Perencanaan Arsitektur Strategik Usaha Budidaya Jamur Tiram Di Pt. Jamur Tiram Indonesia Tahun 2012-2022
View/ Open
Date
2013Author
Vidiansyah, Rachmat
Siregar, Hermanto
Suroso, Arif Imam
Metadata
Show full item recordAbstract
Sektor agribisnis memiliki potensial sebagai penggerak utama (prime mover) ekonomi secara nasional. Peningkatan permintaan konsumen atas produk jamur tiram menjadikan usaha budidaya jamur tiram memiliki prospek masa depan untuk tumbuh kembangkan. Untuk itu sangat diperlukan strategi - strategi perusahaan yang akan dijalani oleh manajemen untuk dapat meningkatkan produktivitas dan merancang masa depan perusahaan.
Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk menganalisis faktor-faktor strategis internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan PT. Jamur Tiram Indonesia (JTI) di masa depan; (2) untuk menganalisis industri masa depan PT. JTI; (3) untuk menyusun rancangan arsitektur strategis PT. JTI tahun 2012-2022.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, yaitu menjawab permasalahan yang sedang dihadapi perusahaan dalam bentu studi kasus, sehingga didapatkan gambaran yang luas dan mendalam selama periode tertentu yang sedang berlangsung pada saat penelitian ini dilakukan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara mendalam dan kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi pustaka berbagai sumber yang relevan. Tehnik pengambilan contoh dilakukan dengan cara sengaja (purposive sampling). Hal ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa responden yang bersangkutan memiliki keahlian dan kompeten dibidangnya.
Penyusunan perencanaan arsitektur strategik dilakukan dengan tahap awal adalah melakukan analisis lingkungan perusahaan, visi misi dari PT. JTI saat ini sangat mempengaruhi kondisi internal perusahaan dalam kompetensi inti maupun rantai nilai dari PT. JTI. Dengan kedua pendekatan tersebut, akan di lakukan identifikasi faktor-faktor internal mana saja sebagai kekuatan dan kelemahan PT. JTI dalam menyikapi peluang dan ancaman yang diidentifikasi dari pendekatan lingkungan persaingan industri dan lingkungan jauh. Tahap kedua, adalah menganalisa faktor lingkungan eksternal mencakup lingkungan makro dan lingkungan mikro industri. Analisis makro mencakup faktor-faktor penggerak industri seperti sosial politik, ekonomi, gaya hidup, dan teknologi yang dapat menjadi peluang ataupun ancaman bagi perusahaan, sedangkan analisis lingkungan mikro industri menggunakan konsep five force's dari Porter (1997). Analisa faktor internal dan eksternal ini akan menghasilkan Evaluasi Faktor Internal (IFE) dan Evaluasi Faktor Eksternal (EFE) serta posisi PT. JTI saat ini dalam matrik Internal Eksternal (IE). Faktor lingkungan internal dan eksternal yang mempertimbangkan posisi perusahaan dalam matrik IE dipergunakan untuk menyusun matrik SWOT PT. JTI, paralel dengan pembahasan tinjauan masa depan industri melalui wawancara mendalam di lingkungan internal perusahaan. Alternatif strategi pada matrik SWOT yang mempertimbangkan tinjauan masa depan industri dan visi misi masa depan, dipergunakan untuk menyusun rancangan arsitektur strategik PT. JTI tahun 2012-2022 yang selanjutnya akan...dst.
Collections
- MT - Business [4063]
