Evaluasi Masa Konsesi Pada Pembangunan Terminal Peti Kemas Kalibaru
View/ Open
Date
2015Author
Ambarini, Ronia
Suwandi, Ruddy
Rahardjo, Sri
Metadata
Show full item recordAbstract
Untuk mencapai tujuan PTN Badan Hukum memerlukan pendanaan,
Sumber pendanaan PTN Badan Hukum berasal dari subsidi pemerintah,
kerjasama luar negeri dan sumber dana masyarakat. Salah satu sumber dana
masyarakat berasal dari satuan usaha komersial. Kinerja satuan usaha komersial
perlu dilakukan pengukuran, evaluasi kinerja keuangan dengan menggunakan
rasio keuangan belum cukup, karena belum memperhitungkan besarnya biaya
modal dan resiko seperti kondisi yang dihadapi oleh satuan usaha komersial.
Untuk itu diperlukan metode lain yang didasarkan pada konsep nilai tambah. Nilai
tambah ekonomi merupakan alat ukur ideal bagi perusahaan untuk
mengoptimalkan dana yang telah di investasikan. Selain nilai tambah ekonomi,
pertumbuhan perusahaan juga perlu dilakukan pengukuran. Pertumbuhan
perusahaan mengindikasikan kemampuan perusahaan dalam mempertahankan
kelangsungan usahanya.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan satuan usaha
komersial dari sudut pandang EVA dan menganalisis satuan bisnis komersial
dalam menyelaraskan pertumbuhan perusahaan dengan keputusan investasi dan
pembiayaan metode matriks strategi keuangan. Objek penelitian adalah PT. X
satuan usaha komersial PTN Badan Hukum dengan periode penelitian 2006-2012.
Analisis dilakukan pada dua situasi, yaitu dengan ada asumsi bunga kredit
investasi dan kondisi riil tanpa bunga kredit investasi. Hasil memperkirakan EVA
dengan asumsi bunga kredit investasi menunjukkan bahwa EVA positif kecuali
pada tahun 2010, sementara kondisi riil menunjukkan bahwa EVA positif selama
periode penelitian. Analisis matriks strategi keuangan dengan asumsi bunga kredit
investasi menempatkan perusahaan dalam kuadran posisi A, B dan D, kondisi riil
tanpa bunga kredit investasi menempatkan perusahaan pada kuadran posisi A dan
B. Untuk mencapai kinerja yang baik, misalnya EVA positif dan kas surplus,
perusahaan perlu fokus pada prioritas kegiatan pelatihan dan mengatur besaran
laba ditahan.
Beberapa saran yang direkomendasikan untuk melakukan beberapa hal
sebagai berikut : 1) Perusahaan perlu melakukan penilaian kinerja dengan
menggunakan nilai tambah ekonomi, dan analisis matriks startegi keuangan agar
dapat diketahui kondisi perusahaan setiap periode baik segi pertumbuhan maupun
kapasitas perusahaan dalam penyediaan dana. 2) Perumusan kembali kebijakan
pembayaran dividen dengan mempertimbangkan kemampuan arus kas operasi dan
pertumbuhan perusahaan. 3) Untuk penelitian selanjutnya sebaiknya melakukan
penelitian mengenai strategi bauran pemasaran pada produk perusahaan PT. X.
Collections
- MT - Business [4063]
