Kanvas Model Bisnis Pt.Fuel Technologies Group Indonesia
View/ Open
Date
2013Author
Saksono, Galih Arief
Djohar, Setiadi
Daryanto, Heny K.
Metadata
Show full item recordAbstract
Pertumbuhan ekonomi yang pesat di Indonesia dalam beberapa tahun belakangan ini menyebabkan tingkat konsumsi energi primer juga menigkat. Berdasarkan data dari Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) tahun 2011, energi primer yang paling dominan dikonsumsi adalah bahan bakar minyak (BBM). Pemerintah memprediksi bahwa pada total konsumsi BBM bersubsidi pada tahun 2013 akan mencapai 49,65 juta kl, yang artinya akan mengalami peningkatan 7-8% dari tahun sebelumnya. Dalam perkembangannya permintaan BBM selalu meningkat setiap tahunya, namun hal tesebut tidak diimbangi oleh produksi BBM di dalam negeri sehingga mengharuskan untuk melakukan impor. Di sisi lain pemerintah telah bertekad untuk mengurangi ketergantungan energi primer pada minyak dengan dikeluarkannya Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2006 yang dikenal dengan blue print pengelolaan energi nasional 2006-2025. Dalam Perpres tersebut pemerintah memiliki sasaran untuk mengurangi pernan minyak bumi dari 52% (tahun 2005) menjadi hanya 20% dari total pasokan energi (energy mix) nasional.
Salah satu cara untuk mengatasi keterbatasan sumber energi adalah dengan melaksanakan konservasi. Konservasi energi adalah peningkatan efisiensi energi yang digunakan atau proses penghematan energi. Penghematan energi merupakan unsur yang penting dari sebuah kebijakan energi karena merupakan cara paling ekonomis dalam menghadapi keterbatasan sumber energi, dan merupakan cara yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan peningkatan produksi energi.
PT. Fuel Technologies Group Indonesia (PT. FTGI) merupakan salah satu perusahaan yang peduli terhadap masalah konservasi energi di Indonesia dengan produk utamanya adalah Fitch Fuel Catalyst (FFC). Katalisator merupakan suatu substansi yang mampu mempengaruhi kecepatan suatu reaksi pada suhu tertentu tanpa mengalami transformasi. FFC merupakan alat perawat bahan bakar sebelum pembakaran yang terbuat dari logam khusus. FFC mampu memformulasikan kembali BBM sebelum memasuki ruang pembakaran, mencegah oksigen dan hampir semua bakteri yang menyerang BBM sehingga mampu mengatasi masalah penggunaan BBM dengan cara yang efektif.
Dalam perjalanannya, revenue PT. FIGI mengalami peningkatan namun pertumbuhannya masih berjalan lambat. Hal tersebut menunjukkan bahwa kegiatan bisnis yang dijalankan oleh perusahaan belum menghasilkan kinerja yang yang optimal. Salah satu strategi yang digunakan untuk memasuki sebuah pasar dimana konsumennya belum mengenal produk yang ditawarkan adalah dengan menggunakan pendekatan model bisnis. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi model bisnis PT. FTGI saat ini, menentukan model bisnis perbaikannya dan menghasilkan program-program masa depan.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Jenis data yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari kegiatan observasi, wawancara, dan Focus Group Discussion (FGD). Teknik wawancara digunakan untuk menggali informasi berkaitan dengan gagasan, ide, perasaan dan pikiran narasumber sesuai dengan tujuan penelitian. Teknik wawancara yang digunakan adalah wawancara
terstruktur, sehingga pengambilan data berpedoman pada kuesioner. Sedangkan
teknik FGD digunakan untuk membantu peneliti mengidentifikasi Kanvas Model
Bisnis (KMB) saat ini, melakukan analisis SWOT pada setiap elemen KMB, dan
menentukan KMB perbaikan. Peserta FGD dipilih dari para direksi karena
merupakan pelaku yang paling berpengaruh dalam pembuat kebijakan serta
dianggap memiliki kompetensi yang lebih baik dari staf. Untuk data sekunder
diperoleh dari kegiatan studi dokumentasi yang berasal dari PT. FTGI dan sumber
lainnya. Teknik pengambilan data yang digunakan penelitian adalah teknik sensus
yaitu meneliti seluruh anggota yang menjadi objek penelitian tanpa kecuali.
Kriteria narasumber dalam penelitian ini adalah seluruh staf dan direksi pada PT.
FTGI.
Hasil identifikasi setiap elemen KMB PT. FTGI saat ini dapat
dideskripsikan bahwa elemen customer segments terdiri dari instansi pemerintah,
instansi swasta dan ritel. Untuk value proposition yang dimiliki berasal dari
manfaat dari produk yaitu cost reduction, perfomance, emission reduction, instant
effect, guarantee, lifetime increase. Selain dari manfaat produk, value proposition
yang ditawarkan juga terdapat dalam bentuk jasa yaitu customization dan mobile
technician. Customer relationship yang dijalankan saat ini yaitu hubungan yang
bersifat langsung kepada customer dan bentuk ikatan sertifikat. Channels terdiri
dari saluran distribusi milik sendiri dan milik mitra serta komunikasi pemasaran
yang menggunakan media konvensional maupun modern. Revenue stream berasal
dari penjualan lepas/putus serta pendapatan yang bersifat periodik dari kontrak
Share Benefit Program (SBP). Key resourcse yang dimiliki antara lain
sumberdaya manusia, database customer, fasilitas kantor, paten teknologi dan
sumber dana. Key activities terdiri dari kegiatan penyediaan stok produk, kegiatan
pemasaran, kegiatan pelayanan, laporan persediaan, laporan keuangan. Key
partnership terdiri dari APSI Inc, PT. FSS, bank, agen, pemilik penyewaan
kendaraan, pemilik penyewaan kantor, pemilik jasa impor. Cost structure terdiri
dari biaya penyediaan stok, biaya pemasaran, biaya pelayanan, gaji SDM, biaya
konsinyasi, dan biaya fasilitas kantor.
Penggunaan KMB dimaksudkan juga untuk mengidentifikasi kondisi
internal dan eksternal pada setiap elemen KMB sehingga dapat ditemukan solusi
untuk menanggulanginya. Analisis SWOT dilakukan pada setiap elemen KMB
untuk mendapatkan KMB perbaikan. Berdasarkan hasil analisis SWOT tersebut
PT. FTGI perlu melakukan pada beberapa elemen. Pada customer segment PT.
FTGI perlu menetapkan prioritas yaitu instansi swasta dan instansi pemerintah
kerena kedua segmen tersebut memberikan kontribusi terbesar pada revenue
stream. Untuk value proposition perlu mempertimbangkan melakukan
diversifikasi produk untuk mengantisipasi customer yang melakukan konversi
BBM. Pada channels perlu mengoptimalisasi saluran distribusi mitra, melakukan
perubahan bentuk kerjasama konsinyasi menjadi pembelian minimum stok.
Customer relationship perubahan orientasi komunitas untuk segmen ritel. Revenue
stream penentuan prioritas pada customer yang memberikan kontribusi profit
margin tertinggi dan yang bersifat periodik. Key resources perbaikan kinerja
SDM, perbaikan database customer. Key activities perbaikan penyediaan stok,
kinerja pemasaran, perbaikan pelayanan, perbaikan laporan keuangan. Key
partnership optimalisasi PT. FSS, optimalisasi fungsi bank, pengurangan mitra pemilik jasa impor. Cost structure perlu efisiensi biaya penyediaan stok,
pengurangan biaya konsinyasi, penambahan biaya pelatihan.
PT. FTGI perlu memperbaiki kinerja logistik, pemasaran dan pelayanan
dengan cara: 1) merancang ulang pemesanan stok produk sesuai permintaan, 2)
memprioritaskan customer dari instansi pemerintah dan instansi swasta, 3)
mengubah target customer pada segmen ritel yang bersifat individual menjadi
komunitas, dan 4) mengadakan pelatihan kepada seluruh staf sesuai kompetensi
yang dibutuhkan. Untuk memperbesar volume revenue stream maka PT. FTGI
perlu memprioritaskan: 1) customer pengguna pelayanan modifikasi
(customization), dan 2) customer pengguna share benefit program. Sedangkan
untuk menghadapi persaingan harga terhadap kompetitor PT. FTGI perlu
merancang ulang harga untuk segmen ritel. Dengan semakin intensifnya program
konversi energi BBM yang dicanangkan pemerintah, maka PT. FTGI juga perlu
mengadakan diversifikasi produk untuk mengantisipasinya.
Collections
- MT - Business [4063]
