]
