Pengukuran Beban Modal Risiko Operasional Dengan Metode Ama Loss Distribution Approach (Studi Kasus Pt.Bank Abc, Tbk)
View/ Open
Date
2014Author
Hartini, Rina
Hartoyo, Sri
Sasongko, Hendro
Metadata
Show full item recordAbstract
Risiko operasional yang harus dikendalikan sudah pasti menjadi sebuah
tantangan bagi bank ABC untuk dapat menghitung beban risiko operasional
secara tepat mengingat risiko operasional merupakan risiko yang kejadiannya
tidak bisa diprediksi karena risiko operasional sebagai risiko yang timbul karena
kegagalan dari proses internal, manusia, sistem, atau kejadian eksternal
operasional bank ABC. Permasalahan yang dihadapi oleh bank ABC dalam
perhitungan secara kuantitatif tentang berapa besar beban modal risiko
operasional yang harus disiapkan pada periode berikutnya mengingat keterbatasan
sumberdaya manusia yang belum mampu menguasi perhitungan yang
menggunakan pendekatan matematik dan probabilistik.
Pendekatan internal yang digunakan dalam penelitian ini adalah Advanced
Measurement Approach (AMA) yang membutuhkan data historis (Loss Event
Database) mengenai kejadian kerugian operasional. Databaseyang berasal dari
data historis, sehingga bank dapat membuat suatu model kuantifikasi risiko
operasional sehingga proyeksi capital charge dapat menggambarkan estimasi
kerugian secara riil.
Penelitian ini menggunakan variabel berdasarkan pada penilaian profil
risiko terdiri dari penilaian inherent risk (risiko yang melekat pada aktivitas bank)
dan penilaian risk control system (pengendalian terhadap risiko inheren) terhadap
delapan lini bisnis yaitu corporate finance, trading and sales , retail banking,
commercial banking, payment and settlement, agency services, aset management
dan retail brokerage dengan pada tujuh kategori kejadian yaitu internal fraud,
external fraud, employment practices and workplace safety, clients products and
business practices, damage to physical asets, business disruption and system
failures, dan execution delivery and process management
Hasil penelitian menunjukkan kategori kejadian internal fraud
menghasilkan nilai kerugian terbesar dan setiap lini bisnis memiliki nilai kerugian
pada internal fraud. Perhitungan biaya risiko yang telah dilakukan dalam kurun
waktu lima tahun mendapati biaya sekitar Rp. 4,24 trilyun, sementara dengan
metode AMA dan pendekatan LDA, peneliti mendapati bahwa biaya risiko sekitar
Rp. 3,064 trilyun. Ini mengindikasikan efisiensi beban modal risiko operasional
yang ditetapkan oleh bank ABC dapat dilakukan melalui perhitungan yang lebih
advance. Nilai OpVar 99,9% diharapkan menjadi optimisme oleh pihak
departemen manajemen risiko khsusnya risiko operasional bahwa besaran nilai
bisa lebih kecil dari hitungan rill kerugian.
Collections
- MT - Business [4063]
