Strategi Pengembangan Agribisnis Rumput Laut Di Kabupaten Sumbawa Barat
View/ Open
Date
2013Author
Syaharbian, Rilfar
Fahmi, Idqan
Nurmalina, Rita
Metadata
Show full item recordAbstract
Agivbisnis adalall kegiatan yang utuh serta tidak terpisah antara satu kegiatan
dengan kegiatan yang lain dari mulai proses produksi, pengolahan sampai pada
pemasaran. Sama halnya seperti pengembangan agribisnis rumput laut yang sedang
dilaksanakan di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat, yang diharapkan dapat
meningkatkan pendapatan para pelaku usaha yang sekaligus mendorong perekonomian
daerah melalui produk unggulan daerah, yaitu rumput last. Adapun tujuan dari penelitian
ini adalah mengidentifikasi upaya pengembangan agribisnis rumput laut saat in,
mengidendfikasi peta rantai nilai rumput laut, mengidentifikasi kondisi ekspor,
menganalisis faktor dan tujuan strategik yang tepat guna, serta menyusun altematif dan
prioritas strategi yang tepat untuk pengembangan agribisnis runput laut di Kabupaten
Sunbawa Barat.
Alat analisis yang digunakan di dalam penelitian ini adalah peta ramai nilai,
SWOT dan AHP-SWOT (AWOT). Identifikasi yang dilakukan untuk mengetahui kondisi
agribisnis rumput laut saat ini dan kondisi ekspor rumput laut di Kabupaten Sumbawa
Barat dilakukan dengan cara melakukan observasi langsung ke wilayah Kabupaten
Sumbawa Barat dan dipertajan melalui tinjaunn literatur data-data pengembangan
rumput laut yang dimiliki oleh wilayah terschut. Analisis peta rantai nilai juga digunalran
untuk mengetahui kegiatan agribisnis dari hulu ke hilir yang kini tengah dilaksanckan.
Setelah itu dilakukan analisis lingkungan untuk mengidentifikasi fakeor-falctor strategis
baik untuk sisi internal maupun ekstemal. Kemudian dilanjutkan dengan pencocokan
masing-masing faktor kunci untuk menghasilkan altematif strateri yang dapat
direkomendasikan dan diolah pada analisis selanjutnya. Pencocokan masing-masing
faktor kunci untuk menghasnlcan alternatif strategi dilakukan dengan analisis matriks
SWOT. Alternatif stratedr yang didapat dari matriks SWOT, kemudian diolah kembali
menggunakan AHP-SWOT (Awol) dengan bantuan perangkat lunak Exper/ C%oj.ce 1 1
untuk mendapatkan prioritas strategi. Dari hasil pengisian kuisioner oleh pana responden,
didapathan bahwa yang menjadi falctor kunci internal dan ekstemal adalah sebagai
berikut. Umuk faktor kunci kekuntan internal terdiri dari enan subfcktor, yaitu I)
Tersedianya sumberdaya alam yang melimpah, tenaga keria yang berkualitas dan areal
yang luas untuk budidaya rumput laut (0.212); 2) KSB sedang membangun pabrik
pengolahan rumput taut pertama di Indonesia yang merupakan realisasi dari program
hff 3EI yang dilaksanakan oleh Departemen Perindustrian RI, dibantu oleh pemda dan
pihak swasta (0.166); 3) Berada di dalam wilayah arus lalu lintas pemasaran produk
msional yang menunjang pengembangan sektor industri (0.074); 4) Menriliki teknoloal
pengolahan pasca panen yang tergolong baik (0.212); 5) Dukungan multipihak yang baik
dan memiliki komitmen yang sama dalan pengembangan agribisnis RL di KSB (0.252);
dan 6) Produk rumput laut sudan ditetapkan menjadi produk unggulan daerah KSB
(0.084). Untuk faktor kunci kelemahan terdiri dari enam subfalctor, yaitu I) Prasarana
transportasi pendukung terutama jalan yang ada masih perlu ditingkatkan (0.234); 2)
Belum ada petani ataupun lembaga yang memasarkan produk olahan rumput laut di KSB
(0.178); 3) Pasokan air bersih untuk pengolahan masih kurang (0.122); 4) Pembinaan
SDM beluln optimal dalam sisi pembudidayaan, pengolahan dan pemasaran rumput laut,
baik secara kelembagaan maupun individu (0.174); 5) Penyediaan / manajemen bibit dan
sarana penunjang produksi seperti tempat penjemuran, tali dan sebagainya masih perlu
ditingkatkan (0.152); dan 6) Petani pembudidaya masih belum menerapkan teknik
budidaya RL yang baik Good 4g"c}cat/fwrc Prac/I.ccf (GAP) (0.141). Selanjutnya, ada ....dst.
Collections
- MT - Business [4063]
