Analisis Kepuasan dan Loyalitas Konsumen Bakso Kepala Sapi (Pada Gerai-Gerai Di Wilayah Cibubur)
View/ Open
Date
2013Author
Hutama, Enriche Putera
Daryanto, Arief
Nurmalina, Rita
Metadata
Show full item recordAbstract
Indonesia merupakan salah satu negara yang pertumbuhan ekonominya
ditopang oleh sektor konsumsi dalam negeri yang tinggi, hal ini terkait dengan
meningkatnya jumlah penduduk kelas menengah.Lembaga konsultan McKinsey
Global memperkirakan bahwa kelas konsumen Indonesia tumbuh dari 45 juta
orang di tahun 2010 menjadi 135 juta orang pada tahun 2030 dengan diperkirakan
90 juta penduduk Indonesia bergabung menjadi kelas konsumen.
Peningkatan jumlah ekonomi kelas menengah di Indonesia berdampak pada
makin beragamnya pola konsumsi sebagai akibat dari adanya perubahan gaya
hidup, hal ini bisa dilihat dari cukup tingginya tingkat konsumsi makanan cepat
saji dalam menopang tingginya aktivitas mereka. Bakso merupakan salah satu
alternatif kebutuhan akan makanan yang penyajiannya cepat saji.
Bakso Kepala Sapi merupakan salah satu usaha berbentuk franchise yang
menyediakan bakso sehat yang rendah kolesterol, tanpa babi, boraks dan formalin.
Bakso kepala sapi telah meraih beberapa penghargaan sebagai apresiasi atas
kinerja pemasarannya dalam kategori franchise. Untuk dapat mempertahankan
kinerja yang telah diraih, perusahaan harus mengetahui faktor-faktor apa saja yang
berpengaruh terhadap kepuasan sehingga dapat memperbaiki kekurangannya.
Cibubur merupakan salah satu wilayah pengembangan Bakso Kepala Sapi yang
tergolong pesat, terhitung sudah ada enam cabang yang berdiri. Dari 138 wilayah
pembagian perkembangan gerai Bakso Kepala Sapi diseluruh Indonesia, Cibubur
menempati urutan kedelapan dan menempati posisi kedua diwilayah Jawa Barat.
Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kosumen,
faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kepuasan dan loyalitas, serta sejauh
mana tingkat kepuasan dan loyalitas konsumen sehingga dapat dijadikan masukan
bagi manajemen untuk lebih baik lagi.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan survey,
dimana penggunaan kuesioner dilakukan untuk mengumpulkan data pada
penelitian. Jenis data yang digunakan untuk melengkapi penelitian ini adalah data
primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui penggunaan kuesioner
yang diberikan kepada konsumen yang bersedia menjadi responden penelitian,
sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai studi pustaka yang diperlukan.
Metode pengambilan contoh yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
survei dengan teknik convenience sampling. Kriteria calon responden sebagai
sampel pada survei ini yaitu konsumen yang pernah makan di Bakso Kepala Sapi
minimal dua kali dalam satu bulan.
Penelitian ini menggunakan empat analisis yaitu analisis deskriptif,
Structural Equation Modelling (SEM), Customer Satisfaction Index (CSI) dan
Customer Loyalty Index (CLI). Analisis deskriptif dilakukan untuk mengetahui
bagaimana karakteristik responden. Analisis SEM dilakukan untuk mengetahui
faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan dan loyalitas konsumen. Analisis CSI
dilakukan untuk mengukur tingkat kepuasan konsumen berupa persentase sejauhmana produk dapat memenuhi kepuasan konsumen. Analisis CLI dilakukan
untuk mengukur tingkat loyalitas konsumen berupa persentase sejauhmana
konsumen loyal terhadap BaksoKepalaSapi. Analisis CSI dan CLI dilakukan
untuk melengkapi analisis SEM karena hanya menganalisis bobot, hubungan, dan
pengaruh variabel indikator maupun laten terhadap kepuasan dan belum mampu
menunjukkan persentase sejauhmana produk telah memuaskan konsumen.
Hasil analisis deskriptif berdasarkan demografinya, ditemukan bahwa
sebagian besar konsumen Bakso Kepala Sapi wilayah Cibubur berprofesi sebagai
pegawai swasta dan wiraswasta. Sarjana (S1) merupakan tingkat pendidikan yang
dominan diantara konsumen Bakso Kepala Sapi. Kelompok umur konsumen
Bakso Kepala Sapi didominasi oleh rentang umur 31-35 tahun keatas. Perempuan
merupakan konsumen terbanyak Bakso Kepala Sapi. Konsumen Bakso Kepala
Sapi tergolong kedalam golongan ekonomi menengah keatas.
Hasil analisis SEM pada penelitian ini menunjukkan bahwa model yang
dibangun dalam penelitian ini telah memenuhi kriteria Goodness of Fit (GOF)
sehingga memenuhi kriteria model SEM yang baik, sehingga Model SEM yang
dihasilkan menjelaskan bagaimana kondisi yang sebenarnya terjadi di
lapangan.Hasil analisis SEM menunjukkan bahwa variabel laten eksogen kualitas
pelayanan (service quality) memiliki hubungan yang tidak signifikan terhadap
kepuasan karena memiliki nilai uji-t dibawah 1,96. Hasil analisis SEM pada
variabel laten eksogen lainnya yaitu kualitas makanan (food quality) dan persepsi
konsumen terhadap nilai (perceived value) memiliki hubungan yang signifikan
terhadap kepuasan karena memiliki nilai uji-t diatas 1,96. Variabel yang tidak
signifikan berhubungan terhadap kepuasan tetap diikutsertakan dalam model
penelitian karena komponen variabel tersebut tetap memberikan kontribusi dalam
membangun model SEM penelitian kepuasan dan loyalitas konsumen Bakso
Kepala Sapi yang baik.
Pengaruh dari variabel laten eksogen kualitas pelayanan (service quality),
kualitas makanan (food quality), dan persepsi konsumen terhadap nilai (perceived
value) terhadap variabel laten endogen kepuasan dilihat dari besarnya nilai
koefisien gamma masing-masing variabel. Hasil SEM penelitian menunjukkan
bahwa hanya variabel kualitas makanan (food quality) dan persepsi konsumen
terhadap nilai (perceived value) yang memiliki nilai uji-t diatas 1,96 yaitu sebesar
2,36 dan 2,49. Hal ini menunjukkan bahwa hanya variabel kualitas makanan (food
quality) dan persepsi konsumen terhadap nilai (perceived value) yang memiliki
pengaruh signifikan terhadap variabel laten endogen kepuasan. Variabel laten
eksogen kualitas pelayanan (service quality) tidak memberikan pengaruh
signifikan karena memiliki nilai uji-t dibawah 1,96 yaitu sebesar -1,02.
Variabel laten eksogen kualitas makanan (food quality) dan persepsi
konsumen terhadap nilai (perceived value) memiliki nilai koefisien konstruk
sebesar 0,23 dan 0,33. Kedua variabel tersebut memiliki nilai koefisien konstruk
yang positif sehingga menunjukkan kontribusi terhadap peningkatan kepuasan
konsumen Bakso Kepala Sapi berdasarkan data empiris di lapangan. Variabel
kualitas pelayanan (service quality) merupakan satu-satunya variabel yang tidak
memiliki pengaruh terhadap kepuasan. Hal ini bisa terjadi karena konsumen tidak
terlalu mementingkan kualitas pelayanan yang begitu sempurna. Dimensi
SERVQUAL dibuat sebagai acuan dalam kesempurnaan pemberian pelayanan
dalam beberapa bidang industri. Kasus Bakso Kepala Sapi ditemukan bahwa konsumen ternyata lebih mementingkan faktor hanya kualitas makanan (food
quality) dan persepsi konsumen terhadap nilai (perceived value) dibandingkan
dengan kulitas pelayanan (service quality). Pertimbangan konsumen untuk makan
di Bakso Kepala Sapi berdasarkan variabel kualitas makanan (food quality)
diantaranya adalah menu bakso yang bervariasi (X29) dan menu minuman yang
bervariasi (X30), sedangkan dari sisi persepsi konsumen terhadap nilai (perceived
value) terdiri dari harga yang kompetitif (X31), kelayakan dari harga (X32), dan
harga minuman yang murah (X33).
Kepuasan konsumen terdiri dari tiga variabel indikator yang diuji dalam
penelitian ini yaitu kepuasan keseluruhan konsumen Bakso Kepala Sapi (Y1),
Pilihan tepat makan di Bakso Kepala Sapi (Y2), dan Pengalaman menyenangkan
makan di Bakso Kepala Sapi (Y3). Kepuasan konsumen memberi pengaruh
signifikan dan positif kepada loyalitas dan perilaku niat, dimana perilaku niat
dibentuk oleh tiga variabel indikatornya yang terdiri dari akan merekomendasikan
(Y4), berniat untuk makan kembali (Y5) dan mengatakan hal-hal baik (Y6).
Sedangkan loyalitas dibentuk oleh tiga variabel indikator yaitu bakso yang sering
dibeli (Y7), tidak membeli selain Bakso Kepala Sapi (Y8), dan tetap membeli
walau harga lebih mahal (Y9).
Hasil analisis CSI dan CLI menemukan bahwa konsumen Bakso Kepala
Sapi merasa sangat puas dan loyal. Hal ini menunjukkan bahwa Bakso Kepala
Sapi telah mampu memberikan produk yang bisa diterima oleh konsumen.
Kepuasan konsumen yang terbangun mendorong untuk mereka memiliki sikap
loyal terhadap Bakso Kepala Sapi.
Berdasarkan hasil penelitian, maka ada beberapa implikasi manajerial yang
perlu diperhatikan baik itu bagi manajemen pusat maupun pemilik gerai Bakso
Kepala Sapi agar dapat mempertahankan kepuasan dan loyalitas konsumen yang
sudah diraih saat ini. Pihak manajemen pusat maupun pemilik gerai ada baiknya
untuk dapat memperhatikan dimensi kualitas makanan (food quality) dan persepsi
konsumen terhadap nilai (perceived value) karena kedua dimensi tersebut yang
memiliki pengaruh signifikan positif terhadap kepuasan.
Collections
- MT - Business [4063]
