Sikap Penumpang Garuda Indonesia Terhadap Tray-Set Green Product
View/ Open
Date
2013Author
Yasaningtyas, Ghita
Sumarwan, Ujang
Dewi, Febriantina
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan sikap terhadap perilaku menggunakan tray-set green product (attitude toward behaviour) terhadap minat (intention) menggunakan tray-set green product, menganalisis hubungan norma subjektif (subjective norms) terhadap minat (intention) menggunakan tray-set green product, menganalisis hubungan kontrol perilaku (perceived behavioral control) terhadap minat (intention) menggunakan tray-set green product, menganalisis sikap konsumen terhadap preferensi atribut yang diinginkan dari tray-set green product, dan merumuskan implikasi manajerial yang dapat diterapkan oleh Garuda Indonesia. Metode untuk menganalisis karakteristik responden dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Metode untuk menganalisis preferensi konsumen terhadap tray-set green product dianalisis dengan menggunakan analisis conjoint. Metode untuk menganalisis hubungan attitude toward behavior (behavioral beliefs dan outcome evaluation), subjective norms (normatif beliefs dan motivation to comply) serta perceived behavioral control (control beliefs dan power of control factor) terhadap pembentukan minat menggunakan tray-set green product (behavioral intention) dianalisis dengan menggunakan analisis SEM (Structural Equation Modelling) berdasarkan TPB (Theory of Planned Behavior).
Variabel laten eksogen BB (keyakinan terhadap perilaku menggunakan tray-set green product) memiliki empat indikator. Indikator tersebut yaitu keyakinan akan menjaga kelestarian lingkungan (BB1), keyakinan akan produk terbuat dari bahan yang baik (BB2), keyakinan akan produk di desain dengan baik (BB3), keyakinan akan produk yang aman dan bebas dari bahan kimia (BB4). Keyakinan terhadap menggunakan produk ini akan mampu untuk ikut menjaga kelestarian lingkungan (BB1) merupakan variabel indikator yang paling besar nilainya (0.81) bagi kontribusi pembentuk konstruk BB. Sementara itu, variabel indikator yang memiliki faktor muatan paling rendah (0.65) yaitu keyakinan akan produk tray-set green product mengenai performance (penampilan) yang di desain lebih baik bila dibandingkan dengan tray set non green product (BB3) memiliki kontribusi yang kecil terhadap pembentukan konstruk BB.
Variabel laten eksogen OE (evaluasi terhadap keyakinan terhadap perilaku menggunakan tray set green product) memiliki empat indikator. Indikator tersebut yaitu konsekuensi dari keyakinan akan menjaga kelestarian lingkungan (OE6), konsekuensi dari keyakinan akan produk terbuat dari bahan yang baik (OE7), konsekuensi dari keyakinan akan produk di desain dengan baik (OE8), konsekuensi dari keyakinan akan produk aman dan bebas dari bahan kimia (OE9). Variabel indikator konsekuensi keyakinan dari produk terbuat dari bahan yang baik (OE7) memiliki nilai faktor muatan yang paling besar (0.81) diantara ketiga variabel indikator yang lain.
Variabel laten eksogen NB (keyakinan terhadap adanya tekanan sosial
untuk berperilaku menggunakan tray set green product dari pihak tertentu)
memiliki lima variabel indikator. Indikator tersebut yaitu keyakinan bahwa
kerabat (teman) ataupun anggota keluarga yang menganjurkan (NB11), keyakinan
bahwa ahli atau pakar yang menganjurkan (NB12), keyakinan bahwa media
massa (televisi, radio, koran, majalah dan lain-lain) yang menganjurkan (NB13),
keyakinan bahwa pemerintah yang menganjurkan (NB14) dan keyakinan bahwa
perusahaan Garuda Indonesia yang menganjurkan (NB15). Keyakinan media
massa (televisi, radio, koran, majalah dan lain-lain) yang menganjurkan untuk
berperilaku menggunakan tray set green product (NB13) merupakan indikator
yang memiliki kontribusi terbesar (0.90).
Variabel laten eksogen MtC (motivasi untuk mematuhi) memiliki lima
indikator, yaitu mengikuti anjuran kerabat (teman) ataupun anggota keluarga
(MC16), mengikuti anjuran ahli atau pakar (MC17), mengikuti anjuran media
massa (televisi, radio, koran, majalah dan lain-lain) (MC18), mengikuti anjuran
pemerintah (MC19) dan mengikuti anjuran perusahaan Garuda Indonesia (MC20).
Mengikuti anjuran ahli atau pakar (MC17) dan media massa (televisi, radio,
koran, majalah dan lain-lain) (MC18) merupakan dua variabel indikator yang
memiliki nilai paling besar (0.88) bagi kontribusi konstruk MtC. Sementara itu,
variabel indikator yang memiliki kontribusi terendah (0.80) adalah mengikuti
anjuran kerabat (teman) ataupun anggota keluarga.
Variabel laten eksogen CB (kepercayaan kontrol) memiliki tiga indikator,
yaitu persepsi produk ramah lingkungan yang sulit diperoleh (CB21), persepsi
ketersedian informasi mengenai kualitas produk ramah lingkungan yang belum
banyak (CB22), dan persepsi produk ramah lingkungan yang harganya relatif
lebih mahal (CB23). Variabel indikator CB21 memiliki kontribusi paling besar
(0,86) dan indikator CB 22 memiliki kontribusi paling kecil (0,70).
Variabel laten eksogen PCF (faktor kekuatan yang mengontrol) memiliki
tiga indikator, yaitu produk ramah lingkungan yang sulit diperoleh akan
membuat minat menggunakan menjadi berkurang (PCF26), keterbatasan
informasi mengenai kualitas produk ramah lingkungan yang relative belum
banyak akan membuat minat menggunakan menjadi berkurang (PCF27) dan
harga produk ramah lingkungan yang relatif lebih mahal akan membuat minat
menggunakan menjadi berkurang (PCF28).Variabel indikator PCF26 memiliki
kontribusi paling besar (0.93) dan indikator PCF28 memiliki kontribusi paling
kecil (0.86).
Hubungan attitude toward behavior dengan behavioral beliefs dan
outcome evaluation yaitu menunjukkan bahwa kepercayaan perilaku
menggunakan tray set green product (BB) dan evaluasi konsekuensi terhadap
perilaku menggunakan tray set green product (OE) secara nyata dapat
menjelaskan sikap terhadap perilaku menggunakan tray set green product (ATB).
Konstruk BB dan OE secara nyata mempengaruhi ATB pada tingkat
kepercayaan 95 persen. Faktor muatan konstruk BB adalah 0.34, dimana BB
dapat menerangkan ATB sebesar 0.34. Nilai faktor muatan untuk BB hanya
memberikan kontribusi yang kecil terhadap ATB. Faktor muatan konstruk OE
(0.77) memiliki nilai yang lebih besar dari pada BB (0.34).
Hubungan subjective norms dengan normative beliefs dan motivation to
comply menunjukkan bahwa kepercayaan atau persepsi individu adanya dorongan dari pihak-pihak tertentu untuk menggunakan tray set green product (NB) dan
anjuran dari pihak-pihak tertentu untuk menggunakan tray set green product
secara nyata dapat meningkatkan minat menggunakan tray set green product yang
disebabkan oleh pengaruh dari pihak-pihak tertentu (SN). Konstruk NB dan MC
secara nyata mempengaruhi SN pada tingkat kepercayaan 95 persen. Faktor
muatan konstruk NB adalah 0.57, dimana NB dapat menerangkan SN sebesar
0.57. Faktor muatan konstruk NB (0,57) memiliki nilai yang lebih besar dari pada
MC (0.54).
Hubungan perceived behavioral control dengan control beliefs dan power
of control factor menunjukkan bahwa CB dan PCF memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap PBC. Nilai faktor muatan untuk CB dan PCF masing-masing
sebesar 0.56 dan 0.69. Hal tersebut menunjukkan bahwa memang terdapat faktor
yang menghambat ataupun mengurangi minat dalam menggunakan tray set green
product. Konstruk PCF memiliki nilai yang lebih besar dari CB, hal tersebut
menunjukkan bahwa faktor pembatas lebih penting kontribusinya dalam
membentuk PBC dibandingkan dengan CB yang menunjukkan persepsi responden
saat ini mengenai keberadaan hal-hal yang dapat mengurangi atau menghambat
minat menggunakan tray set green product.
Hubungan attitude toward behavior, subjective norms dan perceived
behavioral control dengan behavior intention memiliki faktor muatan ATB, SN
dan PBC sebesar 0.27; 0.12 dan 0.15. Artinya, minat menggunakan tray set green
product (BI) mampu dijelaskan oleh ATB, SN dan PBC sebesar 0.27; 0.12 dan
0.15. Konstruk ATB secara garis besarnya merupakan gambaran atribut-atribut
yang terdapat pada tray set green product. .
Variabel laten BI memiliki dua variabel indikator, yaitu minat di masa
yang akan datang untuk menggunakan tray set green product (INT31) dan minat
di dalam kehidupan sehari-hari untuk menggunakan tray set green product
(INT32). Kontribusi faktor muatan dari INT31 dan INT32 adalah 0.97 dan 0.94.
Nilai INT31 yang lebih besar menunjukkan bahwa minat di masa yang akan
datang untuk menggunakan tray set green product lebih besar kontribusinya bila
dibandingkan dengan minat di dalam kehidupan sehari-hari untuk menggunakan
tray set green product (INT32).
Preferensi responden terhadap kombinasi tray-set green dapat dilihat dari
nilai kegunaan (utility) dan nilai relatif penting (importance). Nilai kegunaan
(utility) yang disukai adalah bahan yang kuat, taraf atribut kemasan adalah
kemasan yang ramah lingkungan dan taraf atribut bentuk adalah bentuk yang
menarik. Nilai relatif penting peringkat pertama dengan angka tertinggi yaitu
atribut bahan (41.369 persen), kemasan (34.079 %) dan bentuk (24.553 persen).
Implikasi manajerial pada penelitian ini mencakup strategi produk yang
baik dan ramah lingkungan yang memerlukan peranan perusahaan, konsultasi
bisnis dan vendor. Program yang dilakukan antara lain dengan melakukan
penelitian dan pengembangan dengan new product development, melakukan
kerjasama dengan konsultan bisnis produk dan perusahaan harus mampu
menyeleksi vendor yang mampu membuat produk sesuai keinginan perusahaan.
Selain itu, dilakukan strategi sosialisasi ke konsumen tentang keuntungan dan
manfaat dari tray-set green product yang memerlukan peranan perusahaan dan periklanan. Program yang dilakukan antara lain dengan promosi di boarding
dengan banner dan electronic display, flight attendant di cabin & majalah garuda
dan menggunakan ahli atau pakar sebagai icon promosi.
Collections
- MT - Business [4063]
